Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Syiah di Garut Tidak Mau Akui Keaslian Al Quran

Penodaan sekte Syiah Itsna Asy’ariyah atau Imamiyah terhadap agama Islam sudah keterlaluan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) penting dan mendesak untuk segera mengeluarkan fatwa sesat terhadap mereka. Hal ini penting untuk menyelamatkan aqidah umat Islam Indonesia.

Seperti yang terjadi di Garut, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) akan mendesak agar MUI Kabupaten Garut untuk mengeluarkan fatwa sesat Syiah.

“Kita berharap MUI dapat segera proaktif ikut mencegah penyebaran Syiah di Kabupaten Garut. MUI Garut harus mengeluarkan fatwa sesat Syiah sebelum korban-korban berjatuhan,” ujar KH. Endang Yusuf kepadaIslampos, Rabu (25/2/2015).

Syiah Itsna Asy’ariyah yang berkembang di Garut, menurut Endang, memiliki perbedaan mendasar seperti perbedaan syahadat, tidak mengakui keaslian Al Qur’an dan gemar mencaci sahabat.

Dalam hematnya, hal-hal seperti ini akan memicu konflik horizontal karena ajaran Syiah banyak melecehkan konsep-konsep dasar yang menjadi dasar kehidupan mayoritas warga muslim Garut.

“Ini harus menjadi perhatian Bupati, Muspida, TNI, Polri, dan MUI. Sekali lagi, MUI harus keluarkan fatwa sesat Syiah,” tukasnya.

Sebagai tindakan pencegahan, ANNAS Garut juga memberi himbauan kepada DKM-DKM Masjid besar Kecamatan se-Kabupaten Garut agar tidak memberikan izin kepada Syiah untuk mengadakan kegiatan. (azm/arrahmah.com)

Tulis Kata Pengantar di Buku "Syiah Menurut Syiah", Kemenag: "Saya Memohon Maaf yang Sebesar-Besarnya"

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaefuddin memohon maaf kepada kepada umat Islam jika selama menjabat sebagai menteri tidak dalam koridor. Sebagaimana kekecewaan para ulama ketika Lukman memberikan Kata Pengantar buku “Syiah Menurut Syiah”.
Laporkan iklan ?

“Selaku Menteri Agama, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya bila dalam menjalankan fungsi kementerian agama saya tidak on the track atau keluar jalur,” ujar Lukman  dalam menanggapi nasehat dan kritikan saat audiensi para ulama bersama Forum Umat Islam di Kantor Kementerian Agama di Jl. Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2015).

Menteri Agama mengaku bersyukur mendapatkan nasehat dan koreksi dari para ulama agar dirinya terus sesuai jalur dalam memimpin Kementerian Agama.

“Ini adalah wujud dari ikatan keislaman kita. Bahwa kita saling menasehati dan saya mencatat sepenuhnya masukan, saran, juga kekecewaan dari para ulama, terhadap langkah-langkah kementerian Agama, khususnya Menteri Agama,” ujar Lukman.

Ia pun berjanji akan menampung dan menindaklanjutin seluruh aspirasi yang telah disampaikan para ulama yang tergabung dalam FUI.

Sementara itu, sebelum Lukman menyampaikan tanggapannya, delegasi ulama dari beberapa wilayah Indonesia menyampaikan masukan dan nasehat padanya. Termasuk  Habib Ahmad bin Zain al Kaff (PWNU Jawa Timur), Muhammad al-Khathath (Sekjen FUI), Muhammad Said Abdush Shomad (LPPI Makasar), Zulfi Sjukur (Dewan Dakwah), Alfian Tanjung (Taruna Muslim), Nurdiati Akma (PP FORSAP) dan sebagianya.

Saat menyampaikan masukan dan nasehat kepada Menag, Habib Ahmad Zain menyampaikan jika umat Islam di Indonesia merasa sakit hati ketika Menag memberikan kata pengantar dalam buku yang diterbikan kelompok Syiah.

Padahal, kata Habib Zain, umat Islam di Indonesia merupakan bumi Ahlus Sunnah yang saat ini sedang berjuang melawan bahaya Syiah, demikian ujar Habib Ahmad Zain al Kaff. [de/Islampos]

Faisal Ungkap Trauma yang Dialami Anak dan Istrinya Pasca Serangan Syiah di Az-Zikra

Insiden pemukulan dan pengeroyokan gerombolan Syiah terhadap Ketua Divisi Penegak Syariah Majelis Az-Zikra, Habib Faisal Salim Al-Kaff sudah terjadi hampir tiga pekan yang lalu, namun trauma yang disebabkan oleh aksi anarkistis para pelaku masih meninggalkan bekas.

Menurut Habib Faisal Salim, insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh 38 orang pembela Syiah terjadi di depan anak dan istrinya. Tak pelak, trauma yang cukup mendalam dirasakan oleh Habib Faisal Salim sekeluarga.

Bang Faisal, begitu ia akrab disapa, menceritakan kondisi anaknya yang terguncang ketika ayahnya dibawa ke Polres oleh gerombolan Syiah.

“Ketika waktu di Polres itu saya sempat disamperin (anaknya, red.), waktu itu dia sempet nangis sambil memeluk badan saya. Bi, abi sehat bi? Tanya dia. Jadi sedih lagi nih kalau ngomong nih,” tutur Bang Faisal kepada Kiblat.net dengan suara terbata-bata.

Saat itu, Bang Faisal hanya bisa menjawab singkat, “Abi sehat.”

Ia melanjutkan, dari kelima anaknya, yang mengalami trauma psikis paling parah ialah anak yang paling bungsu.

“Kalau malam suka nangis dia peluk ibunya, yang paling kecil itu yang paling trauma. Bahkan sekolah aja dia nggak mau, ketakutan,” ceritanya kepada Kiblat.net di Jakarta, belum lama ini.

Sementara, kepada istri tercintanya, Habib Faisal terus berupaya untuk menguatkan agar tetap tegar.

“Dia saya kuatkan untuk tetap berani. Karena sebenarnya dia juga agak takut, takut ada orang-orang datang lagi. Tapi saya kasih masukan-masukan agar dia berani,” pungkasnya. (kiblat.net)

Menodai Islam, Pushami akan menggugat Syiah

Pusat hak asasi Muslim Indonesia (Pushami) akan melakukan gugatan terhadap gerombolan Syiah karena telah menodai agama Islam. Hal ini didasari pada buku-buku Syiah yang mereka tulis sendiri.

“Pushami akan melakukan gugatan terhadap Syiah dengan cara pidana hingga perdata, bahkan hukum Internasional,” kata Mohammad Hariadi Nasution,SH,MH, Ketua Pushami dalam perbincangan kepada wartawan usai acara tabligh akbar dan sinergi umat dengan tema “Umat bersatu kokohkan ASWAJA (Ahlusunnah wal Jamaah),” Bogor, Ahad (22/2/2015).

Untuk memuluskan langkah ini, Pushami, kata pria yang biasa disapa Ombat ini, akan berkoordinasi dengan para Ulama, Habaib, tokoh umat Islam dan peneliti aliran sesat seperti Ustadz M. Amin Djamaluddin.

Ombat juga menuturkan dirinya telah mendengar gerakan Syiah, hanya saja dia baru tersentak bahaya gerombolan yang dikenal dalam sejarah sebagai kaum pemberontak ini, menyerbu perumahan bukit Sentul, kampung dimana KH. Arifin Ilham tinggal.

Pria berkepala plontos ini menyebut orang-orang Syiah sebagai orang yang tidak berilmu. Karena orang punya ilmu apalagi banyak ilmunya bisa menahan diri,

“Ketahuan orang syiah ini gak punya ilmu, maka tindakan mereka ngaco dan sesat,” tukas Ombat.

Pengacara Muhammad Jibriel saat dia ditangkap Densus88 tahun 2009 ini mengatakan, pelanggaran hak azasi Muslim ini salah satunya aliran sesat. Umat Islam, imbuh Ombat, ingin tenang beribadah namun selalu diganggu dengan penodaan agama Islam yang muncul di majalah, koran, buku, dan media sosial. “Kalau mau sesat sendiri aja, jangan ngajak-ngajak kita,” katanya.

Tidak cukup sampai disitu merekapun melakukan agresi dengan menyerang secara anarkis. Karena itu dirinya kaget saat Komplek perumahan Az Zikra yang teduh damai penuh dengan zikir kepada Allah tiba-tiba diserbu oleh gerombolan Syiah dari luar kota, ada yang dari Tangerang, Surabaya dan lain-lain. Kalau sudah cara-cara preman yang ditempuh oleh kelompok syiah, kata Ombat, maka mereka telah menjual kepada umat Islam.

“Nah kalau sudah begitu kita umat Islam gak sekedar membeli aja, tapi memborong. Mau apa juga kita layani,” tegasnya.

Untuk itu dia meminta kaum Muslimin untuk bersatu menghadapi Syiah dan kelompok aliran sesat lainnya. “Ahlusunnah wal Jama’ah harus bersatu,” ucapnya.

Sementara saat ditanya wartawan sinyalemen keberadaan gerombolan Syiah pada kelompok Underground, Ombat membenarkan sinyalemen itu.

“Ternyata benar ada dan kita buktikan itu ada secara gamblang,” ucapnya. (azmuttaqin/arrahmah.com)

Hadirilah Tabligh Akbar "Umat Bersatu Kokohkan Aswaja" di Bogor

Syiahindonesia.com - Hadirilah Tabligh Akbar dan Sinergi Umat dengan Tema:

‘UMAT BERSATU KOKOHKAN ASWAJA (Ahlus Sunnah wal Jama’ah)’,

Ahad, 3 Jumadil Awwal 1436 H/22 Februari 2015 M, pukul 08.00 – 15.00 WIB

Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat

FIPS-SENTUL-finalBersama: KH M. Arifin Ilham, Habib Muhsin Alatas, Habib Muhsin bin Zeid Al Athos, KH Mukti Ali, KH Syaefudin Ahmad Syuhada, KH Haekal Hasan, KH Athian Ali M. Da’i, KH Farid Ahmad Okbah, KH Amin Jamaluddin, KH Muhammad Al-Khaththath, KH Haidar Bawazier, KH Fathuddin Ja’far, KH Idrus Ramli, Munarman, SH

CP: Hardi – 085718814806, Ahmad Syuhada – 081310422475