Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pusat Bahasa Arab & Studi Islam UNM bekerjasama dengan Forum Penggiat Media Islam Indonesia (Forpemi) serta Majelis Intelektual, Ulama Muda Indonesia (MIUMI), menggelar kajian keislaman membahas Syiah dari berbagai aspek.
Dialog yang digelar di Gedung Pusat Bahasa Arab dan Studi Islama UNM, Jumat  (12/1/2018),menghadirkan pembicara asal Universitas Darussalam Gontor, Dr. Syamsuddin Arif.

Dialog yang digelar di Gedung Pusat Bahasa Arab dan Studi Islama UNM, Jumat  (12/1/2018),menghadirkan pembicara asal Universitas Darussalam Gontor, Dr. Syamsuddin Arif.

Sebelum memulai diskusi, Ustad Syamsuddin Arif mengatakan kajian ini dilaksanakan bukan untuk memcacimaki Syiah, melainkan untuk memahami agar kita bisa mengambil sikap.

“Untuk memahami bukan untuk mencacimaki kalau sudah memahami kita sudah bisa mengambil sikap merumuskan bagaimana baiknya.” Ujar Syasuddin Arif.

Dalam materinya, Dosen Universitas Darussalam Gontor ini mengatakan bahwa selama ini umat banyak salah memahami tentang Syiah. Terkait pandangan manusia yang menganggap Syiah itu hanya mazhab menurutnya keliru.

Ustad Syamsuddin menambahkan jika Syiah itu mazhab, kenapa berbeda dengan empat mazhab yang lainnya, yakni, Mazhab Syafi’i, Hambali, Maliki, dan Mazhab Imam Abu Hanifah.

Menurutnya, keempat Mazhab ini tidak ada yang mengkafirkan sahabat Rasulullah. Inilah salah satu yang membedakan antara Syiah dan Ahlusunnah.

Jadi menurutnya, Syiah bukan Mashab yang selama ini sebagaian umat menganggap bahwa Syiah itu Mazhab.

“Kalau hanya sekedar mazhab pasti tidak mengkafirkan sahabat,” tambahnya. Gosulsel.com

0 komentar: