Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Jakarta – Tembakan artileri rezim Suriah menggempur sebagian besar wilayah yang dikuasai oposisi di Suriah utara, tempat Rusia dan Turki menyepakati zona penyangga pada September lalu. Serangan ini dilakukan karena angkatan udara Israel menargetkan sebuah situs Iran selatan Damaskus.

Artileri berat menghantam bagian yang berbeda di provinsi Aleppo, Hama dan Idlib, mendorong lebih dari 10.000 orang melarikan diri dari desa mereka di desa selatan Idlib.

Pada Kamis (29/11/2018) lalu, 4 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas dalam tembakan artileri rezim di desa Jarjanaz, yang terletak di tepi dalam zona dalam 15-20 km (9-13 mil), kata agen penyelamat White Helmet. Pada Sabtu sebelumnya, penembakan rezim menewaskan tujuh anak dan dua wanita di Jarjanaz.

Kesepakatan untuk menciptakan zona demiliterisasi, berjalan di sepanjang garis kontak antara pemberontak dan wilayah rezim, mencegah serangan militer terhadap Idlib.

Saling serang yang sebentar-sebentar terjadi di Suriah barat laut sejak perjanjian antara Rusia, sekutu penting Bashar Assad dan Turki, yang mendukung beberapa faksi oposisi.

PBB mengatakan hampir 3 juta orang tinggal di wilayah barat laut dan telah memperingatkan terhadap pertempuran untuk memulihkan pemerintahan negara di sana.

Haiah Tahrir Syam (HTS) dan kelompok oposisi lainnya telah menolak untuk menarik pejuang mereka dari Idlib meskipun zona de-militerisasi yang diumumkan pada bulan September untuk memisahkan pasukan rezim dari pejuang pemberontak di Idlib dan daerah sekitarnya.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan De Mistura mengatakan bahwa Rusia, Turki dan Iran pada Kamis telah gagal untuk membuat kemajuan nyata dalam mendirikan komite konstitusi Suriah pada pertemuan di ibukota Kazakhstan Astana. Kiblat.net

0 komentar: