Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Gunakan Preman, Syiah Coba Ambil Alih Keraton Kesultanan di Kalbar

Illustrasi, Istana Kadriyah, Pontianak, Kalimantan Barat 
Syaihindonesia.com - Sebagaimana yang sekarang sedang bergulir dan berlangsung di berbagai daerah di seluruh Indonesia, penguatan Ukhuwah Islamiyyah di Kalimantan Barat telah terwujud dengan optimal.

Disampaikan kepada redaksi Voa-Islam.com oleh DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM. yang menjadi pengurus Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, bahwa hal ini dibuktikan dengan menyatunya berbagai Ormas-Ormas Islam demi persatuan umat dan meninggalkan perbedaan-perbedaan yang bersifat furuiyyah. Patut menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya, tidak lain dimaksudkan untuk meninggikan agama Allah.

Sebagaimana kita maklumi bersama, persoalan pokok umat saat ini adalah banyaknya peyimpangan ajaran pokok agama yang tidak mungkin dapat ditoleransi, melainkan harus diamputasi. Dikatakan demikian, oleh karena masalah ini bukan dalam ranah madzhab atau furuiyyah, melainkan masuk dalam bidang aqidah (ushuludin).

Untuk kepentingan membendung penguatan penyimpangan agama, berbagai Ormas Islam di Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku dan Tabligh Akbar di Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Acara tersebut diselenggakan dari tangal 11 sampai tanggal 12 April 2015 kemarin.

Buku yang dibedah adalah buku Panduan MUI Pusat tentang “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Ajaran Syiah di Indonesia” dan “Syiah Menurut Sumber Syiah : Ancaman Nyata NKRI” karya DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM. Narasumber yang hadir adalah Prof. DR. H. Mohammad Baharun, SH, MA (MUI Pusat), DR. H. Amirsyah Tambunan (MUI Pusat), DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM (MUI Pusat) dan DR. Jeje Zaenudin (DDII).

Ada sesuatu yang perlu dicermati dan sekaligus menjadi pelajaran bagi umat tentang penguatan ajaran sesat Syiah di Pontianak, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, gerakan mobilisasi massa dalam ritual Karbala. Dari berbagai informasi yang dihimpun diketahui bahwa kaum Syiah telah berani menampakkan diri secara terbuka dengan merayakan ritual Karbala di halaman Keraton Kesultanan Al-Kadariah. Ritual Karbala dilakukan sebanyak dua kali dengan melibatkan masyarakat awam. Kita ketahui, Ritual Karbala adalah sebagai basis ekspansi ideologi Imamah Syiah Iran. Melalui ritual ini, elite Syiah menanamkan keyakinan bahwa Revolusi Imam Husein adalah wujud perjuangan militansi Syiah untuk menegakkan pemerintahan ala Imamah.

Kedua, upaya pengambilalihan Keraton Kesultanan Al-Kadariyah. Pada bulan Februari tahun ini, kaum Syiah berupaya merebut kesultanan dengan menggerakkan para preman yang berujung tindakan kriminal. Penyerangan dilakukan dengan terencana serta menggunakan senjata tajam, parang, pedang, dan lain-lain. Tujuan mereka dalam pengambilalihan tersebut tidak dapat dianggap persoalan remeh.

Apabila kesultanan jatuh ke tangan Syiah, maka akan menjadi basis penguatan penyebaran Syiah ke seantero Kalimantan. Selain itu, akan menjadi preseden buruk dengan hadirnya kesultanan Syiah dalam masa yang akan datang. Bukan tidak mungkin, infiltrasi Syiahisasi dilakukan pada kesultanan-kesultanan yang lain.

Terhadap gerakan Syiah yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI, Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjend TNI Toto Rinanto S serta Kapolda Kalimantan Barat, dalam kata sambutannya menyatakan dukungan penuh atas terselenggaranya sosialisasi mewaspadai ancaman Syiah Iran baik terhadap agama maupun NKRI.

Pada saat penutupan telah dicapai kata sepakat dari berbagai elemen ormas Islam dalam bentuk Deklarasi Anti Syiah, diantaranya dari Majelis Ulama Kalbar, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kalbar, Muhammadiyyah Kalbar, Nahdlatul Ulama Kalbar, DMI Kalbar, Kraton Kadariyah Pontianak, FUI Kalbar, FPI Kalbar, serta beberapa ormas lainnya dengan mengeluarkan 7 (tujuh) pernyataan sikap terkait Syiah.

Adapun inti dari pernyataan tersebut di antaranya adalah bahwa paham Syiah adalah ajaran sesat. Sehingga, ormas Islam di Kalbar mengajak bagi yang telah mengikuti paham ini agar segera bertaubat dan kembali ke ajaran Islam. Terakhir, perlu ditegaskan bahwa Syiah Iran bukanlah persoalan saat ini, namun persoalan yang terus kita hadapi di masa mendatang.

Maka akhirnya, antisipasi sangat diperlukan dengan sinergitas umara dan ulama. Dengan demikian, Deklarasi Anti Syiah tersebut perlu mendapat perhatian dan dukungan pemerintah. Demikian isi press release yang disampaikan DR. Abdul Chair Ramadhan via email. (AF/Voa-Islam.com/syiahindonesia.com)

Propaganda Syiah Iran Menjelang Perang Akhir Zaman

PROPAGANDA SYIAH IRAN MENJELANG PERANG AKHIR ZAMAN

Oleh : DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.


Perkembangan lingkungan strategis global di Timur Tengah berlangsung demikian cepat. Konflik dan peperangan yang terjadi telah menarik perhatian dunia. Terjadinya peperangan di belahan Timur Tengah ini sering pula dikaitkan dengan dekatnya kehadiran Imam Mahdi.

Terlebih lagi bagi penganut ajaran Syiah Itsna Asyariyah dan Iran – sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan – memandang fenomena yang tengah terjadi sebagai tanda dekatnya kemunculan Imam Mahdi dari masa ghaib. Terhitung sejak keghaibannya sampai saat ini telah berlangsung sekitaar 1074 tahun.

Kondisi konflik dan peperangan di berbagai Negara di Timur Tengah secara langsung sangat berpengaruh bagi Indonesia. Terlebih lagi dalam banyak kasus ditemui adanya pengikut ISIS yang berasal dari Indonesia. Kepopuleran ISIS menyebabkan kaum muslim lupa bahwa ancaman yang lebih nyata, kompleks dan berbahaya adalah Syiah Iran. Ekspansi ideologi Syiah Iran dengan pendekatan hubungan internasional dapat dilihat sebagai gerakan non-state actor.

Iran melalui Syiahisasi dan Iranisasi telah mampu membuat jaringan yang sistematis. Ancaman ini memang bukan ancaman militer, tetapi nirmiliter. Ancaman nirmilter sangat efektif dalam upaya melemahkan tata laku sistem Ketahanan Nasional Indonesia. Cara pandang (Wawasan Nusantara) mengalami pergeseran yang cukup siqnifikan, mengingat ideologi Imamah Syiah Iran telah menjadikan penganut Syiah lebih loyal kepada Pemimpin Besar Revolusi Iran yakni sang Rahbar, Ali Khamenei sebagai mandataris Imam Mahdi.

Provokasi Iran dalam Menyulut Perang Dunia IIII

Iran kemudian melakukan propaganda dengan membuat film dokumenter panjang yang baru-baru ini dipertunjukkan pada para komandan pasukan Pengawal Revolusi. Sebagaimana dikabarkan oleh Reza Kahlili, mantan anggota Pengawal Revolusi yang kemudian berkhianat dan menjadi agen rahasia CIA, film tersebut tidak lama lagi bakal diputar di masjid-masjid dan pusat-pusat kegiatan keagamaan di seluruh Iran dan dunia. Dalam film tersebut dipaparkan fenomena yang terjadi di dunia akhir-akhir ini dan kaitannya dengan kedatangan Imam Mahdi menjelang terjadinya hari kiamat, serta berbagai persiapan yang akan dilakukan Iran.

Dalam film tersebut Iran membentuk opini bahwa Ali Khamenei dan pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah akan memegang peranan penting dalam peperangan akhir zaman yang akan dipimpin Imam Mahdi. Klaim tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi didasarkan pada fenomena konflik dan peperangan yang tengah terjadi di berbagai Negara, khususnya di Irak dan Yaman.

Isu tentang Imam Mahdi mulai menggema di Iran setelah pada bulan Juli 2010 yang lalu. Bahkan seorang ulama Iran mengatakan bahwa pemimpin spiritual Iran, Imam Khamenei telah bertemu secara pribadi dan rahasia dengan Imam Mahdi yang memberitahunya bahwa kedatangannya telah dekat, yaitu sebelum kepemimpinan Khamenei sebagai Rahbar berakhir. Dalam film tersebut disebutkan bahwa invasi sekutu ke Irak adalah salah satu tanda yang signifikan bagi kedatangan Imam Mahdi, sebagaimana telah diramalkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib: “mereka (musuh-musuh Islam) akan menduduki Irak dan melalui pertumpahan darah akan menciptakan perpecahan antar suku, pada saat itu bersiap-siaplah untuk menyambut Imam Mahdi.” Begitupun wafatnya Raja Saudi Abdullah menjadi tanda kedatangan Imam Mahdi. Menurut film tersebut meninggalnya Raja Abdullah akan mendorong runtuhnya negara Israel dan datangnya Imam Mahdi.

Kita ketahui, bahwa Syiah Iran tengah mengembangkan proyek nuklir sebagai deterent effect di kawasan Timur Tengah. Iran juga berambisi untuk menjadikan Yaman sebagai Negara bagiannya sebagaimana Lebanon dengan peranan Hizbullah sebagai non state actor. Yaman sangat strategis dalam lalu lintas minyak dunia, mengingat keberadaan laut Kaspia yang menghubungkan ke berbagai benua. Yaman diyakini juga memiliki kandungan minyak yang besar. Selain itu, ada suatu agenda besar mengapa Iran ingin menguasai Yaman, yakni karena Yaman berbatasan dengan Saudi Arabia.

Dengan demikian, Iran memang bermaksud akan menginvansi Saudi Arabia. Hal inilah yang menjadi alasan utama Arab Saudi melakukan penyerangan kepada pemberontak Hautsi. Iran menganggap pesaingnya di Timur Tengah hanya tinggal satu Negara yakni Saudi Arabia. Untuk itu, gerakan hate speech selalu dialamatkan kepada Saudi sebagai personifikasi Bani Umayyah, tegasnya kaum mustakhbirin yang mengusung paham Wahabi. Bicara Wahabi tidak lain dimaksudkan juga sebagai kaum Nawashib-Khawarij. Lanjut, dalam upaya memantapkan perjuangan Syiah Iran ini, maka penguatan basis ideologi di berbagai Negara target dilakukan secara masif dan ofensif, termasuk Indonesia.

Basis ideologi yang dimaksudkan adalah Ritual Karbala. Melalui doktrin Revolusi Karbala, Khomeini dan Musa Sadr mampu mengembangkan ideologi Syiah Iran. Tidak dapat dipungkiri basis ideologi Karabala akan terkait dan terhubung dengan doktrin penantian Sang Imam Ghaib. Berbagai non state actor yang ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan dimaksimalkan dalam rangka pencapaian pentahapan rencana Syiah Iran menguasai dunia.

Bagaimana Posisi Indonesia?

Persoalan keberadaan Syi’ah di Indonesia masih dipandang belum sebagai persoalan kepentingan Negara dalam mewaspadai masuk dan menguatnya ideologi transnasional Syi’ah Iran. Hal ini disebabkan lemahnya sistem Kewaspadaan Nasional serta sistem politik hukum yang belum ada mengatur tentang ekspansi ideologi transnasional. Begitupun sistem penegakan hukum (law enforcement) masih terasa belum memadai. Kondisi yang demikian tentu akan menimbulkan ketidakjelasan posisi Indonesia kelak ketika terjadi perang terbuka antara blok Saudi versus blok Iran. Apabila terjadi perang tersebut, dapat kita reduksi sebagai perang Sunni vs Syi’ah.

Jika demikian, maka akan berpengaruh terhadap manifest konflik di Indonesia antara Sunni dengan Syi’ah. Dalam kajian tentang konflik, dimaknai konflik dapat menghasilkan disintegrasi, suatu yang tentunya tidak kita inginkan. Konflik yang terbuka tidak menutup kemungkinan akan menyulut masuknya pihak ketiga, dalam hal ini Iran. Iran tentu tidak akan tinggal diam, pasti akan membela penganut Syi’ah, sebab Syi’ah di Indonesia adalah bagian dari Iran.

Sepintas, apa yang diramalkan oleh penulis sama dengan yang terjadi di Yaman saat ini. Argumentasinya adalah pola konflik dan kondisi yang dialami ada kesamaan, walapun tingkat eskalasinya berbeda. Namun, eskalasi konflik di Indonesia akan lebih tinggi, jika persoalan Syi’ah tidak terselesaikan.

Bagan di bawah ini mencoba untuk menggambarkan apa dan bagaimana kondisi akhir zaman yang akan terjadi dengan ditambah rekayasa serta propaganda Syi’ah.

SKETSA REKAYASA SYI’AH IRAN DAN PERANG AKHIR ZAMAN

Buya Hamka Bicara Tentang Syiah (Bag. 1)

Oleh: Fadh ahmad Arifan

A.    Pendahuluan

Perkembangan Syiah di Indonesia sepanjang 35 tahun belakangan harus kita waspadai. Dulu sebelum tahun 1997, mereka hanya bergerak di jalur pendidikan, penerbitan, sosial dan mempromosikan diri lewat ajaran Tasawuf. Maka setelah runtuhnya Orde baru, mereka mulai berani unjuk gigi melalui jalur politik. Salah satunya dengan mengirim kader terbaiknya duduk di kursi DPR RI. Tokoh Syiah yang pertama kali masuk parlemen ialah Zulfan lindan (IJABI).

Pria Kelahiran Aceh ini adalah dulunya kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan di periode 1999-2004 pernah bertugas menjadi Anggota DPR-RI dari PDIP di Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan. Di periode 2004, Zulfan diduga terlibat kasus korupsi kasus aliran dana suap Bank Indonesia ke sejumlah anggota DPR di Komisi IX periode 1999-2004 untuk pemilihan Deputi Gubenur Bank Indonesia Miranda Goeltom. Mulai dari 2013, Zulfan pindah partai dan bergabung di Partai Nasdem. Zulfan diangkat sebagai Ketua DPP Bidang Organisasi & Industri Tenaga kerja oleh Partai Nasdem (Baca profil Zulfan lindan di wikidpr.org).

Bukan hanya zulfan, masih ada Jalaluddin Rakhmat yang kini duduk di kursi DPR RI. Jalal sempat diisukan akan dijadikan Menteri Agama RI. Namun pada akhirnya yang terpilih Lukman hakiem saifuddin. Pengikut Syiah di akar rumput juga meresahkan umat. Di Sampang, Bangil dan Bogor mereka bikin onar.

Baru-baru ini isu Syiah kembali mencuat, tepatnya di kebijakan pemblokiran 22 situs Islam. Yang dikatakan kepada masyarakat awam bahwa usulan pemblokiran situs ke Kominfo datang dari BNPT. Lucunya BNPT cuci tangan dan salahkan Kominfo yang blokir situs-situs tersebut (jpnn.com, 5 April 2015). Jangan lupa satu hal, aliran Syiah patut kita curigai. Bila pembaca membuka situs syiahaliwordpress.com, disitu terpampang tulisan “Mendukung Kominfo dan BNPT Memblokir Situs Radikal anti Syiah”.

Dari berbagai situsnya, Syiah berusaha membangun “citra palsu” sebagai Ahlu bait, dekat dengan kultur NU dan mengklaim bagian dari Islam. Bahkan tak segan mengutip statemen tokoh-tokoh beken seperti Said aqil siraj, Hasyim muzadi, Quraish shihab, Sir Azyumardi azra, Syafii ma’arif, hingga Buya Hamka. Tujuan dari itu semua adalah ingin memberitahukan kepada khalayak umum bahwa Syiah bukan aliran sesat seperti yang difatwakan MUI Jatim.

Mengacu pada judul artikel ini, yang akan diulas lebih lanjut adalah Buya hamka. Dimana statemen maupun pandangan beliau dipajang dibeberapa situs dan terkadang digambarkan memihak Syiah. Mungkinkah Buya Hamka seperti demikian? Artikel ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan merujuk langsung ke buku-buku Buya Hamka dan dilengkapi dengan buku-buku yang relevan.

1.    Syiah dan Sempalannya

Hamka menyentil Syiah sebagai kelompok “Yang hormat berlebih-lebihan, sampai mengatakan keturunan Hasan dan Husain itu tidak pernah berdosa, dan kalau berbuat dosa segera diampuni Allah adalah ajaran (dari suatu aliran-penulis) kaum Syi’ah yang berlebih-lebihan.” (Baca Panji Masyarakat edisi 15 Februari 1975)

Di era modern, Iran dikenal negeri mayoritas penganut Syiah. Iran mengadopsi Syiah sejak dinasti Shafawi berkuasa (1502 M). Kepercayaan tentang imam yang Ghaib, mengatur dunia dan agama disuatu tempat yang rahasia menjadi kepercayaan yang merata dan mendalam di sana. Jika Asy-syahrastani dalam al-Milal wa al-Nihal, membagi Syiah ke dalam 5 kelompok besar, yaitu Kisaniyah, Zaidiyah, Imamiyah, Syiah ghulat dan Isma’iliyah. Maka Hamka membagi Syiah menjadi 4 kelompok besar,  yaitu Kisaniyah, Isma’iliyah, Itsna ‘Asyariyah dan Zaidiyah (Hamka, Pelajaran Agama Islam, th 1989, hal 237).

Zaman sekarang Syiah Kisaniyah sudah tidak ada lagi. Sedangkan Ismailiyah di era modern diteruskan oleh Aga khan. Masih menurut Hamka, hanya Syiah zaidiyah yang agak dekat dengan Sunni. Mereka tidak begitu meyakini Imam ghaib yang amat dinanti-nanti kedatangannya oleh Syiah Itsna ‘Asyariyah. Istna ‘Asyariyah punya doktrin bahwa tidak sah menjadi Syiah kalau tidak percaya Imam ghaib datang kembali (Hamka, hal 238).

Di dalam buku Pelajaran agama Islam, Hamka punya argument yang menarik. Saking getolnya menunggu Imam yang ghaib, muncul sempalan-sempalan di tengah Syiah Itsna ‘Asyariyah. Mulai dari Syaikhiyah, Babiyah hingga Bahaiyah. Baik Babiyah maupun Bahaiyah sama-sama mengadopsi doktrin “Allah menjelma dalam dirinya” (Hamka, hal 241-242).

2.    Hasyasyin (Assassin)

Terkait Assassin, Hamka menulis, kelompok yang dikendalikan Hasan Sabah ini tidak mau mengakui segala macam kekuasaan termasuk menentang Khalifah di Baghdad. Pengikut setianya direkrut dari  orang-orang melarat dan didoktrinkan kepada mereka perasaan anti-kekuasaan. Dan dijanjikan kepada mereka bahwa Imam yang ghaib itu sudah dekat datangnya untuk membawa keadilan sejati. Pengikut Hasan Sabah harus taat atas perintah, orang-orang yang diperintahkannya dibunuh mesti mati. Baik di jalan raya maupun di dalam istananya sendiri dengan tidak diketahui siapa pembunuhnya. (Hamka, Sejarah umat Islam, hal 423-424).

Kisah kelompok Hasyasyin atau yang di Barat dikenal dengan Assassin sempat muncul kembali di film Prince of Persia: The Sands of time (2010). Di dalam film tersebut, kelompok Assassin berpakaian serba hitam, ahli bergerilya dan mempraktekkan sihir. Michael Bradley memasukkan Assassin ke dalam daftar 21 Secret society  perusak dunia bersama Freemasonry, Illuminati, Templar, Opus dei, Triad dan lain-lain. Lebih lanjut Bradley menulis, Assassin sebagai kelompok rahasia sekaligus para penghisap ganja. Mereka berusaha merebut tahta kepemimpinan Islam dengan cara-cara kekerasan.  Pemimpin Assassin punya kebiasaan minum anggur hingga mabuk, lebih fatal lagi, menghalalkan membunuh umat Islam dengan dalih Jihad. Pada abad 16 M, pertahanan terakhir Assassin di Syria berhasil ditumpas oleh Turki Usmani (Michael Bradley, th 2008, hal 19-27).(nisyi/syiahindonesia.com)

Penulis adalah alumni S2 Studi Islam, Pascasarjana UIN Malang.

Sikap Resmi Muhammadiyah Terhadap Aliran Syiah

MAKLUMAT MUHAMMADIYAH

Sikap Resmi Muhammadiyah Terhadap Aliran Syiah


Beberapa bulan ini Syi’ah Indonesia senantiasa menjadi pemberitaan di media, baik cetak, elektronik, hingga daring. Pemberitaan mengenai pertikaan Syi’ah dan Sunni di sejumlah daerah membuat sebagian kuli tinta mencari informasi mengenai Syi’ah pada beberapa tokoh Islam tanah air dari berbagai organisasi masyarakat.

Sebagian menyatakan bahwa Syi’ah bukanlah Islam, sebagian menyatakan bahwa Syi’ah merupakan aliran sesat, sebagian lagi menganggap bahwa Syi’ah merupakan salah satu mazhab Islam sebagaimana 4 mazhab Sunni yang lain.

Para tokoh yang dimintai pendapatnya seringkali berbicara atas nama pribadi, bukan atas nama organisasi masa yang menaunginya, namun media mengabarkan bahwa pernyataan oknum tokoh tersebut sebagai pernyataan resmi organisasi, padahal sebenarnya tidak demikian. Salah satu organisasi massa yang berbeda pendapat dengan oknum-oknum tokohnya mengenai status Syi’ah adalah Muhammadiyah.

Dikutip dari Majalah Tabligh, yang merupakan terbitan Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, edisi No. 7/IX/Jumadal Awal-Jumadil Akhir 1433 H, hal 5, disebutkan bahwa akhir-akhir ini Syi’ah kembali mendapat sorotan, terlebih setelah muncul kasus di Sampang Madura dan yang terakhir di Suriah, dan lain sebagainya. Bahkan di forum-forum pengajian pun persoalan Syiah ini selalu diangkat menjadi tema pengajian.

Hal tersebut juga mendapat perhatian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sehingga dalam sidang plenonya telah mengeluarkan sikap yang berhubungan dengan kelompok Syi’ah tersebut. Di antaranya adalah sebagaimana disampaikan Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih dan Tajdid, Prod. Dr. KH. Yunahar Ilyas, MA yang beliau Ketua MUI/Majelis Ulama Indonesia, bahwa:

BismillahiRRahmaaniRRahiim
Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu, ashadu’allah illah ha illallah, wa ashhadu’anna muhammaddan ‘abduhu wa rasulluh,,,,,Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin. Yaa ‘ayyuhhannasu attaqu rabbakumulladzi,,,khalaqakumminnaffsin wa hidah, wa khalaqa minha zau zaha wa bassa min humari jala katsira wa ni sha’a, wattaqullahalladzi ta staa’aluna bihi wal arham, innallaha kaana ‘alaikum raqiiba,…
Yaa ayyuhalldzi na’amanuttaqullah,..wa kullu kaulan tsadida,…yuslih lakum ‘a’malakum wa ya’firlakum dzunubakum wa man yudiillaha warasullahu, faqadfadza faudjan ‘adzima,..amma ba’du,..
Fainna khairral hadist kitabbulloh, wa khairralhuda, huda Muhammad Rasullulloh Shallallohu ‘alaihi wassallam, washarrall ‘umuri muhdatsatuha, wa kulla muhdatsati Bid’ah, wa kulla Bid’ahti dholalah, wa kulla dhollallati finnar…….
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh,
Segala puji Syukur bagi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha mengetahui seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi dengan benar selain Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semata. Saya bersaksi pula bahwa Nabi Muhammad Rasullullah Sholallohu ‘Alaihi Wassallam adalah hamba dan utusan-Nya, penutup para Nabi yang tidak ada nabi setelahnya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan beserta keluarganya, serta para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti petunjuknya.
Kepada seluruh Warga Kehormatan Muhammadiyah dimanapun berada, dan Para simpatisan Muhammadiyah, Dengan ini Muhammadiyah ingin memurnikan Ajaran Agama Islam dan Membersihkan dari Paham Ajaran Sesat & Menyesatkan dari SYIAH RAFIDHOH. Dengan ini Menyatakan =
PERTAMA : Muhammadiyah meyakini bahwa Hanya Nabi Muhammad Rasullullah Shallallohu ‘allaihi was sallam yang Ma’shum. Oleh sebab itu, Muhammadiyah Menolak konsep kesucian Imam-imam 12 (ma’shumnya imam-imam) dalam ajaran Syi’ah.
KEDUA : Muhammadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad Rasullulloh shallallohu ‘allaihi wa sallam tidak menunjuk siapa pun pengganti beliau sebagai Khalifah. Kekhalifahan setelah beliau diserahkan kepada musyawarah umat, jadi kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhum (Khulafa’arrRasyidin) adalah SAH. Oleh sebab itu, Muhammadiyah MENOLAK Konsep khilafah Rafidhahnya Syi’ah.
KETIGA : Muhammadiyah menghormati Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhialloh ‘anhu sebagaimana sahabat-sahabat yang lain, tetapi Muhammadiyah menolak Meng-Kultus-kan individu terhadap Ali bin Abi Thalib dan keturunannya dan menolak Konsep Ahlul Bait versi Syiah.
KEEMPAT : Syi’ah hanya menerima hadis dari jalur Ahlul Bait, ini berakibat ribuan hadis shahih –walaupun diriwayatkan Bukhari Muslim- ditolak oleh Syi’ah. Dengan demikian, banyak sekali perbedaan antara Syi’ah dan Ahlussunnah baik masalah Aqidah, Ibadah, Munakahat, dan lain-lainnya.
Sikap tersebut hendaknya menjadi pedoman bagi Warga Muhammadiyah membersihkan dari dalam dari ajaran dan pengaruh Syiah khususnya dan umat Islam pada umumnya, sehingga dengan demikian kita bersikap waspada terhadap ajaran dan doktrin Syi’ah yang memang sangat berbeda dengan faham Ahlussunnah/Sunni yang banyak dianut oleh mayoritas umat Islam Indonesia. Di samping itu, realitas, fakta dan kenyataan menunjukkan pada kita bahwa di manapun suatu negara di belahan ada Syi’ah hampir dapat dipastikan terjadi konflik horizontal, kerusuhan, anarkis, dan memberontak kepada pemerintahan yang Sah (Kudeta). Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian kita semua jika ingin negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh dan ukhuwah Islamiyah tetap terjaga. Jangan Sampai terjadi REVOLUSI SYIAH INDONESIA, Seperti yang terjadi di Negara iran dengan Revolusi Syiah Iran.

Demikian sikap resmi Muhammadiyah setelah melalui sidang pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sehingga pendapat pribadi oknum tokoh Muhammadiyah tidak dapat dijadikan pegangan dan sandaran sikap kaum Muslimin pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya.

Dengan demikian, Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kehidupan yang baik di dunia serta memberikan balasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah diperbuat di akhirat kelak sebagaimana yang telah Alloh Subhanahu wa Ta’ala janjikan. Aamiin.

Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd/Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Redaktur Situs SDL-Sunnah Defence League yakni: www.sunnahdefenceleague.com

Tabligh Akbar di Sukoharjo; Inilah Cara Syiah Mengelabuhi Umat Islam di Indonesia

Kajian Islam yang bertemakan “Mewaspadai Pengaruh Syiah” terus bergema di seluruh daerah Indonesia. Kali ini, Tabligh Akbar yang diadakan oleh sejumlah Ormas Islam di Sukoharjo seperti Muhammadiyah, NU, MTA, FKAM, DDII dan lainnya itu dihelat pada hari Ahad (12/4) pagi waktu setempat.

Selaku pembicara dalam Tabligh Akbar yang berada di Masjid Agung Baiturohmah tersebut adalah perwakilan MUI Sukoharjo yakni Ustadz Sholahuddin Sirizar MA -mudir ponpes Imam Syuhodo- dan juga KH Habib Zein Al-Kaff dari MUI Jawa Timur.

Antusiasme dari ribuan masyarakat yang hadir terlihat ketika Habib Zein menyemangati jamaah dengan pekikan takbir dan disambut oleh hadirin dengan takbir serupa hingga memeriahkan acara. Sebagaimana dinyatakan Anang Rahmat kepada lasdipo.

KH Habib Zein Al-Kaff adalah tokoh NU dari Jawa Timur yang telah lama memperingati masyarakat Islam di Indonesia dari bahaya laten aqidah Syiah di Indonesia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya yayasan, pendidikan dan penerbit buku yang menggiring opini masyarakat menuju agama Syiah.

Pengurus MUI wilayah Jawa Timur itu mengawali pembicaraannya dengan membagi Syiah menjadi 3 golongan yaitu Syiah Zaidiyah, Ismailiyah dan Imamiyah. Semuanya adalah sesat lagi menyesatkan. Syiah yang disinyalir paling ringan kesesatannya adalah Zaidiyah yang berada di Yaman, namun saat ini mereka terus mengadakan kerjasama dengan Syiah Imamiyah yang ada di Iran.

“Salah satu sempalan dari Zaidiyah ini ada yang namanya Jarudiyah. Mereka berada di utara Yaman dan kini menamakan diri sebagai Houtsi. Namun mereka berbeda dari Zaidiyah yang dahulu karena dalam pemahamannya telah tercampur Imamiyah Iran dan jadilah mereka seperti Syiah yang lainnya”, tuturnya dalam Tabligh Akbar di Sukoharjo.

Beliau juga menghimbau bahwa peran serta para ulama’ dan masyarakat itu penting untuk menghalau paham Syiah yang disinyalir terus berkembang. “Bila para ulama’ diam dan tidak mengungkap kemungkaran mereka, maka aqidah Syiah akan terus berkembang hingga dapat merusak Agama dan bangsa”.

Beliau menunjuk bahwa poros Syiah dunia ada di Iran. Negara yang secara resmi menganut aqidah kufur yakni Imamiyah Itsna ‘Asyariayah. Dan dari sanalah da’i-da’i agama Syiah bermunculan dan tersebar di di negara muslim untuk meracuni fikiran umat.

“Mereka memiliki strategi untuk menyesatkan umat Islam dengan membuat banyak beasiswa ke Iran, apalagi kultur masyarakat Indonesia senang dengan namanya beasiswa”, ungkap beliau menerangkan salah satu tipu muslihat Syiah.

Tokoh NU ini juga memberikan warning kepada umat Islam bahwa yang menjadi salah satu ciri dari Syiah di Indonesia adalah mereka sering membela Iran, Khumaini dan tokoh-tokohnya. Dan mereka telah banyak merasuki pemikiran-pemikiran tokoh terkemuka Ormas Islam seperti Muhammadiyah serta NU.

“Mereka membuat Yayasan, merasuki ormas Islam, mendekati para pejabat, mendirikan sekolah dan mendapat bantuan tersembunyi dari Iran.” Ungkapnya membeber cara Syiah berbaur dengan umat Islam di Indonesia.

Habib menyebut Syiah adalah agama yang bukan dari Islam karena banyak dari keyakinannya bertolak belakang dari agama. Khomaini yang menjadi tokoh Syiah Iran dinyatakan oleh beliau telah keluar dari Islam karena penyimpangan ekstrim yang dibuatnya. Salah satu yang menjadi bukti kemurtadannya adalah adanya pernyataan bahwa Nabi Muhammad telah mengkhianati Allah dengan menyembunyikan wahyu dan hal itu menjadi pokok keyakinan orang Syiah.

“Mereka memusuhi Jibril -sebagaimana Yahudi memusuhinya-, karena anggapan mereka Jibril  adalah tukang pos yang salah sasaran dalam menyampaikan wahyu,” tegasnya, “oleh karena itu dalam rukun imannya, orang-orang Syiah tidak mengimani para malaikat”.

Selanjutnya, salah satu yang menjadi strategi Syiah untuk mengelabuhi umat Islam Indonesia adalah ajakan berukhuwah Islamiyah. “Sebenarnya tak ada yang salah dalam ukhuwah itu, namun….” ungkap beliau, “ketika yang mengajak itu adalah orang yang telah menghina ribuan sahabat Nabi dan menganggap istri Nabi telah berbuat serong, maka pantaskah umat Islam diam dan menyambut ajakan mereka dengan dalih toleransi ?” tungkasnya yang disambut dengan riuh takbir hadirin.

Acara yang berlangsung hampir tiga jam tersebut berlangsung tertib dan lancar. Sejumlah laskar dari beberapa ormas Islam terlihat berjaga-jaga untuk menertibkan acara. Tak ketinggalan juga beberapa polisi terlihat ikut mengatur kelancaran arus lalu lintas di jalan Sukoharjo-Wonogiri. (Lasdipo.com/syiahindonesia.com)