Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Fatwa Syiah; Wanita Dewasa Boleh Hanya Memakai Celana Dalam Dihadapan Ayahnya

Ar-Ruhani Asyi'i
Syiahindonesia.com - Fatwa bodoh nan dungu serta fatwa jorok nan menjijikkan selalu keluar dari para pendeta syi’ah, salah satunya ialah pendeta besar mereka “Ar-Ruhani”.

Sungguh bodoh dan saksikan sendiri fatwanya.

“Ar-Ruhani” ditanya:

هل يجوز للبنت البالغة المتزوجة تقبيل أبيها و أمها من الفم ؟ هل يجوز ات تجلس في حضن أبيها من باب المحبة ؟ هل تستطيع لبس ما يستر القبل و حلقة الدبر فقط أمام أبويها كحد أقصى من غير ريبة ؟

“Apakah boleh bagi seorang anak perempuan yang telah baligh dan menikah, untuk mencium ayah dan ibunya dengan mulut, dan apakah boleh baginya untuk duduk dipangkuan ayahnya karena rasa cinta? Dan apakah boleh baginya memakai celana dalam yang menutup lubang kemaluannya dan dubur saja di depan kedua orang tuanya tanpa ada keraguan?”

“Ar-Ruhani” menjawab:

بإسمه جلت أسماؤه الأمور الثلاثة التي سالتم عن أحکامها کلها جائز لا إشکال في شيء منها کيف و قد کان النبي صلى الله عليه و اله يقبل إبنته

“Dengan nama Allah yang mulia nama-namaNya. Ketiga perkara yang engkau tanyakan mengenai hukumunya, maka semuanya boleh sama sekali tidak ada keraguan mengenai hukum kebolehannya. Bagaimana dan nabi telah mencium anaknya”

Fatwa Ayatus Syaithan “Ar-Ruhani” bisa dilihat disini: http://www.al-rohani.net/question/5040



Syi’ah dan syi’ah.. Betapa bodohnya mereka telah diperbudak oleh syahwat nafsu belaka.

Ternyata bagi syi’ah, diperbolehkan hal seperti itu. Boleh bagi wanita yang sudah besar dan sudah menikah untuk memakai celana dalam saja di hadapan ayahnya dan kemudian duduk di pangkuan ayahnya dan kemudian mencium mulut ayahnya. Itu tidak lain hanyalah seks nyata. Betapa bodohnya agama syi’ah. (alamiri.net/syaihindonesia.com)

Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry

Umat Islam Nusantara Mesti Bersatu Menentang Syiah

Oleh Abdul Shakur Muhamad Zamani

Syiahindonesia.com – Gerakan Syiah Iraniyyah menyasarkan Indonesia dan Malaysia sebagai tapak gerak kerja sesat mereka di rantau Nusantara.

Justeru, umat Islam mesti bersatu di dalam perkara usul dan menghormati khilaf fiqh demi menghalang gerakan Syiah yang berusaha menyesatkan umat Islam di Nusantara.

Ketua Unit Kajian Syiah Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA), Ustaz Mohamad Ismail, berkata demikian dalam Ijtima’ Ulama’, Rakerda (Rapat Kerja Daerah) dan Pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Riau di Dewan Serindit, Kompleks Perumahan Gabenor Riau di sini semalam.

Dalam pembentangannya, Ustaz Mohamad berkongsi maklumat latar belakang gerakan penyebaran Syiah di Malaysia dan langkah kerajaan Malaysia dalam membenteras penyebaran fahaman sesat itu.

Turut membentang kertas kerja di Ijtima’ ini ialah Ustaz Dr Abdul Chair (Khair) Ramadhan, ahli MUI Pusat dan penulis buku, “Syiah menurut Syiah, Ancaman Nyata NKRI” dan Ustaz Dr Musthafa Umar, Ketua Komisi Fatwa, MUI cawangan Riau.

Ustaz Mohamad hadir ke majlis itu atas jemputan Majlis Ulama Indonesia (MUI) cawangan Riau. (islamweb.net/syiahindonesia.com)

Pemuda Muhammadiyah : Ketimbang Bikin Kontroversi, Lebih Baik Menag Atasi Syiah

Syiahindonesia.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin diminta fokus urusan umat ketimbang membuat kontroversi terkait pembacaan Al Quran dengan irama macopat/langgam jawa.

"PWPM Sumut mendesak agar Menag Lukman Hakim Saifuddin lebih fokus terhadap urusan keumatan ketimbang urusan sepele," jelas Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, M. Basir Hasibuan, dikutip dari RMOL (Rabu, 20/5).

Mengingat banyaknya masalah yang mendera umat, Menteri Lukman jangan sampai membuat kebijakan yang menyulut kontroversi. Seperti pembacaan Al Quran dengan langgam Jawa saat peringatan Isra' Mi'raj di Istana Jumat malam lalu.

"Penggunaan langgam Jawa dalam acara Isra' Mi'raj menuai kontroversi di kalangan ulama. Seolah-olah diperbolehkan menggunakan langgam Jawa, Batak, Aceh, Madura," ungkapnya.

Apalagi perubahan penggunaan langgam dikhawatirkan akan mengurangi makna. "Sedikit saja bunyi hurufnya berbeda, maknanya berbeda," ungkapnya.

Karena pembacaan Al Quran dengan langgam Jawa tersebut menuai polemik, Menag disibukkan untuk mengklarifikasi. Apalagi Menag mengakui bahwa itu atas permintaannya.

"Ketimbang urusan yang sepele, Pemuda Muhammadiyah mendesak Menag lebih fokus pada penataan kurikulum pesantren agar anak muda tidak tersusupi ISIS, penataan ibadah haji dan urusan Syiah yang jelas mendangkalkan aqidah umat Islam," tandasnya.(RMOL/Islamedia/YL/syiahindonesia.com)

Jika Aparat Tidak Mau Membubarkan Syiah, Maka Umat Islam Harus Siap Membubarkannya

Demo Anti Syiah, Bandung (19/05/15)
Syiahindonesia.com - Dalam aksi Long March ‘Selamatkan Indonesia dari Makar Syiah’ pada Selasa (19/05) kemarin di Bandung, ada satu orasi yang menarik tentang perumpamaan aliran sesat Syiah, yang disampaikan oleh perwakilan dari Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat Ustadz Agung.

Dalam orasinya, Ustadz Agung mengatakan bahwa jika ada aparat Polisi atau TNI gadungan (palsu-red), pasti TNI dan Polisi gadungan itu akan disiksa oleh aparat yang sesungguhnya.

“Maka jika ada ‘Islam’ gadungan seperti Syiah, Ahmadiyah, maka halal untuk disiksa,” ucapnya dengan suara yang lantang dan disambut pekikan  takbir dari massa aksi.

    ...jika masyarakat menemukan pengajian-pengajian atau majelis-majelis yang menyesatkan, maka laporkan kepada aparat yang berwenang untuk dibubarkan

Ustadz Agung kemudian mengatakan jika masyarakat menemukan pengajian-pengajian atau majelis-majelis yang menyesatkan, maka laporkan kepada aparat yang berwenang untuk dibubarkan.

“Jika aparat tidak mau atau tidak bisa membubarkannya, maka kita harus siap membubarkannya berdasarkan syariat Islam,” ujarnya.

“Jika TNI atau Polisi diinjak-injak harga diri dan kehormatannya pasti akan marah, nah bagaimana kalau ada orang yang menginjak-injak, melecehkan Allah, Rosul, Al-Quran dan Islam? Jadi sangat wajar kalau umat Islam marah ketika Allah, Rosul, Al-Quran dan Islam diinjak-injak oleh kelompok sesat seperti Syiah,” pungkasnya.

Aksi Long March ‘Selamatkan Indonesia dari Makar Syiah’ ini diikuti oleh gabungan ormas Islam yang ada di Jawa Barat. Menurut panitia, aksi ini hanya merupakan awal dari aksi-aksi besar lainnya dalam rangka menyadarkan masyarakat terutama umat Islam akan ancaman dan bahaya Syiah. (syahid/voa-islam.com/syiahindonesia.com)

Serukan Syiar Kristen, Emilia Renita Bangga Berkata “Haleluya”

Syiahindonesia.com - Sudah terlalu banyak bukti yang menunjukan loyalitas Emilia Renita dan para pengikutnya kepada kaum kafir Kristen.

Setelah beberapa hari lalu Emilia dan para antek-antek usai merayakan hari paskah di sebuah gereja bersama-sama orang kristen katolik (baca disini), kali ini istri Jalaludin Rahmat ini membuat geger di socmed dengan menyiarkan seruan orang kristen, "Haleluya". Entah apa yang dia pikirkan, apakah ia sudah di baptis oleh pendeta-pendeta katolik di hari paskah itu? ataukah memang sejatinya dia asli beragama kristen? entahlah...

Seruan Emilia Renita itu tertulis dalam sebuah status Facebooknya pada tanggal 16 Mei 2015. Dalam postingan status tersebut, dia mencaci maki ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah) dengan menyebutnya sebagai ormas odong-odong.

"Seperinya 4 bulan lalu bersama Ormas Odong2 ANNAS memamerkan baju Anti Syiah, apa skarang Mau pake Rompi Orange bertuliskan tersangka ??" tulisnya.

Sambil menghina ANNAS, Emilia dengan bangga menyuarakan syiar yang biasa orang kristen lakukan, “Haleluya.”

Apa Sebenarnya Hakikat Kata “Haleluya” Itu?   

Kata“Haleluya” merupakan suatu kata yang sangat populer di kalangan orang Kristen, baik dari kalangan Pentakosta maupun Protestan. Seluruh umat Kristen pasti pernah mengucapkan kata ini, baik di dalam momen ibadah gerejawi, doa pribadi, ataupun di dalam kehidupan sehari-hari. Ia adalah istilah Kristen yang berarti ungkapan untuk menyatakan pujian, rasa syukur, atau rasa sukacita.
Seorang tokoh kristen terkenal Pdm.Yohannes Nahuway, M.Th mengungkapkan bahwa apabila seseorang mengucapkan kata haleluya, maka secara otomatis semua orang tahu bahwa dia adalah seorang Kristen. (lihat: artikelnya disini)

Kalau Emilia Renita Mengaku Muslim, Mengapa Menyiarkan Syiar Kristen?

Haleluya, Syalom, dan Puji Tuhan  dan syiar kristen lainnya merupakan ucapan yang tidak pantas bagi seorang muslim. Hal ini karena ucapan tersebut adalah dzikirnya orang nashrani, dan ucapan tersebut sangat tidak layak di ucapkan oleh orang muslim.

Rasulullah sudah mengajarkan kepada kaum muslimin tentang ucapan-ucapan atau dzikir yang baik seperti Subhanallah, Alhamdulilla, Allahu akbar, dan lafadz-lafadz dzikir yang lainnya.

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sebaik-baik perkataan adalah Subhanallah Wal Hamdulilah La Ilaha Illallahu Allahu Akbar, (Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada ilah selain Allah dan Allah maha besar) " (Hadits Imam Ahmad Bin Hanbal Nomor 15816)

Selain itu, ucapan Haleluya merupakan tabi’at orang kristen, dan menirunya tidaklah diperkenankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” (HR. At-Tirmidzi). (nisyi/syiahindonesia.com)

Berikut screen shot status Emilia Renita yang di ambil pada tanggal 20/05/2015: