Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Pesawat Rusia Serang Muslim Suriah dari Iran

illustrasi
Syiahindonesia.com - Kementerian pertahanan Rusia menyatakan pesawat perangnya di Iran menyerang sejumlah sasaran di Suriah.

Pesawat pembom jarak jauh Tupolev-22M3 dan pembom Sukhoi-34 terbang dari markas udara Iran di Hamadan untuk menyerang kelompok jihadis, lansir bbc (16/8/16).

Ini bukan pertama kalinya Rusia menyerang sasaran di wilayah Suriah dari Iran sejak dilakukannya pemboman untuk mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad pada bulan September 2015.

Saluran televisi Rossiya 24 yang didukung Rusia pada hari Selasa menyiarkan foto tiga pesawat pembom dan pesawat angkat militer Rusia di Iran.

Markas udara Iran di dekat Hamadan berada di bagian timur laut negara itu dan pembom Rusia harus terbang di atas Irak untuk menyerang Mujahidin Suriah. (nisyi/syiahindonesia.com)

Ketua DSKS: Pemda yang Terbitkan KTP Imigran Syiah, Penghianat Bangsa

Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS), Dr. Muinudinillah Basri, MA
Syiahindonesia.com - Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS), Dr. Muinudinillah Basri, MA menilai bukti nasionalisme kebangsaan Indonesia lemah. Sebab memberikan KTP seenaknya.

“Kurang ajar! Itu namanya konspirasi penghianatan,” tegasnya kepada Panjimas pada Kamis (25/08), menanggapi Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) para Imigran Syiah Iran di Riau maupun Pekanbaru.

Muin menilai, orang Pemerintah ini penghianat bangsa, dengan memberikan KTP seenaknya. Dirinya berargumen jika seandainya menjadi pemimpin bangsa, ia sudah memvonis mereka yang terlibat sebagai konspirasi penghianat Negara.

Dia meyakini jika Syiah mempunyai agenda revolusi terhadap Indonesia. Untuk itu, isu ini harus menjadi isu Nasional.

“Ini konspirasi terhadap Negara, bisa masuk delik, sanksinya ya makar terhadap Negara ini. Ini berat ini,” cetusnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Mulyadi Anwar, anggota DPRD Kota Pekanbaru mempertanyakan kepemilikan KTP kota Pekanbaru atas  WNA asal Iran. Politikus PKS itu, menyebut keberadaan imigran asal Iran dikhawatirkan menyebarkan ajaran Syiah pada warga Pekanbaru. (SY)

Sejak Juni 2016, 700 Warga Sunni Irak Jadi Korban Kekejaman Milisi Syiah

Syiahindonesaia.com - Sebanyak 700 lelaki dan anak-anak Sunni dinyatakan hilang pada Juni lalu.

Al Jazeera melaporkan Rabu (24/8/2016), dugaan menyebutkan mereka menjadi korban milisi Syiah. Sejumlah laporan mengungkapkan bahwa milisi Syiah itu, tidak menarik diri dari Fallujah seperti yang direncanakan. Mereka malah ikut melakukan perampokan dan pembalasan terhadap kaum Sunni.

foto by: gensyiah

Sebuah laporan menunjukkan, pejuang milisi Syiah itu membunuh sedikitnya 66 lelaki Sunni, dan menyiksa sedikit 1.500 orang lainnya yang meninggalkan Fallujah. Belum bisa dipastikan kebenaran laporan tersebut, namun laporan itu hasil wawancara dari 20 saksi hidup, sejumlah kepala suku, politikus Irak dan diplomat Barat.

Para saksi mata bahkan menuturkan banyak lelaki Sunni ditembak mati, dipukuli dengan selang pemadam kebakaran dan banyak di antaranya dipenggal kepalanya. Hampir seluruh cerita itu sesuai dengan hasil investigasi seorang pejabat lokal Irak dan pengakuan lewat video serta foto-foto saksi hidup yang selamat, lansir dunia.inilah ((25/8/16).

Juni lalu, Sohaib al-Rawi, Gubernur Provinsi Anbar menjelaskan kepada Dutabesar AS Stuart E. Jones, bahwa ratusan tawanan yang ditangkap milisi Syiah dinyatakan hilang dari Fallujah. Sejumlah pejabat PBB menemukan bukti kuat bahwa ratusan remaja dan lelaki mengalami penyiksaan. Korban yang hilang lebih dari 700 orang. (nisyi/syiahindonesia.com)

Menyoal Banyaknya Warga Iran di Pekabbaru, DPRD: Kita Khawatir Banyak Korban Mut'ah

imigran Syiah
Syiahindonesia.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi Anwar, mempertanyakan kenapa seorang imigran bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) asal Kota Pekanbaru. Pasalnya, hal itu mengindikasikan adanya aksi suap menyuap serta pemalsuan identitas.

Hal tersebut disampaikan Mulyadi Anwar terkait adanya kasus Warga Negara Asing (WNA) asal Iran yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Pekanbaru. Hal itu, menurutnya, harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengingat saat ini jumlah imigran di Kota Pekanbaru sangat banyak.

Bahkan, jumlahnya mencapai 1.000 orang. “Kondisi seperti ini jangan sampai dibiarkan begitu saja dan jangan sampai kembali terjadi. Kepada Pemko Pekanbaru dan penegak hukum, harus dapat mengusut sampai tuntas permasalahan ini,” kata Mulyadi Anwar, Rabu, (24/8/2016).

Politikus PKS itu menyebut, dengan keberadaan para imigran asal Iran yang diduga membawa dan memiliki ajaran menyimpang (Syiah, red.), dikhawatirkan Kota Pekanbaru nantinya bisa menjadi sasaran mereka.

“Kita lihat imigran yang ada di Kota Pekanbaru sangat dikagumi kaula muda khususnya bagi para remaja putri. Ini tentunya menjadi jebakan dan kita khawatirkan nantinya banyak yang menjadi korban dari aksi nikah mut’ah para imigran yang berpaham menyimpang,” katanya.

Lebih jauh, Mulyadi meminta kepada pemerintah agar segera memperketat pengawasan terhadap imigran yang ada di Kota Pekanbaru. “Kami minta para imigran jangan sampai dibiarkan bebas keluar dari rudenim. Karena bisa kita lihat sekarang ini mereka sangat bebas berkeliaran di Kota Pekanbaru dan berbaur dengan masyarakat. Inilah yang kita pertanyakan kepada pemerintah, kenapa semakin longgar dan bebas imigran berkeliaran,” tanya Mulyadi.

Mulyadi berharap pemerintah dapat lebih serius lagi dalam mengusut adanya seorang imigran Iran yang memiliki KTP Kota Pekanbaru dan hal ini harus dijelaskan kepada masyarakat luas agar masyarakat bisa selalu waspada dalam berbaur dengan imigran.

“Pemerintah harus menjeaskan sampai kapan dan berapa lama para imigran ini berada di Kota Pekanbaru,” pungkasnya. (AW/riaupos)

Surat Terbuka Kepada KH. Said Aqil Siradj

Said Aqil Siradj
Disampaikan oleh     :     DR. H. Abdul Chair Ramadhan.
Tembusan Khusus    :       
1.    Al-Habib Prof. DR. Mohammad Baharun, S.H., MA.
2.    Al-Habib DR. Muhammad Rizieq Syihab, Lc., M.A.
3.    KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii
4.    KH. Ir. Muhammad Al-Khathtath.

Ijinkan saya untuk  menyampaikan beberapa tanggapan atas pernyataan KH. Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PBNU sebagaimana diberitakan oleh media.  Menurut saya – dan menjadi pengetahuan umum – tidaklah pada tempatnya menyampaikan keberadaan Ormas Islam sebagai ancaman atau gangguan terhadap Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri) - sebutan yang serupa seperti Keamanan Nasional atau Ketahanan Nasional - tanpa adanya pengetahuan, petunjuk, data-data valid yang mendukung. Pernyatan yang disampaikan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah sebagai bentuk penyesatan dan cenderung mengarahkan kepada kebencian (hate speech).

Persoalan Kamdagri memerlukan peranan Intelejen Keamanan (Intelkam) yang menjadi domain Kepolisian Negara Republik Indonesia, walaupun kepada masyarakat umum diberikan hak-hak untuk menyampaikan informasi terkait dengan adanya indikasi dan/atau potensi ancaman atau gangguan keamanan. Namun, penyampaian informasi juga harus mengedepankan norma dan etika, tidak dibenarkan hanya sebatas ungkapan belaka, tanpa adanya “pra bukti permulaan” yang cukup atau memadai, terpenting adalah data-data yakni sekumpulan informasi yang telah diverifikasi.

Indonesia, adalah Negara hukum, yang bermakna adanya supremasi hukum dengan menegakkan keadilan dengan kejujuran bukan dengan prasangka.  Negara memang organisasi kekuasaan yang diproyeksikan untuk mampu menerapkan hukum dengan cara-cara represif, apabila pendekatan preventif tidak berjalan. Itu hak Negara, namun menjadi aneh jika cara-cara Negara dilakukan oleh  Ormas Islam yakni PBNU yang seharusnya menjadi lokomotif bagi penyatuan seluruh elemen umat Islam, khususnya kaum Nadhliyin.  Bukan sebagai penjustifikasi dan personifikasi penerap hukum.

Front Pembela Islam (FPI) yang telah banyak berjasa selalu dihadapkan dengan berbagai fitnah, dan berulangkali disampaikan oleh actor yang sama, tidak lain dan tidak bukan adalah KH. Said Aqil Siradj!, apa sebenarnya yang terbersit dibenaknya? FPI adalah ikon “amar ma’ruf nahi mungkar”, mengapa selalu dipermasalahkan? Saya tidak ingin mengatakan siapa yang mempermasalahkan adalah sejatinya bermasalah, tetapi khusus yang satu ini saya berani mengatakan bahwa “KH. Said Aqil Siradj adalah orang bermasalah!” Pernyataan yang disampaikan oleh yang bersangkutan telah melampui asas praduga tidak bersalah, seolah-oleh bukti adanya ancaman atau gangguan keamanan hanya cukup terlontarkan dari pemimpin Ormas Islam terbesar di Republik Ini.

Disisi lain, ketika mencuat kasus Ahamadiyah, LDII, Syiah, yang bersangkutan bahkan tidak sependapat dengan kalangan yang menentang.  Padahal “bukti telah berbicara”. Kondisi demikian tentu tidak sebanding dan tidak berimbang. Sejumlah petunjuk dan data-data memperlihatkan adanya indikasi dan potensi terganggunya Kamdagri. bahkan dalam cakupan yang lebih luas ancaman bagi Ketahanan Nasional. Dua yang tersebut pertama adalah bersifat lokal, adapun yang tersebut terakhir bersifat transnasional dengan ideologi transendental yang tidak mungkin dapat disandingkan dengan 4 (empat) pilar Kebangsaan Indonesia.

Saya berharap, pimpinan NU kembali kepada kontribusi kerja nyata bagaimana membangun generasi yang mampu berfikir dan berkarya dengan keilmuan dan keimanan, bukan hanya selalu dan seringkali melontarkan pernyataan yang destruktif.  Ingat NU itu bukan “Nasi Uduk” yang menjadi sarapan pagi, namun tidak mampu bertahan hingga siang dan malam hari. Demikian.

Jakarta, 23 Agustus 2016.