Breaking News
Loading...



 OLeh Zulkarnain ELmadury
Maslah Kafir mengkafirkan memang masalah berat dalam Islam, tentu untuk menetapkamn sebuah kelompok itu kafir tidak sebatas kita bilang Syiah Kafir, tetapi ada fakta kekafiranya, karena Allah juga menolak syahadatnya orang kafir atau yang disebut fasiq dan munafiq dalam Islam. Dalam Al-Quran ada firman Allah menolak syahadatnya orang fasiq sebagai berikut :

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata[3], "Kami mengakui, bahwa engkau adalah rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.

Fakta fakta Syiah kafir :

  • Membawa Syariat  Baru, yaitu Syariat Nabi Daud dan Sulaiman as, sebagaimana yang disebutkan oleh Al Kulaini dalam “Al Kafi”, []Lihat Al Kulaini dalam Al Kafi : 1/397] [Disini sangat kelihatan persamaan keyakinan Syiah dengan keyakinan Yahudi, yang hendak menghancurkan Masjid al- Aqsa dan membangun di atas  reruntuhannya kuil Nabi Daud dan Sulaiman, dan dari situ orang-orang Yahudi akan memimpin dunia ini. Hal ini semakin menyakinkan kajian yang menyatakan bahwa aliran Syiah ini pertama kali dimunculkan oleh  Abdullah bin Saba’ yang merupakan orang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam dengan tujuan merusak Islam dari dalam. Abdullah bin Saba’ ini bukanlah tokoh fiktif seperti yang diisukan oleh sebagian ulama syiah kontemporer seperti Murtadha al Askari dan Muhammad  Husen Ali Kasyif Ghitoi dalam bukunya:  Ashlu asy Syiah wa Ushuluha. Para ulama syiah terdahulu sendiri mengakui keberadaan Abdullah bin Saba’, seperti Sa’ad Al Qummi yang terkenal dengan ats Tsiqah di dalam bukunya al Maqalat wa al Firaq, An Nubakhty di dalam bukunya  Firaqu as Syi’ah, dan al Kusi di dalam Rijal al Kusi, dan ahli sejarah mereka al Ya’qubi  dalam bukunya Tarikh al Ya’qubi]


  • Membawa al Qur’an baru yaitu Mushaf Fatimah,
  • Merobohkan Masjidil Haram  dan Masjid Nabawi,
  • Membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar bin Khottab, kemudian dibakarnya dan dihambur-hamburkan abunya[Lihat At Thusi di dalam bukunya : “ Al Istibshor “ dan “ AtTahdzib “, Al Majlisi di dalam  Bihar al Anwar 52/ 386.]. Artinya mereka akan menyerang negara-negara Arab yang ada disekitarnya. Saat ini, mereka telah merebut Iraq dengan membonceng pasukan Amerika Serikat. Sesuatu yang pernah dilakukan oleh al Alqami dan Nashiruddin Ath Thusi yang memprovokasi Pasukan Tatar untuk membantai kaum muslimin yang ada di Baghdad, dan sejarah itupun terulang kembali [Lihat umpamanya : DR. Imad Ali Abdus Sami’ di dalam bukunya “ Khiyanat asy Syi’ah wa Atsaruha fi Hazaim al Ummah al-Islamiyah.].


  • Membalas dendam bangsa Arab [Al Majlisi, Bihar Al Anwar : 52/ 338]
  • Membunuh Nawashib ( Anti Syiah ) yang selama ini menentang aqidah mereka, kecuali  yang ikut mereka. []Al Majlisi, Bihar Al Anwar : 52 / 373]

Inilah alasan Syiah bukan Islam

0 komentar: