Slide

Syiah Indonesia

Syubhat Dan Bantahan

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Tanya Jawab

Melacak Jejak Syiah Di Era Soeharto

Di awal kemunculannya Syiah tidak berani terang-terangan menunjukkan doktrin-doktrin sesatnya. terutama doktrin Syiah yang bisa mengancam stabilitas NKRI pada zaman pak Harto, karena itu mereka mendapatkan kontrol ketat dari pemerintahan Presiden Soeharto. Mereka pun cenderung fokus menyebarkan fikih-fikih Syiah yang masing asing di kalangan kaum Muslimin Indonesia.

Syiah mulai menunjukkan eksistensinya di Indonesia pada awal 90 an, ketika kebutuhan akan fikih Syiah makin mendesak. Hal ini wajar, sebab merebaknya pemikiran-pemikiran Syiah di kalangan mahasiswa dan di kota-kota besar di Indonesia tidak diimbangi oleh menyebarnya tulisan-tulisan dan kajian-kajian tentang fikih Syiah. Ketika muncul serangan-serangan mendiskreditkan Syiah karena memiliki praktik-praktik ibadah yang berbeda dengan Islam, mereka tidak siap menerimanya. Pada  saat bersamaan, alumni-alumni Qum dari Indonesia mulai kembali k e tanah air dan mendakwahkan Syiah.

Berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa yang tertarik dengan Syiah, alumni-alumni Qum ini adalah tipikal orang-orang yang mempelajari sesuatu (dalam hal ini adalah ajaran Syiah) sampai ke dasar-dasarnya. Mereka lebih paham akan fikih-fikih Syiah dan yang paling penting: mereka lebih radikal dan frontal dalam menghadapi serangan-serangan kepada mereka. Hal ini semakin terasa dengan banyak dibukanya pengajian-pengajian Syiah di berbagai tempat. Selain pengajian-pengajian, mereka juga mulai menerbitkan buku-buku Syiah yang “berbau” fikih. Bukan hanya buku-buku yang berisi pemikiran dan filsafat tokoh-tokoh Syiah.

Orang-orang yang tertarik dengan Syiah pun tidak lagi datang dari kalangan terbatas seperti mahasiwa dan lingkungan perguruan tinggi. Kali ini mereka jauh lebih beragam yang, dalam kata-kata Jalaluddin Rakhmat, “tidak begitu terpelajar.”

Kemunculan alumni-alumni Qum juga diimbangi oleh berdirinya yayasan-yayasan Syiah di berbagai kota di Indonesia. Pada 1995, diketahui ada 40 yayasan Syiah yang telah berdiri di Indonesia dan 25 di antaranya berada di Jakarta. Kemudian juga, sebuah jurnal di Jakarta pernah mendata orang-orang yang memeluk Syiah di Indonesia pada 1995 itu. Hasilnya, yang tentu saja masih bisa diperdebatkan, ada 20.000 orang yang menjalani ajaran Syiah secara total.

Turunnya presiden Soeharto dari jabatan Presiden RI pada Mei 1998 membawa dampak yang tidak sedikit di tengah masyarakat. Jika pada masa pemerintahan Soeharto komunitas Syiah masih diawasi dan dikontrol dengan baik, maka sepeninggalnya, komunitas Syiah berkembang pesat dan menanam pengaruh yang tidak bisa diabaikan.

Meskipun era orde baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto terdapat banyak kesalahan, tapi setidaknya pak Harto berhasil menjinakkan kelompok radikal yang berkedok agama dan membatasi ruang geraknya yaitu Syiah.(Asysyariah/iz)

Sumber: Koepas.org

Jika Syiah Bisa Menjawabnya, Sebuah Renungan Untuk Syiah

Oleh: Ustadz Musyaffa' Ad Dariny

Cobalah jawab, mana yang seharusnya lebih tahu tentang Islam yang dibawa Nabi, keluarga beliau, ataukah para sahabat beliau?! Bukankah seharusnya keluarga beliau adalah orang yang paling banyak tahu tentang Islam?!

Kita katakan:

1. Kalau kaidah ini mutlak benarnya, tentunya tidak ada kerabat Nabi -shollalohu alaihi wasallam- yg masuk neraka, namun ternyata ada, diantaranya paman beliau: Abu Lahab, Abu Jahal, Abu Thalib dll.

2. Orang yang paling banyak tahu tentang Islam adalah orang yang paling banyak bersama beliau dan orang yang paling banyak mengambil ilmu dari beliau, baik dia itu keluarga beliau atau yang lainnya.

Ketika di rumah, maka keluarga yang sedang bersama beliau yang lebih tahu... Ketika di luar rumah, maka orang yang bersama beliau yang lebih tahu.

3. Keluarga beliau mencakup istri beliau,hampir setiap hari beliau bersama istrinya, lalu mengapa mereka dicampakkan oleh kaum Syiah?

4. Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- tidak membedakan dalam menyampaikan Risalah Islam, sebagaimana ditunjukkan oleh perkataan Sahabat Ali -rodhiyallohu anhu-:

"Tidak ada kitab (khusus) yang kami baca, selain kitabulloh dan apa yang ada dalam lembaran ini, di dalamnya ada aturan hukum qishosh dan umur-umur unta", lalu beliau menyebutkan beberapa hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-. [HR. Bukhori]

5. Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- lebih banyak menyampaikan Islam di luar rumah, baik di masjid beliau ataupun di tempat lain. Sehingga tidak otomatis keluarga beliau lebih tahu ilmu beliau daripada orang lain.

6. Sebagaimana telah biasa terjadi, orang yang paling tahu tentang ilmu seseorang adalah orang yang paling banyak mengambil ilmu dari orang tersebut, dan itu tidak mengharuskan dari keluarganya.

Bahkan seringkali seorang murid kesayangan atau teman akrab seseorang lebih banyak tahu tentang ilmu orang tersebut daripada keluarganya sendiri.

7. Ajaran para Ahlul Bait tidak bertentangan dengan ajaran para Sahabat Nabi, ajaran mereka sama dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan.

Sungguh mencintai Ahlul Bait adalah tuntutan iman kita... Tapi mencintai mereka tidak mengharuskan kita meninggalkan atau membenci atau merendahkan para sahabat Nabi lainnya.

Karena mereka adalah satu generasi yang saling melengkapi dan tidak mngkin dipisahkan, Wallohu a'lam.(iz)

Sumber: Koepas.org

Fatwa Ulama Syiah Halalkan Mut'ah (Zina) Berjama'ah Di Masjid

Jakarta (Syiahindonesia.com) - Jika ingin bersenang-senang dan kehilangan akal sehat mungkin Syiah-lah tempatnya. Telah banyak hal dalam ajaran Syiah yang mengguncang akidah dan akal sehat kita. Kok ada ya ajaran separah itu sesatnya dan sejauh itu menyimpangnya, termasuk zina berjamaah yang dilakukan di dalam Masjid Syiah (Husainiyah). Mari kita baca fatwa tersebut secara seksama.



Bismillahirrahmanirrahim

Yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, As-Sayyid Al-Mujahid, Muqtada Ash-Shadr, semoga Allah menjaga Anda,

Kami adalah sekumpulan kaum Mukminat Zainabiyat para penolong Jaisy al-Imam al-Mahdi. Kami ingin bertanya kepada Anda wahai yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, Muqtada Ash-Shadr, bahwa sekumpulan lelaki dari pasukan Jaisyul Imam mengundang kami untuk menghadiri acara mut’ah berjamaah di salah satu husainiyah (tempat beribadah kaum Syiah). Mereka mengatakan bahwa pahala mut’ah secara berjamaah lebih banyak 70 kali dari mut’ah sendiri-sendiri. Namun kami telah bertanya kepada salah satu perwakilan Syeikh Muhammad al-Ya’qubi tentang mut’ah berjamaah, beliau menolak segala hal yang berkaitan dengan mut’ah jenis ini dan beliau mengatakan bahwa hal itu termasuk bid’ah. Maka apakah boleh kami mut’ah secara berjamaah? Sebagai untuk diketahui bahwa mut’ah ini hanya berlangsung beberapa jam saja (kurang dari semalam). Tujuan dari acara ini adalah meredam gejolak syahwat pasukan Jaisyul Imam dimana mereka tidak sanggup menikah karena sibuknya mereka berperang dengan para nawashib (ahlus sunnah -penerj). Dan uang sewa mut’ahnya dipergunakan kembali untuk membeli perlengkapan berupa senjata untuk pasukan Jaisyul Imam. Mohon berikan jawaban Anda kepada kami. Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.

Zainabiyah
Azhar Hasan al-Farthusi
Wakil Zainabiyyat
17 Syawal 1426 H

Jawaban

Bismihi Ta’ala
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut’ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Para Nawashib (ahlussunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar.

Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya’qubi membenci mut’ah model ini.

Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut’ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara -penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka.

Selain itu, kami mengharapkan saudari zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.

(Cap Fatwa Muqtada Ash-Shadr)
Ttd Muqtada Ash-Shadr
23 Syawal 1426 H

[Muh. Istiqamah/lppimakassar]

Dedengkot Syiah Bahrudin Alias Abu Haidar Abi Telah Meninggal

Jakarta (Syiahindonesia.com) - Seorang ustadz Syiah bernama Bahrudin, telah di jemput ajalnya tadi malam, Selasa 19 Agustus 2014 jam 19.30 WIB di RS Fatmawati, Jakarta, sebagaimana di lansir dalam situs resmi IJABI.

Dedengkot Syiah yang juga eksis di Facebook dengan nama Abu Haidar Abi ini merupakan salah satu da'i Syiah yang menyebarkan ajaran-ajaran Syiah di Indonesia bersama dengan barisan Jalaludin Rahmat sebagai Anggota Dewan Syura IJABI. Hal ini juga tersinalir dari aktifitas-aktifitasnya di Facebook dengan akun @abuhaidar.abi, yang memposting ajaran-ajaran Syiah.

Berikut beberapa screen shot yang diambil dari update status Facebook yang merupakan bagian pemahaman aliran Syiah:

 













Semoga Allah mematikan kita dalam keadaan husnul khotimah, dalam keadaan sebagai seorang Muslim hakiki yang memegang jalan para sahabat dan para salafusholeh, dan bukan jalannya orang-orang sesat yang jauh dari petunjuk. Allahumma Ammin. (Nisyi/Syiahindonesia.com)

Syiah Di Singapura Shalat Fardhu 3 Kali Sehari

Singapura (Syiahindonesia.com) -  Syi’ah dan Ahmadiyah di negeri Singapura diberi 1 bangunan tempat ibadah khusus. Mereka dilarang mendirikan rumah ibadah lain atau berdakwah diluar bangunan tersebut. Penganutnya juga tidak disebut sebagai muslim. Negara dan masyarakat menyebut mereka sebagai Syi’ah atau Ahmadiyah.

Yang menarik, di tempat ibadah milik Syi’ah, penganutnya tidak menyelenggarakan “sholat” jum’at. Untuk ibadah harian, mereka hanya melaksanakan “sholat” subuh, zuhur dan magrib.

Di Singapura, Syi’ah betul-betul menampakkan perbedaanya dengan Islam. Sehingga kaum muslimin tidak mudah tertipu. Berbeda dengan Syi’ah di Indonesia. Mereka secara terang-terangan menjalankan ritual ajaran syi’ah mengatas namakan Islam atau Ahlul Bait. Andaikan mereka tidak buka-bukaan, tentu kaum muslimin di Indonesia tidak mudah dikelabui. (Nisyi/Syiahindonesia.com)

Sumber: Gensyiah.com