Slide

Syiah Indonesia

Syubhat Dan Bantahan

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Tanya Jawab

Ulama Syiah: "Arsy Allah adalah Sandal di kakinya Imam Husein" (video)

Syiahindonesia.com - "Surga, Bumi, Kursi, Arsy (Singgasana Allah), Pena (Qalam), semua kerajaan yang meliputi seluruh lapisan langit dan juga Bumi yang besar ini tidak sebanding dengan tali sandal dari Ali bin Abi Thalib" (detik 00:58-01:00)

Untuk menunjukkan kehebatan Imam mereka -tentunya ini hanya dongeng sebelum tidur- mereka sadar atau mungkin tidak sadar telah menjatuhkan Allah pada tingkat yang paling rendah.

"Kita tidak bisa membayangkan kebesaran Imam Husein. Langit dan bumi diciptakan untuk Imam Husein. Arsy Allah adalah sandal di kakinya Imam Husein" (detik 01:31) (gensyiah.com/syiahindonesia.com)

berikut ini videonya:


Ulama Syiah: "Wanita yang tidak mau di mut'ah oleh Sayyid, maka wajib baginya Neraka"

Syiahindonesia.com - Ulama Syi’ah kembali menteror kaum wanitanya untuk dijadikan budak nafsu mereka. Mereka mengancam dengan neraka bagi siapa pun dari para wanita Syi’ah yang menolak tatkala diajak beribadah mut’ah/kawin kontrak (baca: zina) oleh sayyid dari kalangan mereka.

Adalah Muhsin Alu ‘Ashfur, salah satu dedengkot Syi’ah yang di dalam twitternya menteror para wanita Syi’ah seperti di atas. Saksikanlah, si busuk ini berkata:

قال السيد فاضل المدرسي نقلاً عن الإمام الصدوق (ع) : (كل إمرأة طلبها سيد في متعة ورفضت فقد أوجبت على نفسها النار وحرمت عن نفسها الجنة والأجر)

“Telah berkata As-Sayyid Fadhil Al-Madrisiy menukil dari Al-Imam Ash-Shaduq: “Setiap wanita yang dimintai oleh sayyid untuk ber-mut’ah lalu dia (si wanita) menolak, maka sungguh neraka wajib atas dirinya dan diharamkan dari dirinya akan Surga juga pahala.” [Twitter Muhsin Alu ‘Ashfur: https://twitter.com/ShMohsnAlAsfor/status/349582741517508608] (Jaser Leonheart/syiahindonesia.com)

Berikut Screenshotnya:


Khomeini Tuduh Nabi Muhammad Seorang Penakut

Syiahindonesia.com - Dalam kitab yang dikarang oleh Khomeini, disebutkan bahwa ia membuat pernyataan bahwa Nabi Muhammad seorang penakut. Berikut pernyataannya:

يقول الخميني: (إن النبي أحجم عن التطرق إلى الإمامة في القرآن لخشية أن يصاب القرآن من بعده بالتحريف)

Al-Khumainiy (Khomeini) berkata, “Sesungguhnya Nabi menahan diri dari membicarakan permasalahan Imamah di dalam al-Qur’an, dikarenakan takut akan pencideraan al-Qur’an sepeninggalnya dengan adanya tahrif (perubahan al-Qur’an). [Kasyful Asrar 14, al-Khumainiy (Khomeini) Pendeta Syiah Rafidhah] [Al-Intishar 4/169, al-‘Amiliy Pendeta Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/4186_الانتصار-العاملي-ج-٤/الصفحة_162] (tanyasyiah.com/syiahindonesia.com)

Kemana tujuan sebenarnya para Imigran Syiah, Australia ataukah Indonesia?

Syiahindonesia.com - Imigran Syiah dari Afghanistan yang saat ini berada di Balikpapan memang diduga masuk lewat jalur ilegal. Mereka sama sekali tidak membawa identitas dan mengandalkan sertifikat pengungsi dan pencari suaka dari UNHCR, lembaga PBB yang bertugas mengurusi pengungsi.

Lantas ke manakah tujuan akhir mereka? Apakah mereka memang sengaja ingin menetap di Indonesia atau hanya sekadar transit untuk menuju ke negara ketiga?

“Dalam kurun waktu satu dekade ini ya, kalau kita baca peta, tujuan akhirnya ke sana (Australia, red),” ujar Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Lamaru Balikpapan, Edu Andarius Aria saat ditemui di Balikpapan pada Kamis, (11/12/2014).

Lembaga PBB yang mengurusi pengungsi, UNHCR, menyatakan sampai dengan akhir November 2014, ada 6,348 pencari suaka terdaftar di UNHCR Jakarta secara kumulatif. Sebagian besar dari mereka berasal dari Afghanistan (60%), Iran (9%), Somalia (6%) dan Iraq (6%). Namun menurut Edu, Indonesia bukanlah sebagai negara tujuan para imigran syiah ini.

“Kalau sekarang ini bukan ya. Indonesia sebagai negara tujuan saya rasa enggak. Tapi masalahnya dia terjebak di sini menunggu keputusan diterima atau tidak ke negara ketiga,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran Fajar Shadiq, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) selama di Balikpapan, gelombang imigran syiah di Balikpapan ini berjumlah hampir 300 imigran. Sebanyak 132 orang berada di dalam Rudenim Lamaru Balikpapan, sementara 86 lainnya ditampung di rumah dinas kepala kantor imigrasi Balikpapan yang berada di pusat kota.

Meski tidak ada dokumen yang membolehkan mereka ke Australia, mereka nekat ber-gambling yang penting keluar dari tanah kelahirannya di Afghanistan.

Edu menuturkan, ada dua cara para imigran gelap ini keluar dari negaranya. Yaitudengan cara ilegal maupun cara legal. Mayoritas dari mereka itu ambil jalan pintas dengan memakai cara ilegal. Menjadi manusia perahu, bekerjasama dengan sindikat perdagangan tenaga kerja manusia.

“Nah, karena jumlah perahu ilegal itu semakin banyak ke Australia itu menjadi sebab Australia menerapkan kebijakan mereka (menutup pintu pencari suaka, red),” tambah Edu.

Para imigran inilebih menyukai cara ilegal, karena kalau melalui jalur legal para imigran ini harus menunggu,tanpa ada batas waktu yang jelas. Menurut Edu, seluruh imigran syiah yang berada di Balikpapan ini statusnya sedang menunggu semua. Ada yang menunggu untuk wawancara kedua untuk menjadi pengungsi.Sementara yang sudah jadi pengungsi menunggu ada negara ketiga yang mau menerima mereka.

Lembaga asing bantu pembangunan Rudenim hingga fasilitasi imigran Syiah



Sejak Australia menutup pintu rapat-rapat bagi para pencari suaka dan pengungsi pada 1 Juli 2014 lalu, Indonesia kebanjiran imigran gelap. Mayoritas dari mereka (ada sebanyak 60%; menurut data UNHCR) berasal dari Afghanistan.

Anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Fajar Shadiq melaporkan berdasarkan hasil wawancara dengan para pejabat keimigrasian, Australia memang masih menjadi destinasi favorit bagi para imigran daerah konflik. Mereka datang dengan modus sebagai pencari suaka atau pengungsi hingga kemudian bisa transit di Indonesia.

Dalam proses pengajuannya sebagai pencari suaka politik, ada dua kemungkinan bahwa para imigran ini akan diterima atau ditolak oleh negara ketiga. Kalau diterima mereka menunggu berangkat ke negara yang dituju. Kalau ditolak itulah yang menjadi masalah.

UU Imigrasimemberi mereka dua pilihan; dia bisa dimasukkan ke Rudenim selama 10 tahun, lalu jika lewat dari 10 tahun mereka bisa difasilitasi di luar Rudenim dengancara ditempatkan di community house. Atau dia boleh pulang secara sukarela ke negaranya, dengan difasilitasi oleh NGO internasional bernama International Organization for Migration(IOM).

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Lamaru Balikpapan, Edu Andarius Aria menyatakan IOM ini merupakan NGO internasional, namun bukan di bawah garis struktural PBB.

“Ini harus dipahami, beberapa wartawan selalu menulis dia (IOM) itu di bawah PBB. Dia bukan dari PBB. Dia support memberikan fasilitas makan apa segala macam. Menjadi fasilitator antara kami dan PBB, tapi dia bukan di bawah PBB. Sumber dananya berasal dari donor, sumbangan dan lainnya,” ungkap Edu saat ditemui JITU di Rudenim Lamaru Balikpapan pada Kamis, (11/12/2014).

Edu mengungkapan, IOM ini merupakan lembaga yang memberi bantuan kepada pihak imigrasi. Dari mulai pembangunannya hingga fasilitasnya kesehariannya. Menurutnya, pihak Australia menjadi salah satu donor yang cukup dominan pada lembaga yang mengurusi para pengungsi ini.

Laporan: Fajar Shadiq

(azm/arrahmah.com/syiahindonesia.com)

Hadapi imigran Syiah, aktivis masjid Balikpapan siaga

Syiahindonesia.com - Banjir imigran Syiah di Kota Balikpapan bukan hanya membuat khawatir sejumlah tokoh dan umat Islam. Aktivis masjid pun mulai buka suara. Salah satunya adalah Rahendra Fedy, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Istiqomah, Balikpapan.

Menurutnya, kehadiran para imigran syiah ini mulai membuat ancaman bagi umat Islam Balikpapan. Maka, sudah selayaknya para aktivis Islam membuat barikade pertahanan, namun tetapberada di bawah koridor hukum.

“Kita sudah mulai membuat barikade, berkoordinasi dengan beberapa instansi-instansi terkait. Jadi, kita mulai menggerakkan semua pihak pemerintah, tokoh-tokoh, keimigrasian dan lainnya untuk segera memantau jangan sampai kondisi yang sudah kondusif ini terganggu dengan adanya imigran-imigran Syiah ini,” ujar Rahendra kepada Fajar Shadiq, anggota Jurnalis Islam Bersatu via sambungan telepon pada Ahad, (14/12).

Rahendra menuturkan kekhawatirannya, terutama dampak yang akan timbul ke masyarakat Balikpapan. Terutama, aturan imigrasi yang ada menyatakan para imigran Syiah yang berstatus sebagai pengungsi dan pencari suaka itu tidak ada batas waktu tinggalnya di Indonesia.

Dia berharap pemerintah punya sikap yang arif menghadapi masalah ini. Apalagi jika mereka yang tinggal di Imigrasi bebas berkeliaran dan sebentar lagi akan bersosialisasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, ia dan sejumlah aktivis Islam lainnya akan membantu mengawasi para imigran Syiah di Balikpapan.

“Jadi, teman-teman di sini nanti akan tetap monitor yang di (Rudenim, red) Lamaru dan di Imigrasi. mudah-mudahan semua tetap kondusif,” tambahnya.

Rahendra juga menjelaskan bahwa pihaknya juga akan membantu melakukan langkah-langkah preventif terhadap ekses sosial gelombang arus masuk imigran syiah ini dengan dua cara.

Pertama, ialah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh-tokoh Islam dan aparat terkait. Kedua, dengan cara mencerdaskan umat melalui program dakwah yang berkesinambungan.

“Kita juga mencoba mencerdaskan umat, akhir-akhir ini gerakan safari dakwah ini sudah menampilkah tokoh-tokoh gerakan anti syiah nasional. Sebulan sekali dalam satu minggu itu kirimkan ustadz-ustadz kita ke kantor-kantor, ke masjid-masjid,” ungkapnya.

Masjid Istiqomah Balikpapan merupakan salah satu pusat kegiatan Islam yang cukup besar di Balikpapan. Selain memiliki program-program kajian dakwah unggulan, mereka juga memiliki jaringan radio yang tersebar di 9 kabupaten di Kalimantan Timur.

Laporan: Fajar Shadiq

(azm/arrahmah.com/syiahindonesia.com)