Slide

Syiah Indonesia

Syubhat Dan Bantahan

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Tanya Jawab

Inilah Alasan Namer Al Namir Di Vonis Hukuman Mati (Video)

Syiahindonesia.com - Video ini adalah bukti dari pada dosa-dosa tokoh syiah saudi ini, sehingga dia dijatuhi hukuman mati.
Diantara dosa-dosanya:

1. Menghina para sahabat nabi

a. Mengkafirkan abu bakar dan umar karena dianggap merampok khilafah dari ali
b. Muawiyyah memerangi ali
c. Menuduh umar menyeret ali, mematahkan tulang rusuk sayyidah fatimah
d. Meyakini abu bakar, umar, usman, aisyah, muawiyah di neraka

2. Menuntut diberlakukan pemerintah syiah (wilayatul faqih) di saudi bahkan di seluruh negara islam

3. Menghina amir naif , menghujat pemerintah

4. Membuat kekacauan di qathif

Berikut video pernyataannya:

Jalaludin Rahmat Mengaku Bahwa Syiah Bukan Islam (Video)

Syiahindonesia.com - Tahukah anda? bahwa sebenarnya Jalaluddin Rakhmat pernah menyampaikan kepada khalayak ramai bahwa aliran Syiah yang ia anut dan ia sebarkan adalah agama tersendiri dan berbeda dengan agama Islam yang kita anut. Ia menyampaikannya dalam dialog Sunnah-Syiah (Ahlus Sunnah diwakili oleh Ust. Rahmat Abd. Rahman, Lc/ wakil ketua LPPI Makassar sedangkan Syi’ah diwakili oleh Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat/ Ketua Dewan Syuro IJABI) di Program Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar pada tanggal 24 Februari 2011.

Waktu itu LPPI Makassar sangat menginginkan agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat dengan cara merekomendasikan kepada IJABI agar tidak mencela dan mencaci maki sahabat-sahabat Nabi atau tidak mengadakan acara-acara peringatan hari Asyuro atau peringatan 40 hari meninggalnya Imam Husain radhiyallahu ‘anhu yang pada peringatan-peringatan itu sahabat Nabi banyak dicaci-maki oleh mereka, namun JR menjawab: “Saya kira di antara saling menghormati di antara kita ialah saling menghormati upacara agama masing-masing!”, kepada pembaca yang ingin membuktikan kebenaran informasi perkataan “JR” silakan bisa lihat vide berikut pada menit ke 7:40



Adapun bagi yang ingin menyaksikan jalannya dialog sunnah-syiah secara utuh silakan menuju ke link berikut : http://www.youtube.com/results?search_query=debat+sunni+syiah+jilid+II&oq=debat+sunni+syiah+jilid+II&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=31762l35559l0l36536l9l9l0l8l0l0l200l200l2-1l1l0 (daulahislam/syiahindonesia.com)

Buku Syiah: Sunni Belajar Dari Sumber 'Palsu' Dan 'Kotor'

Syiahindonesia.com - Bukan Syiah namanya kalau tidak mencela Islam, baik melalui mulut-mulut mereka maupun tulisan mereka. Kali ini kita akan coba bedah buku Syiah. Buku yang di dalamnya menceritakan biografi para imam syiah. Yaitu buku yang bertajuk "Mutiara-Mutiara Yang Terpendam" yang di karang oleh Hikmatur Rahmat.

Pada bagian penutup dan kesimpulan pengarang mengeluarkan ideologi syiahnya yaitu ; menganggap bahwa kaum muslim selain syiah adalah tidak mau belajar dan mengambil ilmu dari Islam yang murni (lihat halaman 225, cet ke 1 2013, oleh Nur Al Huda). Bagi mereka Islam yang murni dan benar hanya versi mereka, yang mereka akui dari Ahlul Bait. Sedangkan yang lainnya adalah sudah tidak murni alias kotor.


Berikut beberapa pemahaman ngawur yang ditampilkan di dalam salah satu buku dari ratusan buku yang sudah tersebar. Mereka menganggap bahwa muslim selain Syiah tidak benar karena sumbernya sudah tidak benar.




Di halaman berikutnya, penulis menuduh bahwa Imam Bukhari mendukung paham khowarij dan nawasib yaitu membenci Ali bin Abu Thalib. Hal itu didasarkan pada kenyataan bahwa Imam Bukhari meriwayatkan dari jalur Ahlul Bait tidak sebanyak dengan yang jalur lainnya. Namun curangnya mereka, ketika mendakwahkan syiah ke masyarakat muslim mereka beralasan Imam Bukhari meriwayatkan hadis dengan perowi syiah. Kasian Imam Bukhari, di satu sisi dijual sebagai dagangan agar syiah laku di masyarakat, di sisi lain, di pojokkan karena kurang menguntungkan mereka.

Silahkan anda berpikir ulang untuk mengikuti mazhab Syiah, jika memang anda termasuk yang kritis dalam belajar. (faktasyiah.blogspot.com/syiahindonesia.com)

Ulama Syiah Membolehkan Homo Sex

Syiahindonesia.com - Suatu hari di kota Najaf datang berita kepada saya ( Sayyid Husein al-Musawi ) bahwa yang mulia Sayyid Abdul Husein Syafaruddin al-Musawi sampai ke Baghdad, dan akan sampai ke Hauzah ( kota ilmu ) untuk bertemu dengan yang mulia Imam Ali Kasyif al-Ghitha. Sayyid Syafaruddin adalah orang yang sangat dihormati di kalangan orang-orang Syi’ah, baik dari kalangan awwam maupun dari kalangan khusus. Terutama setelah terbitnya kitab-kitab yang dia karang, yaitu kitab Muraja’at ( Buku ini diterbitkan oleh Mizan dengan judul “Dialog Sunnah-Syi’ah”, penj. ) dan kitab Nash wal Ijtihad.

Ketika dia sampai di Najaf, dia mengunjungi kota ilmu. Para kader di Hauzah, baik para pelajar maupun para ulama’nya memberikan penyambutan kepadanya yang sangat meriah. Dalam satu majlis di kantor Sayyid Ali Kasyif Al-Ghitha’ yang dihadiri oleh banyak tokoh dan beberapa pelajar, dan saya adalah salah seorang dari mereka.

Ketika forum ini telah berlangsung masuk, tiba-tiba seorang pemuda yang sangat belia datang dan mengucapkan salam. Para hadirin menjawab salamnya, lalu dia berkata kepada Sayyid Kasyif Al-Ghitha’, “Sayyid, saya mempunyai pertanyaan.”

Sayyid berkata kepadanya, “Sampaikan pertanyaanmu kepada Sayyid Syafaruddin.” Lalu pertanyaan tersebut dialihkan kepada tamunya, Sayyid Syafarudiin, sebagai penghormatan dan pemuliaan.

Si penanya berkata, “Sayyid, saya belajar di London untuk meraih gelar doctor, sementara saya masih bujangan dan belum menikah, saya mengharapkan ada seorang wanita yang dapat melayani saya di sana.” Di awal-awal dia tidak mengungkapkan maksudnya dengan jelas.

Sayyid Syafaruddin berkata kepadanya, “Nikahlah, kemudian bawalah isterimu ke sana.”

Si laki-laki berkata, “Sulit bagi saya untuk tinggal bersama isteri yang berasal dari negeriku di sana.”

Sayyid Syafaruddin mengetahui maksudnya, maka dia berkata kepadanya, “Kalau begitu apakah kamu ingin menikahi wanita yang berkebangsaan Inggris?”

Si laki-laki berkata, “Ya.”

Sayyid berkata, “Ini tidak boleh. Nikah dengan orang Yahudi dan Kristen hukumnya haram.”

Si laki-laki berkata, “Apa yang harus saya lakukan jika demikian?”

Sayyid menjawab, “Carilah wanita muslimah yang tinggal di sana, dari bangsa Arab atau India atau yang berkebangsaan lain dengan syarat dia seorang muslimah.”

Si laki-laki berkata, “Saya sudah lama mencarinya, tetapi tidak mendapatkan wanita muslimah yang tinggal di sana yang cocok untuk menjadi isteriku, walau untuk dinikahi secara mut’ah sekalipun, namun saya pun tidak mendapatkannya. Di hadapanku tidak ada pilihan lain selain berbuat zina atau menikah dan semua itu tidak bisa saya lakukan. Adapun zina, saya menghindarinya karena perbuatan itu haram, sedangkan menikah adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan sebagaimana tuan ketahui. Saya tinggal di sana selama setahun penuh atau lebih, kemudian saya pulang ke kampung halaman dalam rangka liburan selama satu bulan. Dan ini sebagaimana tuan ketahui adalah perjalanan yang panjang. Apa yang harus saya lakukan?”

Sayyid Syafaruddin terdiam, ( tampaknya dia memilih untuk memberikan jawaban kepada orang yang bertanya. Ketika terbuka peluang bagi saya untuk bersama-sama dengan Sayyid Ali Kasyif al-Ghitha’, saya menanyakan kepadanya tentang riwayat yang disebutkan oleh Sayyid Syafaruddin, maka dia berkata, “Saya tidak mendapatkannya, saya tidak pernah membacanya.” Maka, semenjak itu saya berusaha untuk mendapatkan sumber riwayat tersebut dalam setiap kitab riwayat yang saya baca, yang sampai ke tangan saya, maka saya tidak mendapatkan sumbernya, saya mengira bahwa dia menjawab secara spontan agar terhindar dari rasa malu ketika harus memberi jawaban di hadapan hadirin ).

Kemudian dia berkata, “Sesungguhnya keadaanmu betul-betul dalam kondisi darurat. Namun saya ingat, saya membaca suatu riwayat, Imam Ja’far ash-Shadiq -‘alaihi salam-, jika datang seorang laki-laki yang sering bepergian, sementara dia tidak bisa ditemani oleh isterinya serta tidak bisa melakukan nikah mut’ah di suatu negeri yang dia pergi kepadanya, sehingga dia merasakan penderitaan sebagaimana yang kamu rasakan, maka Abu Abdillah -’alaihi salam- berkata kepadanya, ‘Jika perjalanmu berlangsung lama, maka kawinilah laki-laki.’ Inilah jawaban pertanyaanmu.”

Sebagian murid Sayyid Syafaruddin mengabarkan kepada saya, sesungguhnya ketika dia berkunjung ke Eropa, dia banyak melakukan nikah mut’ah dengan wanita-wanita Eropa, terutama dengan wanita-wanita cantik. Dia menikah dengan seorang gadis yang beragama Kristen Marotin, namanya Nahar Kanabiya. Maka, mengapa dia menghalalkan untuk dirinya apa yang diharamkan untuk orang lain???

Berikut fatwa dari ulama Syiah akan penghalalan homo sex:



Dinukil dari: Lillaahi Tsumma lie At-Taarikh, Edisi Indonesia: Mengapa Saya Keluar dari SYIAH, Sayyid Hasan Al-Musawi, hal. 68 – 70, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. (fadhlihsan.wordpress.com/Syiahindonesia.cm)

Militan Syiah Bantai Kaum Sunni Irak

Syiahindonesia.com - Beberapa kelompok milisi Syiah dilaporkan telah menculik dan membunuh sejumlah warga Sunni dalam beberapa bulan terakhir di Irak, Amnesty International melaporkan.

Laporan yang didasari oleh serangkaian wawancara di Irak dalam kurun Agustus-September 2014 itu menyebutkan rentetan kekerasan sektarian oleh pasukan Syiah telah berlangsung di Kota Baghdad, Samarra, dan Kirkuk.

Di Samarra, kota di sebelah utara Baghdad, lebih dari 170 pria Sunni diculik sejak Juni lalu, BBC melaporkan pada Selasa (14/10/2014).

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 30 orang diculik dari atau dekat rumah mereka pada 6 Juni. Setelah itu, mereka ditembak dan jasad mereka dibuang dekat lokasi eksekusi.

“Pembunuhan itu amat mungkin merupakan aksi balas dendam atas penyerbuan kelompok pejuang pada hari sebelumnya,” sebut laporan itu.

Amnesty mengatakan kelompok-kelompok milisi Syiah yang terlibat, antara lain Asa’ib Ahl al-Haq, Brigade Badr, Tentara Mahdi, dan Kata’ib Hizbullah.

Kelompok-kelompok itu, kata Amnesty, disokong dan dipersenjatai pemerintah Irak. (sm/islampos/bbc/syiahindonesia.com)