Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

"Tidak ada Persatuan Sunni-Syiah, Syiah Terlalu Banyak Membantai Kaum Muslimin"

Illustrasi
Syiahindonesia.com - Jet tempur Suriah menggempur daerah Shalat Leiramon dan sekitar kota Kafr Hamrah di pedesan Aleppo. Serangan pada malam hari itu juga menargetkan pusat kota Aleppo.

Tidak cukup tiga daerah itu, desa dan kota-kota yang dikontrol pejuang Suriah di Aleppo juga mengalami hal serupa. Situasi sangat mencekam dan banyak warga ketakutan.

Serangan itu menyebabkan kota Aleppo hancur. Puluhan keluarga pagi-pagi buta meninggalkan rumah menuju daerah aman. Biasanya mereka menuju perbatasan Turki-Aleppo.

Menanggapi penderitaan yang dialami Muslim Sunni di Aleppo, mantan Dokter UGD Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram mengatakan bahwa tidak ada persatuan antara Ahlus Sunnah dan Syiah. Ia beranggapan bahwa sejarah kelam Syiah nyatakan betapa Syiah banyak membantai kaum muslimin.

"Tidak ada persatuan sunni-syiah, sejarah berbicara syiah sudah terlalu banyak membantai kaum muslimin," tulis akun twitter dr. Raehan Al Bahraen dalam tweetnya (2/5/16).

Pemilik situs muslimafiyah.com ini adalah dosen Fakultas Kedokteran Unviersitas Mataram yang aktif di forum Kajian Mahasiswa dan Pelajar Anshorusunnah Mataram. (nisyi/syiahindonesia.com)

Innalillahi, Dokter Anak Aleppo ini Gugur Akibat Serangan Udara Rezim Syiah

Dr. Muhammad Moaz (36) semasa hidupnya mengabdi untuk mengobati para bayi dan anak di Aleppo, Suriah. (Foto: BBC)
Syiahindonesia.com - Dr. Muhammad Waseem Moaz (36), satu-satunya dokter anak yang tersisa di Aleppo, meninggal dalam serangan udara pada Kamis (28/4/2016).

Badan amal Medecins Sans Frontieres mengatakan serangan terhadap rumah sakit Al-Quds telah memakan korban jiwa lebih dri 50 orang, termasuk setidaknya enam staf medis.

Direktur Rumah Sakit Anak di Aleppo, dr. Hatem, memuji kemanusiaan dan keberanian dr. Moaz. Ia mengatakan, dr. Moaz bertugas di Rumah Sakit anak di siang hari dan kemudian mengurus rumah sakit Al-Quds untuk keadaan darurat di malam hari.

“Dr. Moaz dan saya menghabiskan enam jam sehari bersama-sama. Ia ramah, baik, dan suka bercanda dengan seluruh staf. Dia adalah dokter terbaik di rumah sakit kami.”

Rekan lain dari dr. Moaz mengatakan kepada program World Tonight BBC, bahwa mereka telah bekerja bersama selama lima tahun.

“Dia adalah salah satu teman terbaik saya. Dia berusia 36 tahun, belum menikah sampai sekarang karena menunggu perang berdarah ini berhenti,” katanya.

“Dia mencintai negaranya, ia mencintai kotanya. Dia harus tetap dekat dengan bayi-bayi. Siapa yang akan merawat bayi-bayi itu jika semua orang tewas?”

Medicins Sans Frotieres (MSF), yang menjalankan rumah sakit Al-Quds, mengatakan dr. Moaz merupakan salah satu dokter terakhir anak di Aleppo. Ia telah bekerja di rumah sakit sejak 2013.

“Dia tetap bekerja, selalu ada, dan selalu khawatir tentang kebutuhan masyarakat. Dia jujur dan sangat berkomitmen. Dia bekerja di kondisi yang bahkan Anda tidak bisa membayangkan,” kata perwakilan MSF Aitor Zabalgogeazkoa kepada BBC.

Dilaporkan, dr. Moaz dan timnya pernah harus beroperasi di bawah tanah dalam ketakutan.

Rumah Sakit Aleppo dihantam seranga udara pada Rabu (27/4). Rumah sakit ini sudah dibawah tekanan ekstrem. Awal bulan ini dr. Zahed Katurji mengatakan kepada BBC bahwa tidak ada lebih dari 25 dokter yang beroperasi di Aleppo. MSF mengatakan bahwa tujuh rumah sakit yang disokongnya telah dibom sejak awal 2016, dan merenggut setidanya 16 nyawa staf medis. (fath/arrahmah.com)

Terbongkar! Pesan Rahasia Antara 3 Teroris Besar: Obama, Khamenei & Rouhani

Terbongkar! Pesan Rahasia Antara 3 Teroris Besar: Obama, Khamenei & Rouhani
Syiahindonesia.com - Pesan rahasia yang dipertukarkan antara Presiden AS Barack Obama dengan Iran awal tahun ini telah terbongkar , situs “reformis” Iran, Saham News melaporkan.

Organisasi yang dekat dengan pemerintah Presiden Iran Hassan Rouhani ini mengatakan bahwa pesan itu dikirim pada akhir Maret yang isinya menyerukan “kerjasama (AS-Iran) demi menyelesaikan masalah dan krisis yang terkait dengan Timur Tengah.”

Obama menyatakan dalam pesannya kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bahwa ia ingin merebut kesempatan yang tersisa sebelum akhir masa jabatannya untuk bisa bekerja bersama-sama dengan Iran pada isu-isu yang paling penting di wilayah tersebut. Obama menekankan bahwa sangat sedikit waktu yang tersisa dari masa jabatannya sebagai presiden dan dia berharap untuk “kerja sama dalam menyelesaikan krisis regional di Suriah, Irak dan Yaman.”

Dalam pesannya kepada Khamenei, Obama menekankan bahwa jika respon Iran dalam kasus ini positif, Obama secara pribadi akan berpartisipasi dalam konferensi yang diselenggarakan untuk tujuan ini dan juga akan bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Saham News mengutip dari sumber informasi lain yang mengatakan bahwa “setelah datangnya dua surat dari Obama ke Khamenei dan Rouhani,  dimana Obama meminta kerjasama antara Tehran dan Washington di kawasan itu, Obama mengundang Khamenei dan Rouhani untuk membahas masalah yang diangkat dalam pesan Obama.”

Selama pertemuan yang digelar antara kedua pemimpin Iran, Khamenei meminta pendapat Rouhani mengenai pesan dan tawaran Obama. Presiden Iran itu mengatakan penilaiannya atas ajakan Obama ini adalah positif dan menambahkan bahwa kerjasama ini mungkin bisa untuk menyelesaikan krisis regional yang dimaksud oleh Obama selama pertemuan kami dengan mereka dan bahwa pengaruh serta dampak Iran akan sangat ditingkatkan dalam hal kerja sama pada level yang lebih tinggi.

Saham news melaporkan bahwa Rouhani telah menekankan ia tidak akan mengambil tindakan apapun tanpa terlebih dahulu berkoordinasi sepenuhnya dengan guru spiritual Iran (Khamenei) dan tidak ada kerjasama yang boleh dilakukan tanpa sepengetahuan Khamenei.

Analis telah memperingatkan bahwa ini adalah bukti lebih lanjut dari penurunan hubungan antara Amerika dan negara-negara Teluk. (Middle East Monitor)

Syiah Suriah Bombardir Aleppo Saat Shalat Jum'at, Puluhan Muslim Syahid Seketika

Foto by: risalah.tv
Syaihindonesia.com - Serangan udara terus dilancarkan oleh militer rezim Suriah pada hari Jum'at kemarin. Bombardir di kawasan-kawasan pemukiman Aleppo yang dikuasai oposisi terus membunuh dan melukai puluhan warga sipil.

Sekitar 20 orang di seluruh provinsi Aleppo dilaporkan meninggal dunia akibat serangan rezim Assad saat waktu shalat Jum'at kaum Muslimin setempat.

Zouhir al-Shimale, seorang wartawan lokal, melaporkan bahwa serangan menghantam 4 sasaran, lokasi itu merupakan tempat bagi warga sipil.

"Semua lokasi adalah wilayah sipil, dan ketika serangan menghantam, orang-orang tengah berada di dekat atau di dalam masjid (untuk shalat Jum'at)", jelasnya kepada al-Jazeera.

Ia memperkirakan ada sekitar 30 warga sipil yang terluka hanya di daerah Bustan al-Qasr saja.

"Pengeboman itu terjadi selama shalat Jum'at. Saya berada di bagian doa saat serangan terjadi di al-Masyhad. Orang-orang mulai keluar dari masjid dan menyelamatkan diri", lanjutnya.

Shimale menjelaskan bahwa jalan-jalan Aleppo sebagian besar menjadi kosong setelah serangan pesawat rezim, dimana warga bergegas pulang untuk menghindari ruang terbuka.

"Orang-orang telah terbiasa mengalaminya. Mereka tahu bahwa setiap saat, rezim bisa menyerang lagi", jelas al-Shimale.

Menurut lembaga pemantau HAM Suriah, SOHR, serangan udara rezim Assad juga menyasar kota-kota di provinsi Idlib, dan membunuh sedikitnya tiga warga sipil.

Awal pekan ini, sekitar 40 orang warga meninggal seketika setelah jet tempur rezim Assad mengebom sebuah pasar buah dan ikan di kota Ma'arat Nu'man, Idlib. Tak jauh dari kota itu, rezim juga mengebom kota Kafr Nabl.

Sementara itu di berbagai front pertempuran, selama sepekan ini, melalui media sosial pejuang oposisi Suriah mengklaim telah berhasil menewaskan hingga ratusan milisi pro rezim.

Mereka yang tewas diantaranya terdiri dari militan teroris Syi'ah asing, tentara bayaran Syabihah pro Ba'ats, tentara rezim SAA dan pasukan "elit" republik Syi'ah Iran.

Namun Risalah belum menemukan sumber independen sebagai pembanding klaim ini. (Al-Jazeera/Orient-news/rslh)

Tokoh Aswaja Malaysia Usulkan Fatwa Haram Menikah dengan Pemeluk Syi'ah

Illustrasi
Syiahindonesia.com - Seorang tokoh intelektual Aswaja (Ahlusunnah wal-Jama'ah) Malaysia meminta dikeluarkannya sebuah fatwa khusus dari dewan fatwa Malaysia untuk melarang adanya pernikahan seorang Muslim Sunni dengan penganut sekte Syi'ah.

Menurut Abdullah Din, Wakil Presiden Asosiasi Ulama Kedah, fatwa haram diperlukan untuk mencegah munculnya konflik antar pasangan, dan bisa menyebabkan perceraian karena perbedaan keyakinan teologis (Sunni dan Syi'ah).

Ia juga meminta ketegasan fatwa tentang status makanan dan hewan sembelihan di tangan pemeluk sekte Syi'ah, apakah haram atau tidak.

"Saya berharap departemen agama dan mufti di semua negara bagian akan mengeluarkan fatwa yang jelas apakah diperbolehkan bagi Muslim untuk mengkonsumsi makanan yang diberikan oleh orang Syi'ah, termasuk apakah hewan yang disembelih oleh Syi'ah itu halal dan sebagainya", jelasnya, seperti dilansir Malaysiakini, pada 21 April lalu.

Usulan fatwa haramnya pernikahan disampaikan oleh Abdullah Din dalam acara "Seminar Internasional Gerakan Syiah dan Dampaknya Terhadap Dunia Islam 2016", acara yang juga dihadiri ANNAS Indonesia (Aliansi nasional anti Syi'ah).

Abdullah menilai, tidak adanya fatwa jelas terkait hal ini akhirnya menimbulkan berbagai masalah di masyarakat yang berpegang pada Ahlusunnah wal-Jama'ah, ketika ada kasus menikah dengan pengikut Syi'ah, baik sengaja atau tanpa disadari.

Menurutnya, masalah yang timbul adalah menyangkut tuntutan hukum seperti fasakh atau tuntutan cerai dan permohonan hadhanah (hak asuh anak).

“Ketika ini, hanya satu negara mengeluarkan fatwa tentang pernikahan di antara ASWJ dan Syiah yaitu Perlis, namun hukumnya hanya makruh, sama seperti hukum (hisap) rokok daun”, ujarnya, dikutip laman Berita Harian Malaysia yang direlai Hidayatullah.

Ia menganjurkan dalam masalah hak asuh, pengadilan tidak boleh menyerahkan anak kepada ibu atau pihak orang tua yang mengikuti ajaran Syiah. (Malaysiakini/Hidayatullah/risalahtv)