Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Fiqih Syiah : "Jima Bersama Istri Melalui Dubur Tidak Membatalkan Puasa"

Syiahindonesia.com - Kita ketahui bersama bahwasanya jima bersama istri melalui duburnya adalah dosa besar bahkan sampai ke derajat kufur. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى حَائِضًا، أَوِ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا، أَوْ كَاهِنًا، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang berjima’ dengan istri yang haid atau berjima’ dengan istri melalui duburnya atau mendatangi seorang dukun, maka dia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Jika jima’ bersama istri melalui dubur adalah dosa besar, lantas bagaimana jika hal tersebut dilakukan di bulan Ramadhan?? Tentu dosanya lebih besar. Namun, tidak bagi syi’ah. Bagi syi’ah tidaklah berdosa jima’ bersama istri melalui dubur walaupun di bulan Ramadhan jika keduanya saling ridha dan saling menyukai jima’ melalui dubur.

Disebutkan dalam kitab mu’tamad (refrensi pegangan) syi’ah “Tahdzib Al-Ahkam”:

الرجل يأتي المرأة في دبرها وهي صائمة قال: لا ينقض صومها وليس عليها غسل

“Seseorang jima’ bersama istrinya melalui duburnya sedangkan dia sedang berpuasa, Abu Abdillah alaihissalam berkata: “Puasanya tidak batal dan dia tidak wajib mandi” (Tahdzib Al-Ahkam 4/319)

Disebutkan dalam riwayat syi’ah yang lain, Abu Abdillah alaihissalam berkata:

إذا اتى الرجل المرأة في الدبر وهي صائمة لم ينقض صومها وليس عليها غسل

“Jika seseorang lelaki jima’ bersama istrinya melalui duburnya dan sedangkan dia sedang melakukan puasa, maka puasanya tidak batal dan dia tidak wajib mandi” (Tahdzib Al-Ahkam 4/319)

Dan tentu, mereka mencari-cari celah. Dari pada jima’ bersama istri melalui lubang kemaluan istri akan membatalkan puasa, lebih baik mendatangi istri melalui duburnya. Dan sama sekali hal tersebut tidaklah berdosa, dan tidak membatalkan puasa, dan tidak wajib mandi bagi syi’ah.

Mari kita lihat fatwa gila dari pendeta syi’ah yang bernama Muhsin Al-Ushfur. Dia ditanya oleh seorang perempuan:

انا فتاه متزوجه حديثا ورغبتي بالجنس قويه لدرجة أني لا أكتفي بالمجامعه من القبل فأطلب من  زوجي بمجامعتي من الدبر فيجامعني برضاه علما باني أكتفي بهاذا الحد. أما السؤال فهوماحكم الجماع من الخلف؟ وماهي الكفاره المترتبه عليه؟ وهل يعد طلبي هذا إهانه في حق زوجي ؟

“Aku seorang wanita muda yang baru saja menikah, dan keinginanku terhadap seks sangatlah besar sampai ke derajat yang mana aku tidak puas dan tidak merasa cukup jika jima’ hanya melalui lubang kemaluanku. Maka aku meminta kepada suamiku untuk menjima’i diriku melalui lubang duburku. Maka dia menjima’iku melalui dubur dengan keridhaannya karena dia tahu bahwa aku merasa cukup dan puas jika dia menjima’iku juga melalui dubur.

Adapun pertanyaannya, apa hukum jima’ melalui dubur? Dan apa kaffarah yang terjadi? Dan apakah permintaanku ini termasuk penghinaan terhadap hak suamiku?”

Muhsin  Al-Ushfur menjawab:

المشهور بين فقهاء الشيعة كما سبق وان ذكرنا هو جواز جماع الزوج للزوجة في الدبر إذا رضيت هي به أي بشرط ان يكون برضاها وموافقتها وعدم ترتب اذية وضرر عليها وهذا الجواز على كراهة .

“Yang populer dari para ahli fiqh syi’ah sebagaimana yang telah kami sebutkan. Bahwasanya diperbolehkan jima’ bersama istri melalui dubur jika sang istri ridha. Maksudnya adalah sang istri ridha dan telah sepakat maka diperbolehkan, dan jika tidak menimbulkan penyakit dan bahaya terhadap istrinya, maka diperbolehkan walaupun hal ini makruh” (Fatwa lihat di situs Al-Ushfur langsung: http://al-asfoor.com/fatawa/index.php?id=587)

As-Sistani pendeta besar syi’ah juga ditanya:

هل الجماع من الدبر حرام أم حلال؟ ولماذا؟ وهل الدبر مكان خروج الفضلات والقبل هو مكان خروج البول؟

“Apakah jima’ melalui dubur haram atau halal? Dan mengapa? Apakah dubur tempat keluarnya kotoran dan kemaluan tempat keluarnya air seni?”

As-Sistani menjawab:

الجماع من الدبر مكروه ولكنه جائز مع رضا الزوجة والمراد بالدبر هو ما ذكرت

“Jima’ melalui dubur adalah makruh. Akan tetapi jika sudah diridhai oleh istri maka diperbolehkan (tidak makruh lagi). Dan dubur adalah tempat keluarnya kotoran sebagaimana yang engkau sebutkan” (Istiftaa’aat As-Sistani hal. 224)

Silahkan para pembaca menghukumi sendiri akan bodohnya para syi’ah, yang mengatakan bahwa jima’ bersama istri melalui dubur diperbolehkan dan tidaklah berdosa serta tidak membatalkan puasa begitu pula tidak mewajibkan mandi.

Silahkan para pembaca menghukumi sendiri betapa bodohnya syi'ah.

Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry

MUI Jabar Minta Masyarakat Waspadai Kelompok Syiah

Syiahindonesia.com - Sekretaris MUI Jawa Barat, KH. Raffani Achyar menyerukan agar kaum Muslimin di Jawa Barat tak melonggarkan perhatiannya dalam mewaspadai sekte Syiah. Menurutnya, di Indonesia, wilayah Jawa Barat cukup menjadi perhatian karena menjadi pusat perkembangan sekte Syiah.

“Memang Jabar menjadi pusatnya pengembangan paham syiah, karena ketuanya kan ada Jawa Barat (Bandung),” kata Raffani seperti dikutip dari Fokus Jabar pada Selasa (23/06).

Kendati demikian, pihaknya belum mengeluarkan fatwa terkait paham yang mempunyai ajaran bertentangan dengan ajaran Islam sesungguhnya. Namun, pihaknya mengaku MUI Pusat pernah merekomendasikan pada tahun 1984 untuk mewaspadai berkembangnya ajaran sekte Syiah di Indonesia.

“Kalau jumlahnya kita belum tahu jelas, tapi saya yakin tidak besar,” tegasnya.

Dia menekankan agar masyarakat memiliki komitmen kuat agar tidak terjebak ajaran tersebut.

“Memang kita dengan syiah ada perbedaan yang sangat fundamental. Tetapi tidak boleh melakukan tindakan-tindakan kekerasan kepada mereka (pengikutnya),” pungkasnya. (kiblat.net/syiahindonesia.com)

Hadirilah Roadshow Kajian "Syiah Merusak Islam" di Solo

Syiahindonesia.com - Hadirilah Roadshow Kajian "Syiah Merusak Islam" di Solo

Safari Dakwah bersama Komunitas Masjidku Makmur ...

Akankah DIBIARKAN, Syi'ah Merusak ISLAM???

KAMIS , 25 Juni 2015.
di Masjid Ar Rahman Makamhaji
(Underpass Makamhaji ke Utara 300 mtr, Lalu ke timur 40 mtr, Sebelah Kiri Jln)

Brsm:
Ust. Hasan Alim

Moderator:
Muh. Nasir
Penyiar Hiz Fm

Dapatkan Tabel PERBEDAAN ISLAM & Syi'ah, GRATIS dan Sebarkan ke Semua Penjuru NKRI

Shalat Isya dan Tarawih di tempat.


Pengecut, Syiah Nushairiyah Bom Masjid pada Waktu Berbuka Puasa

Syiahindonesia.com - Lebih dari 15 orang warga sipil Muslim Suriah telah terkena bom barel, yang dijatuhkan oleh pasukan rezim Syiah Nusyairiyyah Bashar Assad di Masjid bersejarah Saad Ansari di Aleppo pada saat para jamaah sedang berbuka puasa.

Sedikitnya 14 warga sipil Muslim gugur dan 20 lainnya luka-luka dalam serangan bom barel rezim di lingkungan Kallasa dan Qasila, seperti dilansir World Bulletin dari Anadolu Agency pada Selasa (23/6).

Sementara itu, puluhan rumah hancur akibat pemboman di lingkungan Kasel, di mana jenazah warga sipil Muslim, termasuk seorang gadis Muslimah kecil, ditemukan di bawah reruntuhan.

Menurut aktivis di lapangan, tentara rezim telah meningkatkan serangan sejak awal Ramadan. Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) pun telah mengkonfirmasi jumlah korban tersebut. (antiliberalnews.com/syiahindonesia.com)

Diprotes Banyak Pihak, MNCTV Minta Maaf & Menarik Penayangan Film Syiah "Dia Tetap Ibuku"

Syiahindonesia.com - Sempat menuai protes dari banyak pihak, MNCTV merilis klarifikasi terkait penayangan sebuah film yang berjudul "Dia Tetap Ibuku" beberapa hari lalu.

Film yang mempertontonkan ideologi sesat Syiah berupa Nikah Mut'ah ini mendapat reaksi keras dari banyak orang bahkan tokoh-tokoh agama karena kandungannya yang memperbolehkan Nikah Mut'ah dengan syarat tertentu. (baca: Syiah Masuk ke Pertelevisian Indonesia, MNCTV Tayangkan Film Berideologi Syiah)


"kami menyampaikan bahwa tidak ada niat apalagi kesengajaan dari MNCTV untuk menayangkan sesuatu materi program acara yang bertentangan atau menyinggung nilai ajaran agama tertentu atau menentang fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)." sebagaimana ditulis dalam situs resmi MNCTV.COM.

"Kami tetap menjadikan MUI dan fatwa-fatwanya sebagai salah satu pedoman penting," lanjutnya.

Pihak managemen MNCTV juga menyampaikan permohonan maaf, dan akan menjadi perhatian mereka di kemudian hari. Sebagai tanggapannya, MNCTV sudah menarik sinetron tersebut sehingga tidak akan ditayangkan lagi.

Semoga ittikad baik yang disampaikan MNCTV bisa terlaksana, dan bisa menjadi pelajaran untuk kehati-hatian kedepannya dalam menayangkan program-program MNCTV pada konsumen TV. Jangan sampai ideologi kelompok seperti Syiah, liberal, dan kelompok lain yang sudah diacap sebagai aliran sesat oleh MUI malah dikenalkan dan dibenarkan kepada masyarakat umum melalui pertelivisian di Indonesia. Wallahu musta'an. (nisyi/syiahindonesia.com)