Slide

Syiah Indonesia

Syubhat Dan Bantahan

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Tanya Jawab

Syiah Nushairiyah Bantai 6 Anak Dari 1 Keluarga yang Sama

SURIAH (syiahindonesia.com) - Enam anak, yang berasal dari satu keluarga yang sama, gugur dalam serangan udara oleh pasukan rezim haus
darah Bashar Assad di sebuah desa di provinsi utara Aleppo, sebuah kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (23/7).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengutip penduduk setempat, yang mengatakan bahwa tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan dari sebuah keluarga Muslim gugur dalam serangan pada Selasa di Wahsyiyah.

Desa ini terletak di daerah yang dikuasai Mujahidin di provinsi Aleppo, yang telah dilanda pemboman dari udara secara konstan sejak akhir tahun lalu. (Nisyi/SyiahIndonesia.com/Antiliberalnews.com)

Pernyataan Resmi Ahlus Sunnah Terhadap Keberadaan Syiah Di Indonesia

Muslimin Indonesia menolak keberadaan Syiah di Indonesia

Tabligh Akbar “Ahlussunnah Bersatu Menolak Syiah” di Masjid Al-Furqan, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jum’at (10/6/2011). Acara diskusi ini mengupas tentang sesatnya aliran Syi’ah. Banyak kalangan muda yang hadir pada diskusi ini, sehingga memenuhi ruang masjid Al-Furqon.

Para pembicara dalam acara tersebut adalah KH. A. Cholil Ridwan ( MUI  Pusat ), Habib Ahmad Zain Al Kaff (Yayasan Albayyinat dan PWNU Jatim), Ustadz Agus Tri Sundawi (Majelis Tabligh PP Muhammadiyuah), Idrus Ramli (PBNU dan  alumni Ponpes Sidogiri Jatim).

“Syi’ah adalah aliran politik dan politik ujung-ujungnya kekuasaan. Syi’ah menggunakan politik sebagai kendaraan untuk menggapai kekuasaan,” ungkap A. Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Kebudayaan, dalam sambutannya membuka acara diskusi tersebut.“Di Malaysia Syi’ah dilarang, 129 aktivisnya dipenjara. Padahal Islam hanya 60 persen di Malaysia, tetapi Pemerintahnya tegas dalam menangani aliran sesat. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk melindungi aqidah umat Islam”, imbuh Kyai yang kental dengan aksen betawinya ini.


Senada dengan itu Habib Achmad Zein Alkaf, Ketua Bidang Organisasi Albayyinat menambahkan bahwa
pemasalahan aliran sesat syi’ah harus ada campur tangan pemerintah, karena mereka didukung oleh dana yang kuat  dan mempunyai jaringan internasional yang terorganisir.
 
 Untuk itu Habib Achmad, pengurus NU Jatim, menghimbau kepada pemerintah agar secepatnya mengambil sikap yang lebih tegas terhadap syi’ah.
“Kalau orang orang Syiah itu sungguh sungguh ingin Ber-Ukhuwwah Islamiyah dengan Ahlussunnah, mengapa mereka tidak Ber-ukhuwwah Islamiyah dengan Ahlussunnah yang ada di Iran ?”.“Berapa banyak ulama Sunni yang sampai sekarang mendekam dipenjara penjara di Iran, dan berapa banyak yang sudah dibantai oleh Rezim Khumaini”.“Mengapa yang dikirim ke Indonesia kok bukan ulama ulama yang Sunni dari Iran? Padahal Indonesia adalah Bumi Ahlussunnah, apa takut mereka membuka keadaan Ahlussunnah di Iran yang sangat tertekan ?”.
Begitu juga dengan Agus Tri Sundani dari Muhammadiyah yang menyampaikan bahwa  Muhammadiyah menolak Syi’ah dan akan berjuang terus untuk membasmi syi’ah
Sedangkan Idrus Ramli, pengurus NU Jatim yang tinggal di Jember, telah menyiapkan kader-kadernya untuk bisa berdebat dengan syi’ah. Karena pengalaman ustadz muda ini yang pernah didatangi seorang syi’ah yang tidak puas dengan ceramah yang disampaikan Idrus Ramli dalam sebuah acara pernikahan terkait dengan ahlul bait.
Akhirnya, acara ini ditutup dengan pernyataan sikap bersama ormas-ormas Islam Indonesia yang menyatakan Syi’ah berbahaya bagi agama, bangsa dan Negara. Juga mendesak pihak-pihak berwenang dengan tegas menyatakan syi’ah sebagai aliran sesat yang harus dilarang di Indonesia. (mzs)

بسم الله الرحمن الرحيم
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA AHLUSSUNNAH INDONESIA

Kami Ahlussunnah Indonesia menyatakan sikap bersama tentang keberadaan Syi’ah Imamiyyah Itsna ’Asyariyyah di Indonesia sebagai berikut:

MENIMBANG

1. Ajaran Ahlussunnah adalah Ajaran dan jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan Sahabatnya hingga hari kiamat. (Qs An-Nisa’ 115 dan Al-Hasyr 7)

2. Siapapun yang tidak sesuai dan bahkan menyelisihi Ahlussunnah wal Jama’ah, berarti menyelisihi kebenaran, maka dia tersesat. (Qs. Yunus: 32 dan Al-An’am 55)

3. Ahlussunnah meyakini bahwa Al-Qur’anul Karim adalah Kitab yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetap terjaga dari penambahan dan pengurangan hingga hari kiamat (Qs Al-Hijr 9). Sedangkan Syi’ah meyakini bahwa Al- Qur’an yang ada terdapat pengurangan dan tidak otentik.

Ulama besar Syi’ah Husein bin Muhammad Taqi An Nuri At Tabarsi dalam kitabnya “Fashlul Khithob fi Itsbat Tahrif Kitab Rabbil arbab” berkata: “Ahlun Naqli Wal Atsar dari kalangan khusus (Syi’ah) dan umum (Ahlussunnah) sepakat bahwa Al-Qur’an yang di tangan umat Islam saat ini bukanlah Al-Qur’an seutuhnya”.

Dan Al-Qur’an versi Syi’ah disebut dengan mushhaf Fathimah berjumlah 17.000 ayat dan akan dibawa oleh Imam Mahdi (Al-Kafi juz, 2 hal. 597, cet Beirut dan Faslul Khithab hal 235).

4. Syi’ah menyelisihi Ahlussunnah dalam rukun iman. Ahlussunnah meyakini Rukun Iman ada Enam yaitu Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman Kitabkitab Allah, Iman kepada para Rasul Allah, Iman kepada Hari Kebangkitan, dan Iman kepada Qadar-Nya, baik ataupun buruk. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Iman ada 5 yaitu At Tauhid, An-Nubuwwah, Al-Imamah, Al-Adl, Al-Ma’ad.

5. Syi’ah menyelisihi Ahlussunnah dalam rukun Islam. Ahlussunnah meyakini Rukun Islam ada 5 yaitu dua kalimat Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Islam ada 5 yaitu Shalat, Puasa, Zakat, Haji, dan wilayah, bahkan Al-wilayah lebih utama di banding rukun Islam lainnya dalam kitab Ushul Kafi.

6. Ahlussunnah telah sepakat bahwa Manusia yang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah adalah Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq dan Sayyidina Umar radhiyallahu ‘anhuma. Sedangkan menurut Syi’ah mereka berdua adalah kafir dan dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia. (Al-Kafi juz 8 hal. 246, Haqqul Yaqin hal. 367 dan 519)

7. Ahlussunnah sepakat bahwa Mut’ah hukumnya Haram. Sedang Syi’ah menghalalkan Mut’ah.

8. Ahlussunnah meyakini bahwa ‘Ishmah (kema’shuman) hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rasul. Sedangkan Syi’ah meyakini bahwa ‘Ishmah juga dimiliki oleh para Imam mereka yang dua belas.

9. Syi’ah Imamiyyah Itsna ‘Asyariyah telah berdusta atas nama ahlul bait dalam hal menetapkan pokok-pokok ajaran.

10. Ahlussunnah (Umat Islam Indonesia) di mata orang Syi’ah adalah kafir (Murtad), anak zina, halal darah dan hartanya.

11. Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut: Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia. Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah.

12. Surat Edaran Departemen Agama Nomor D/BA.01/4865/1983, tanggal 5 Desember 1983 perihal “Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah.”

13. Pada poin ke-5 tentang Syi’ah Imamiyah (yang di Iran dan juga merembes ke Indonesia, red) disebutkan sejumlah perbedaannya dengan Islam. Lalu dalam Surat Edaran Departemen Agama itu dinyatakan sbb: “Semua itu tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Dalam ajaran Syi’ah Imamiyah pikiran tak dapat berkembang, ijtihad tidak boleh. Semuanya harus menunggu dan tergantung pada imam. Antara manusia biasa dan Imam ada gap atau jarak yang menganga lebar, yang merupakan tempat subur untuk segala macam khurafat dan takhayul yang menyimpang dari ajaran Islam.” (Surat Edaran Departemen Agama No: D/BA.01/4865/1983, Tanggal: 5 Desember 1983, Tentang: Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah, butir ke 5).

MENYATAKAN

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas dan pandangan dari para narasumber, yang mewakili ormas-ormas Islam, mengambil kesimpulan dan menyatakan bahwa:

1. Ahlussunnah tidak dapat dipersatukan dengan Syi’ah, karena berbeda dalam Ushuluddin (Aqidah/Tauhid).

2. Syi’ah berbahaya bagi agama, bangsa dan negara.

3. Mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa lagi tentang sesatnya Syi’ah secara tegas.

4. Mendesak Pemerintah agar melarang Syi’ah dan aktivitasnya di seluruh wilayah Indonesia, agar tidak timbul konflik seperti di Irak, Yaman, Pakistan dan Negara lain.

5. Kami Ahlussunnah (Muslimin Indonesia) sangat menolak keras MUHSIN (Forum Ukhuwah Sunni-Syi’ah Indonesia) yang digagas beberapa waktu yang lalu oleh aktivis-aktivis Syi’ah dan oknum yang mengatasnamakan Muslimin Indonesia di Jakarta.

Jakarta, Jum’at 8 Rajab 1432 H / 10 Juni 2011
AHLUSSUNNAH INDONESIA


Yang Membuat Pernyataan, 
PP  Muhammadiyah   (Agus Tri Sundani)
Nahdlatul ‘Ulama  (M. Idrus Ramli)
Al-Bayyinat  (Achmad Zein Alkaf)
Dewan  Dakwah  Islamiyah  Indonesia  (DDII) (Amlir Syaifa Yasin)
Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI)(KH.Cholil Ridwan,Lc)
Persis  (Persatuan Islam) (Tiar Anwar Bakhtiar)
Perhimpunan Al-Irsyad  (Aminullah)
Lembaga Tarbiyah Islamiyyah  (Arif Munandar R.)
Gema Salam (Abdurrahman Humaidan)
Pemuda Al-Irsyad Al-Islamiyah  (Fahmi.B.)
Hidayatullah  (P Gadiman Djojonegoro)
Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (HASMI)  (Aby Fadel)
KOEPAS  (M Rizal.S)
PP. Jum’iyyah An-Najat  (Muhammad Faisal, S Pd. M.MPd)
PP. Jam’iyah Ukhuwah Islamiyah (Abdul Malik Akbar)

Sumber: Albayyinat.net


Hadirin sedang mendengarkan “Bahayanya Syiah”
dari Nara Sumber.
Ini Pernyataan Sikap Ahlussunnah Indonesia terhadap Syiah. Kata Habib Achmad Zein Alkaf

IJABI Datangkan Ulama Syiah Iran Di Masjid Raya Makassar

Untuk menarik simpati Muslimin Makassar, IJABI kembali mendatangkan seorang ulama aliran sesat Syiah dari Iran ke kota ini, kemarin, selasa, 22/7.

Jika ramadhan tahun lalu ulama mereka menggelar seminar al-Qur’an di Gedung Graha Pena, kantor Harian Fajar di Jl. Urip Sumoharjo, maka tahun ini ulamanya dibawa bertandang ke redaksi Tribun Timur dan juga Masjid Raya Makassar.

Di Masjid Raya, Hujjatulislam Dr. Abul Hasan Ahmadi Shahrokhti disambut oleh ketua MUI Makassar, Dr. Mustamin Arsyad, Lc., MA.
Dalam sambutannya di hadapan jamaah masjid Raya, Ketua MUI ini mengatakan, “Beliau ini adalah tamu saya. Tamu Majelis Ulama Indonesia Makassar. Beliau ini orang yang memiliki kapabilitas. Diakui oleh para ulama di Iran.”

Tema yang dibawakan dalam ceramah tarwihnya berkaitan dengan al-Qur’an dan Palestina. Bisa jadi ini salah satu trik Syiah untuk mengambil hati kaum muslimin dengan mengangkat tema solidaritas untuk Palestina. Hal ini karena fakta yang ada dilapangan, justru ormas Syiah yang ada di wilayah itu pro Yahudi Israel untuk kemudian membantu dalam menyingkirkan kaum muslimin di Palestina, Hizbullah misalnya.

Terlebih lagi tema tentang al-Quran. Betapa Syiah mengklaim al-Quran yang ada sekarang telah mengalami distorsi, sehingga keontetikannya perlu dipertanyakan lantaran yang membukukan al-Quran adalah para sahabat yang mereka klaim sebagai orang-orang yang "murtad".

Apakah ini taqiyah? Bisa jadi! Karena bagi syiah, menyembunyikan agama dan doktrin bagi mereka adalah masuk dari bagian aqidah.

Berikut beberapa ceramah yang sejatinya bertentangan dengan keyakinan mereka sendiri:
“Seandainya negara-negara arab mengembargo minyaknya kepada Israel, namun disayangkan tidak hanya (tidak mau) mengembargo, bahkan memusuhi gerakan-gerakan perlawanan kepada Israel. Siapa yang mempersenjatai Hizbullah Lebanon.  Siapa yang melemahkan Negara Suriah yang merupakan Negara yang terdepan melawan Israel. Siapa yang melemahkan mereka. Sebagian Negara-negara arab mempersenjatai kelompok-kelompok extrem, memberikan dana besar-besaran kepada mereka untuk melemahkan bangsa yang terdepan melawan Israel.” Ujarnya dengan semangat.

“Islam yang mengajarkan untuk membunuh saudara muslimnya, itu bukan Islam. Ini sebenarnya konspirasi barat untuk memusuhi Islam yang ingin menghadap-hadapkan, mengkonfrontasikan sesama muslim. Memperbesar perbedaan antara sunni dan syiah, untuk mereka ambil manfaat dari pertempuran dan pertikaian tersebut.” Lanjut ulama muda negara Syiah iran ini.

“Hari jumat yang akan kita hadapi ini, sebagai hari jumat terakhir bulan ramadhan. Imam Khomeini mendeklarasikannya sebagai hari Quds sedunia. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada setiap jamaah yang memberikan kehormatan ini, terkhusus kepada Dr. Mustamin Arsyad, Lc,. MA., untuk dapat menyampaikan pesan-pesan al-Qur’an kepada saudara-saudara saya di Makassar di Masjid Raya kota ini. HIduplah Islam. Hiduplah islam. Hiduplah Negara-negara Islam. Hiduplah bangsa yang tertindas Palestina. Hiduplah Negara Islam Iran.” Ahmad Shahrokhti menutup ceramahnya.
(Nisyi/lppimakassar.com/SyiahIndonesia.com)

Waspadalah! Syiah sebar doktrin sesat melalui media TV


Satu persatu stasiun TV sekuler dan Syiah menghinakan Islam. Beberapa hari lalu, syiah melalui TV one mencoba mencari perhatian umat islam dengan tayangan yang secara tidak langsung mengandung kontrofersi.
Dalam sebuah tayangan bertemakan “Air Mata Palestina”, diperlihatkan gambar anak-anak sebagai korban korban kejahatan Israel yang sejatinya adalah bocah-bocah Syiah. Hal ini disinalir dari ikat kepala yang dipakai anak-anak tersebut dengan tulisan al Husein.

Ada apa? Kenapa yang terlihat justru anak-anak Syiah yang harusnya mereka jadi anak angkat orang-orang yahudi Israel? Ya, tentu ini adalah makar dari orang-orang syiah agar mata kaum muslimin tertipu oleh muslihat yang sering mereka gunakan untuk menyebarkan doktrin-doktrin sesat mereka.
Acara tersebut menghadirkan Joserizal Merc sebagai narasumber. Padahal, ia adalah salah seorang yang terindikasi sebagai seorang syiah lantaran pernah menyatakan pembelaannya terhadap basyar Asad selaku diktator Suriah yang telah membantai Ahlus Sunnah di negeri tersebut.
Tak hanya TV One saja, Metro TV pun juga patut di waspadai
Nampaknya Syiah punya strategi menyebarkan agama mereka melalui media-media TV Nasional. Kali ini Metro TV bersama tokoh Syiah Indonesia Quraish Shihab menghinakan kemuliaan Nabiyullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam.
Dalam acara "Tafsir Al-Misbah", Quraish Shihab memberikan statement bahwa Nabi Muhammad tidak dapat jaminan surga. Hal ini tentu salah kaprah dalam akidah, dan bertolak belakang dengan pemahaman salafus sholeh Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Terbukti sudah dukungan Quraish Shihab terhadap Aqidah Syiah yang mengatakan "Jibril alaihissalam salah mengirim wahyu kepada Muhammad, yang mana sharusnya dikirim kepada Ali radiyallahu anhu".
Berikut tayangannya pada menit 19:55 !

Spontan statemen ini mendapat tanggapan dari para du’at, beberapa diantaranya seperti Ust. Anung Al Hamat, Direktur Forum Studi Sekte-sekte Islam (FS3I) yang menyatakan kekeliruan Quraish Shihab dalam membawakan sebuah dalil.
“Dalam mengomentari ayat dan hadits tersebut, Imam Nawawi menyatakan: “Bahwa seseorang masuk surga adalah dikarenakan amal-amalnya kemudian taufiq, hidayah, keikhlasan dan diterimanya adalah atas rahmat Allah. Ulama lain menyatakan bahwa surga itu bertingkat-tingkat. Dan tingkatan surga itu tergantung banyak sedikitnya amal shalih seseorang. Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa faktor yg memasukan seseorang ke surga itu adalah amalan shalih dan amalan shalih itu adalah bagian dari rahmat Allah SWT,” tutur kandidat doktor di bidang pendidikan Islam ini kepada Kiblat.net, Senin, (14/07) malam.
“Jadi saya simpulkan hadits tersebut jangan disalahpahami sebagaimana kalangan Murjiah yang menyatakan amal tidak penting, karena nanti yang memasukkan ke surga adalah rahmat Allah. Justru kita katakan bahwa amal itu merupakan salah satu faktor yang bisa mendatangkan rahmat Allah,” ungkap beliau.
Sedikit demi sedikit Syiah mulai menunjukkan wujud aslinya, menyusupkan doktrin-doktrin sesatnya melalui media kepada masyarakat luas. Layaknya bagi kaum muslimin untuk serius dalam memahami kesesatan-kesesatan aliran yang disepakati sebagai salah satu aliran sesat oleh para ulama dunia dan ormas-ormas Islam di Indonesia, agar kita bisa memfilter berita-berita ataupun tontonan-tontonan di televisi yang sekarang dijadikan alat untuk menyebarkan propaganda oleh kaum sesat Syiah. (Nisyi/Syiahindonesia.com)

Gaza Bergejolak, Syiah Ambil Keuntungan


Jalur Gaza kembali membara. Tahukah Anda mengapa Zionis Israel kembali menbantai Muslimin Palestine di Ramadhan ini? Yahudi Israel ingin mengesankan bahwa saudara kandungnya-lah yang paling peduli akan penderitaan muslimin di Gaza.
Lantas siapa saudara kandung Yahudi? Yaa tepat, SYIAH jawabnya.
Sudah menjadi jadwal rutin tahunan Syiah (khususnya di Indonesia), untuk melakukan solidaritas besar2an untuk Muslimin Palestine di setiap jumat terakhir di Bulan Ramadhan. Perlu kita ketahui, tujuan utama Syiah bukanlah ikhlas membantu Muslimin Gaza, melainkan hanya untuk menggaet muslimin Indonesia agar salut akan kepedulian Syiah kepada Muslimin Gaza dan menganggap Syiah tidaklah sesat.
Voice of Palestine adalah organisasi milik Syiah di Indonesia yang paling vokal menyuarakan solidaritas untuk palestine. Setiap Jumat terakhir pada Bulan Ramadhan mereka selalu berorasi besar2an dengan tema solidaritas untuk Muslimin Gaza. Mujtahid Hashem adalah Direktur organisasi tersebut.
Mirisnya, alumni SMA Al Islam Surakarta ini besar dan berkembang dengan ajaran Syiah bersama Syiah Solo yang lantas terbang ke Qum-Iran untuk menyempurnakan pemahaman Syiahnya.
Siapa Syiah Solo? Tentu kita semua mengetahuinya.
Bisa Anda buktikan sendiri dari fakta-fakta yang ada sebagai berikut:
1. Orasi Mujatahid Hashem untuk Palestine pada tahun 2010 dengan menyanjung2 Khomeini di tengah orasi (sangat aneh). http://m.youtube.com/watch?v=Ls8hJ6ItAW8
2. Pamflet kegiatan VOP bersolidaritas untuk Palestine pada setiap Jumat terakhir di Bulan Ramadhan. (Perhatikan gambar)
3. VOP bersama Jose Rizal Mer-C masuk ke Gaza bersama Garda Revolusi Iran pada tahun 2010. http://m.voa-islam.com//news/suaraislam/2010/06/08/6919/merc-tembus-gaza-bersama-garda-revolusi-%20iran/
4. Syiah Indonesia lagi2 bersama Mujtahid Hashem dengan VOP nya seakan2 peduli dengan Muslimin Gaza melalui website resmi Syiah Indonesia.
5. Status FB terakhir Direktur VOP mengajak umat Islam bergabung bersama Syiah dalam bersolidaritas untuk Muslimin Gaza (lihat gambar)
#PerselingkuhanYahudiDanSyiah
SEBARKAN!!! ORANG-ORANG TERDEKATMU HARUS TAHU SANDIWARA SYIAH INDONESIA!!!

Oleh Ust. Syarif Baraja

(Syiahindonesia.com/lppimakassar.com)