Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Republik Syiah Iran Umumkan Akan Pegang Kekuasaan Atas Lima Negara Arab

Syiahindonesia.com - Kepala angkatan bersenjata Republik Syiah Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, mengatakan bahwa negaranya telah mempekerjakan ahli militer mereka sejak Perang Iran-Irak untuk memperkuat kekuasaannya atas lima negara Arab, demikian lansir Middle East Update dari Middle East Monitor dan Moheet pada Jumat (23/6).
Add caption

Dalam parade militer untuk menandai peringatan ke-36 dari perang delapan tahun melawan Irak, yang dimulai pada tahun 1980, Bagheri dan para pemimpin militer lainnya mencantumkan lima negara di mana Iran mengklaim telah memegang kekuasaan diantaranya Yaman, Suriah, Irak, Libanon dan Palestina, menegaskan bahwa negara Syiah itu menganggap kelimanya sebagai bagian dari “poros perlawanan,” sebuah istilah yang sering digunakan oleh Teheran untuk memasarkan klaim propagandanya bahwa mereka memimpin perang melawan duo teroris “Israel” dan Amerika Serikat (AS).

Bagheri juga mengkritik tokoh Iran yang dituduh merencanakan untuk melemahkan kekuatan militer Teheran, mengacu pada pernyataan dari politisi veteran dan mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani yang mengecam bahwa negaranya hanya berinvestasi dalam kekuasaan militer dan bukannya berkonsentrasi pada pembangunan ekonomi.

Berbicara tentang model peran dalam hal ini, Rafsanjani menyebut Jerman dan Jepang, mengatakan bahwa mereka tidak membuang-buang uang pada kekuatan militer, melainkan menghabiskan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Republik Syiah Iran secara teratur memposisikan diri/mengklaim sebagai “anti-AS”, seolah-olah menjadi kekuatan “pro-Islam” di Timur Tengah. Namun, ada banyak contoh kerjasama yang mendalam dengan duo teroris AS dan “Israel”. Contohnya adalah skandal Iran Gate yang melibatkan ketiga negara dalam perang melawan Irak. (antiliberalnews)

Guna Bangun Stasiun Radio, Syiah Houthi Curi Dana Milik Pemerintah Yaman

Syiahindonesia.com - Pemberontak Syiah Houthi telah mencuri dana publik senilai 300 juta riyal ($ 1.2 juta dollar AS) untuk membangun stasiun radio baru, demikian menurut seorang sumber yang berbicara kepada Al Khaleej Online.
illustrasi

Sumber, yang berbicara dengan syarat anonim itu, mengatakan bahwa tokoh senior Syiah Houthi akan menjalankan stasiun radio baru tersebut.

Pemberontak Houthi kini memiliki dua stasiun radio di ibukota Sana’a yakni, SAM FM dan Sawt El Shaab, selain itu kelompok Syiah Houthi juga mengendalikan stasiun-stasiun radio milik pemerintah.

Menurut sumber itu, anggaran stasiun radio baru tersebut merupakan bagian dari alokasi anggaran negara yang kini dikendalikan oleh pemberontak Syiah Houthi yang disokong rezim syiah Iran itu.

Sekitar setahun yang lalu, pemberontak Houthi menguasai Hayat FM dan menyerbu kantor pusatnya, kemudian pasca penyerbuan itu stasiun radio Hayat FM dirubah Houthi menjadi stasiun radio Sawt El Shaab dengan anggaran lebih dari enam juta riyal ($ 23.990 dollar) per bulan.

Ahmed Hamid yang juga dikenal sebagai “Abu Mahfouz” saat ini sedang memimpin Dewan Direksi stasiun radio itu. Dia adalah pejabat media pemberontak Houthi.

Houthi juga telah menggeledah kantor stasiun radio NASS FM dan menyita peralatan-peralatannya.

Menurut para pengamat konflik Yaman, stasiun radio adalah cara yang paling penting dan efektif bagi pemberontak untuk mempromosikan kampanye politiknya. (panjimas)

Republik Iran: Daulah Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah Internasional

Syiahindonesia.com - Mayoritas penganut Syiah di dunia pada hari ini adalah penganut Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah. Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah memiliki “khalifah” dan “khilafah” yaitu Republik Syiah Iran (di dunia internasional dikenal dengan nama palsu: Republik Islam Iran). Dengan kekuatan dana, politik, ekonomi, militer, dan media massanya; Republik Syiah Iran mengekspor ajaran Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah ke seluruh dunia. Hari ini mereka memiliki kuku-kuku kekuasaan yang sangat kuat di Irak, Lebanon, Pakistan, India, Bahrain, dan lain-lain. Syiah yang berkembang di Indonesia juga merupakan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah.

pengikut syiah di iran

Empat Kitab Pokok Pegangan Syiah

Untuk memahami hakekat Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah, kita harus mengkaji akidah kelompok ini terlebih dahulu. Pertama kali kita harus mengkaji keyakinan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah terhadap Al-Qur’an, sebab Al-Qur’an adalah dasar pertama dan sumber utama dari agama Islam.

Untuk mengetahui keyakinan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah terhadap Al-Qur’an, kita harus meneliti kitab-kitab induk yang menjadi pegangan Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah dalam bidang tafsir dan hadits. Kita juga harus merujuk kepada riwayat-riwayat Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah sendiri, yang menurut mereka, diriwayatkan dengan jalur khusus Syiah sampai kepada imam-imam mereka yang ma’shum. Dengan demikian, kita bisa bersikap adil dan obyektif.

Riwayat-riwayat Syiah dari jalur semua perawi penganut Syiah yang bersambung sampai kepada 12 imam Syiah, menurut keyakinan penganut Syiah sendiri, terdapat dalam empat induk kitab Syiah, yaitu:

  1. Al-Kaafi karya Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (meninggal tahun 328 H). Di dalam kitab tersebut, Kulaini telah mencatat sebanyak 16.099 hadis beserta sanad-sanadnya. Kitab Al-Kaafi terdiri dari dua bagian pokok: Ushul Al-Kaafi dan Furu’ Al-Kaafi.
  2. Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih karya Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih al-Qumi, yang digelari ash-shaduq (meninggal tahun 381 H). Kitab ini memuat 9.044 hadis mengenai hukum-hukum menurut ajaran Syiah.
  3. Tahdzibu Al-Ahkam karya Muhammad bin Hasan ath-Thusi (meninggal tahun 460 H). Kitab ini memuat sebanyak 13.590 hadits Syiah.
  4. Al-Istibshar, juga merupakan karya Muhammad bin Hasan ath-Thusi. Kitab ini memuat 5.511 hadits Syiah.

Itulah pemaparan tentang sekte Syiah Rafidhah yang hari ini persebarannya mendunia karena didukung oleh Iran. Wallahu a’lam (kiblat)

Syiah Rafidhah, Sekte Syiah yang Mengkafirkan Sahabat

Syiahindonesia.com - Di antara salahsatu sekte Syiah adalah Syiah Rafidhah, yaitu sekte Syiah yang membelot dari Zaid bin Ali Zainal Abidin. Pada perkembangannya ternyata Syiah Rafidhah ini juga terpecah ke dalam beberapa sekte.

Foto: Para pemuda kampanyekan kesesatan syiah lewat kaos di Islamic Bookfair Jakarta

Kelompok-kelompok Syiah Rafidhah

Syiah Rafidhah adalah Syiah yang tidak mengakui kekhilafahan Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar, berlepas diri dari mayoritas generasi sahabat, meyakini kekhilafahan adalah hak Ali bin Abi Thalib dan anak keturunannya berdasar wasiat dan penegasan dari Nabi SAW, dan meyakini batilnya kekhilafahan para khalifah selain Ali dan anak keturunannya. (Firaqun Mu’ashiratun Tantasibu Ilal Islam, 1/344)

Syiah Rafidhah dikenal juga dengan nama Syiah Imamiyah, karena mereka meyakini bahwa Nabi SAW telah mewasiatkan secara tekstual bahwa khilafah sepeninggal beliau adalah hak Ali bin Abi Thalib dan anak keturunannya.

Dalam perkembangannya, Syiah Rafidhah terpecah menjadi banyak kelompok. Secara umum kelompok-kelompok Syiah Rafidhah sepakat meyakini:

    Bahwa kekhilafahan Ali bin Abi Thalib adalah berdasar nash (dalil) yang zhahir dan penunjukkan yang tegas dari Nabi SAW.
    Para sahabat adalah orang-orang kafir, sehingga mereka mencaci maki dan melecehkan generasi sahabat.
    Bahwa para khalifah sepeninggal Nabi SAW adalah (1) Ali bin Abi Thalib, lalu (2) Hasan bin Ali, lalu (3) Husain bin Ali, lalu (4) Ali Zaenal Abidin bin Husain, lalu (5) Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Husain, lalu (6) Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir.

Syiah Rafidhah bersepakat sampai imam ke-enam. Adapun setelah itu mereka berselisih dan pecah menjadi beberapa kelompok. Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dalam Maqalatul Islamiyyin wa Ikhtilafu Al-Mushallin bahkan menyebutkan Syiah Rafidhah terpecah menjadi 24 kelompok.

Perpecahan itu timbul karena imam ke-enam mereka, Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir, memiliki beberapa orang anak laki-laki; Abdullah Al-Afthah, Ishaq, Muhammad Syumait, Musa Al-Kazhim, Ismail, dan Ali. Mereka berselisih, siapakah anak Ja’far Ash-Shadiq yang menjadi imam ketujuh mereka? Di antara pecahan Syiah Rafidhah tersebut adalah:

  1.     Syiah Afthahiyah. Mereka adalah orang-orang Syiah Rafidhah yang meyakini bahwa hak kekhilafahan berada di tangan putra sulung, yaitu Abdullah Al-Afthah dan anak keturunannya.
  2.     Syiah Syumaitiyah. Mereka adalah orang-orang Syiah Rafidhah yang meyakini bahwa hak kekhilafahan berada di tangan Muhammad Syumaith dan anak keturunannya.
  3.     Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah. Mereka adalah orang-orang Syiah Rafidhah yang meyakini bahwa hak kekhilafahan berada di tangan Musa Al-Kazhim dan anak keturunannya.
  4.     Syiah Isma’iliyah. Mereka adalah orang-orang Syiah Rafidhah yang meyakini bahwa hak kekhilafahan berada di tangan Ismail dan anak keturunannya.

Dewasa ini Syiah Rafidhah yang paling dominan di dunia adalah Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah. Kelompok Syiah inilah yang saat ini berkembang luas di Iran, Irak, India, Pakistan, dan Lebanon. (Abul Hasan al-Asy’ari, Maqalatul Islamiyyin wa Ikhtilafu Al-Mushallin, 1/90-105; Asy-Syahrastani, Al-Milal wa An-Nihal, 1/163-176; dan Ghalib ‘Awaji, Firaqun Mu’ashiratun Tantasibu Ilal Islam, 1/344-358). (kiblat)

Kebodohan Syiah: Thowaf Di Kabah Hasil Karya Mereka Yang Dinamakan Kabah Abrahah

Syaihindonesia.com - Hanya bisa menahan tawa ketika melihat kebodohan syiah dalam beribadah. Mereka menolak agama Allah dan membuat ibadah baru. Dan tak hanya itu, mereka juga  membuat ka’bah tandingan di Yaman yang dinamakan dengan ka’bah Abrahah. Orang-orang hutsi syiah melakukan thawaf di sana.

illustrasi

Video ini saya dapatkan dari syaikh Khalid Al-Wushabi -haifidzahullah-. Silahkan para pembaca melihat aksi thawaf mereka di sana.


Atau bisa melihat di youtube melalui link ini: https://youtu.be/kttbIaiIL9E

Setelah melihat video ini, saya hanya bisa memanjatkan doa dari 2 ayat yang terdapat dalam surat Al-Fatihah:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

“(Ya Allah) Berilah kami petunjuk menuju jalan yang lurus (6). (Yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7)” (QS. Al-Fatihah 6-7) (alamiry)