Slide

Syiah Indonesia

Syubhat Dan Bantahan

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Tanya Jawab

Berpotensi Timbulkan Konflik, Umat Islam Semarang Tolak Perayaan Asyura

Pernyataan Sikap GIBAS
Syiahindonesia.com – Puluhan orang tampak berkerumun di masjid Baiturrahman Simpang Lima, Semarang usai shalat Jumat, (31/10). Massa yang menamakan dirinya Gerakan Islam Bela Ahlul Bait dan Sahabat (GIBAS) ini membagi-bagikan CD dan buletin kesesatan sekte Syiah.

Mereka juga menolak perayaan Asyura kaum Syiah di Semarang yang rencananya akan digelar pada Senin, 3 November 2014 di Kompleks PRPP (Jateng Fair) di Jalan Anjasmoro, Tawang Mas Semarang.

GIBAS juga memberikan pernyataan sikap terkait perayaan Asyura, mereka menolak jika kelompok Syiah diberikan izin untuk mengadakan acara yang berpotensi memecah belah persatuan umat Islam itu.

“Kami umat Islam Semarang menolak dengan tegas perayaan Asyura nasional oleh kaum syiah yang akan diadakan di kota Semarang,” tulis GIBAS dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Kiblatnet pada Jumat, (31/10).

Menurutnya, dalam peringatan Asyura terdapat ritual penghujatan dan penghinaan terhadap para sahabat Rasululllah SAW. Hal itu jelas-jelas merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU No.1/PNPS/1965 tentang penodaan agama serta KUHP Pasal 156a tentang penistaan agama.

“Kami mendesak kepada aparat keamanan agar tidak memberikan ijin pelaksanaan perayaan Asyura di wilayah Semarang. Sebab, dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan dan berpotensi menimbulkan konflik horisontal di tengah masyarakat,” tambahnya.

Terakhir, GIBAS menegaskan Jika pihak MUI dan Kemenag tetap berdiam diri dan mengizinkan perayaan tersebut, maka GIBAS akan menurunkan massa saat kaum Syiah merayakannya di Kompleks PRPP.

Diperkirakan, peserta perayaan Asyura Nasional itu akan diikuti oleh 2.000 orang dari berbagai kota di Jawa Tengah.
Mustafa Ya’kub mereka menunggu di Ruang VVIP. (kiblat.net/syiahindonesia.com)

Habib Zein: Jika warga Bandung cinta Rasulullah, usir Jalal!

Syiahindonesia.com - Pengurus MUI Jawa Timur Habib Zein Al-Kaff mendesak agar Jalaluddin Rahmat diusir dari Bandung karena dianggap meresahkan umat dengan ajaran sesat Syiahnya.

“Harusnya Jalaluddin Rakhmat itu diusir dari Bandung, baru warga Bandung bisa dianggap cinta kepada Rasulullah. Usir Jalal dari Bandung!” tegas Habib Zein Al-Kaff kepada wartawan ketika ditanya peran Jalal yang menyebarkan ajaran Syiah sejak dahulu di Bandung, usai deklarasi nasional tolak aliran sesat dan bangkitnya komunis di mahad Al-Firqotun An-Najiyah Karang Ploso, Malang Ahad (26/10/2014), mengutip pemberitaan Bumisyam.com.

Terkait terpilihnya tokoh Syiah asal Bandung ini di parlemen, Habib Zein mengkritisi internal umat Islam yang terlalu membiarkan Jalal bergerak dan berbicara.

“Ini yang salah kita umat Islam membiarkan dia bergerak dan berbicara harusnya jangan diberi kesempatan kepada dia di media. Harusnya kita memilih pemimpin Islam, tapi umat malah memimpin tokoh seperti Jalal yang Syiah itu,” ujar ulama sepuh yang sangat gencar membentengi umat dari ajaran sesat syiah tersebut.

Pimpinan Yayasan Al-Bayyinah ini juga menyatakan bahwa dirinya tidak sudi bertemu untuk berdialog dengan Jalaluddin Rahmat karena menurutnya tidak ada gunanya berdialog dengan Jalal.

“Saya tidak sudi bertemu dengan Jalal, kalau dia ketemu saya ngajak bicara bisa-bisa dia saya gaplok. Kalau mau suruh dia datangin gurunya dari Iran baru saya mau dialog,” tandas tokoh NU Jawa Timur ini. (azm/arrahmah.com/syiahindonesia.com)

Hadirilah Tabligh Akbar "Hakikat Syi'ah" di Garut

Hadirilah Tabligh Akbar di Kab. Garut

Tema : Hakikat Syi'ah

Pembicara : Ust. KH. Farid A. Okbah, M.A
Pakar Syi'ah Nasional, Direktur Yayasan Al-Islam Bekasi, MIUMI Pusat.

Tanggal : 02 November 2014
Hari : Minggu
Jam : 08.00 s.d 12.00 wib

Tempat : Masjid Agung Garut

Penyelenggara :
Majelis Ulama Indonesia Kab. Garut
DDII Kab. Garut
Yay. Izhharul Haq Indonesia

Dr. Mohammad Baharun: Jika Ahlus Sunnah Tak Bersatu, NKRI Akan Terpecah Belah

Syiahindonesia.com - Kalau umat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang ada di Indonesia tidak bersatu, pasti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan terpecah belah. Sebab potensi bangsa ini adalah umat Islam Aswaja serta bagi negarawan-negarawan Muslim NKRI merupakan sesuatu yang final.
Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indoensia (MUI) Pusat, Prof. DR. Mohammad Baharun dalam orasinya pada Deklarasi Nasional Gabungan Masyarakat Penyelamat NKRI dari Konspirasi Aliran-Aliran Sesat: Syi’ah, Zionis dan Komunis Gaya Baru (KGB) di Ma’had Tahfidzul Qur’an Al Firqoh An Najiyah, Utara PUSDIK ARHANUD Desa Donowarih, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Ahad (26/10/2014).
“Jika umat Islam terpecah belah, maka perpecahan NKRI tinggal menuggu di depan mata. Dan naudzubillah, jika NKRI terpecah belah lebih kejam dari perpecahan Uni Soviet yang hancur berkeping-keping menjadi Negara-negara kecil yang lemah,” tegas Baharun.
Menurut Baharun umat Islam harus menyusun strategi diantaranya ialah dengan cara bersatu padu. Sebab aliran-aliran sesat sedang menari-nari di atas perpecahan umat Islam saat ini.
“Umat Islam sendiri yang bertanggung jawab untuk menjaga kerukunan internal Aswaja yang merupakan mayoritas tunggal di Indonesia,” tegas Baharun.
Menurut Baharun, jika umat Islam baik dari ormas manapun dan partai apapun mau serta mampu bersatu padu maka bisa jadi tidak akan muncul aliran-aliran sesat di Indonesia seperti Syi’ah Rafidhoh, Ahmadiyah, Liberal, Komunisme, Zionisme dll. (hidayatullah.com/syiahindonesia.com)

Iran Pecah Belah Dunia Arab Untuk Kepentingan Israel

Syiahindonesia.com - Pengawas HAM Arab di Suriah, Anwar Malek, menuduh Iran sebagai negara yang berkonspirasi dengan Barat memecah belah dunia Arab untuk kepentingan Israel. Iranlah yang bertanggung jawab atas kondisi politik dan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di dunia Arab saat ini.

Menurutnya, seperti dilansir Memo Islam, Rabu (29/10/2014) kemarin, “Suriah memasuki kondisi yang tidak menentu. Sebabnya adalah Basyar Asad yang menggunakan kekuatannya secara berlebihan dalam menghadapi demonstrasi damai menuntut reformasi. Tidak ada kekuatan yang mengawasi dan menghentikannya.”

Malik menambahkan, “Jika masih ada negara di kawasan Timur Tengah atau dunia yang tidak ingin bangsa Arab menikmati Musim Seminya, maka negara-negara yang telah berhasil menjatuhkan para diktatornya tetap akan mengalami ketidakpastian. Mungkin yang bisa dikecualikan adalah Tunisia. Itu karena Tunisia adalah negara kecil, berbeda dengan Yaman, Libya, Mesir, atau Suriah. Walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menguatnya gelombang anti-revolusi di sana di kemudian hari, jika para penguasanya tidak bertindak dengan penuh kebijaksanaan.”

Saat ini, menurutnya, Irak adalah negara jajahan Iran. Hal itu karena pemerintahnya loyal dan tunduk kepada Iran secara politik dan agama. Karena itulah Irak mempraktekkan aksi pembersihan etnis terhadap elemen bangsa yang sebenarnya sangat besar, yaitu Sunni.. (msa/dakwatuna/syiahindonesia.com)