Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Sanaa. Pemberontak Syiah Hutsi telah membunuh ratusan wanita sejak dimulainya perang sipil di Yaman. Hal ini sebagaimana diumumkan oleh kementerian hak asasi manusia di Yaman.

Kantor berita SABA mengutip Muhammad Askar yang menyebut 814 wanita telah dibunuh oleh Hutsi. Sementara wanita yang terluka jumlahnya mencapai 4.179 orang. Jumlah tersebut diperoleh dari periode September 2017 hingga Mei 2018 lalu.

Dikutip dari kantor berita Anadolu, hal itu disampaikan Askar dalam seminar yang digelar di Jenewa, Swiss. Seminar itu mengangkat tema “Cara Menyelamatkan dan Melindungi Perempuan dan Anak-Anak dalam Krisis Yaman”.

Askar menjelaskan perlakuan sadis Hutsi terhadap para korban wanitanya. Di antaranya membunuh, melukai, menghinakan, kekerasan seksual, penahanan, penyiksaan psikologis, pengusiran paksa, dan tindakan lainnya.

Askar juga menuturkan kisah Reham al-Badr, yang adalah anggota komisi penelitian pelanggaran hak asasi manusia dan aktivis hak asasi manusia. Reham ditembak milisi Hutsi di kota Taiz pada awal Februari lalu.

Dalam seminar tersebut, Askar juga menjelaskan pelanggaran Hutsi terhadap anak-anak.

“Anak-anak masuk dalam enam kategori kejahatan serius: pembunuhan, mutilasi, serta paparan berbahaya lain seperti wajib militer bagi mereka, penculikan, perampasan bantuan makanan dan kekerasan seksual,” SABA mengutip penuturan Askar.

Konflik di Yaman semakin memburuk sejak intervensi milter oleh pasukan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi pada Maret 2015. Saudi juga menuding Iran sebagai pihak yang memasok bantuan pada Hutsi, termasuk persenjataan. (whc/dakwatuna)

0 komentar: