Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Makassar -- Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas) Sulsel, Farid Ma'ruf Nur mengatakan, pihaknya dan rombongan tak hanya dicekal untuk terlibat dalam peringatan Maulid Nabi yang digelar UIN Alauddin Makassar (UINAM).

Mereka pun dituduh sebagai anti Palestina. Pernyataan inilah yang membuat mereka geram dan sangat kecewa, karena apa yang dituduhkan sangat berbanding terbalik.

"Kita sangat tidak diterima dikatakan anti Palestina, karena selama ini kitalah yang paling di depan mengutuk pendzaliman yang terjadi di sana. Pernyataan mereka seolah-olah ingin memancing di air keruh," katanya via telepon, Kamis (28/12/2017).

Lanjutnya, peringatan maulid yang disusupi ajaran Syiah menjadi sangat tertutup padahal awalnya terbuka untuk seluruh civitas akademika UIN Alauddin Makassar termasuk ormas dan lembaga keagamaan yang ingin ikut terlibat.

"Intinya kita menyayangkan kegiatan ini, bahkan kita sangat kecewa. Apalagi tidak ada alasan yang jelas dari pihak panitia tentang pembatasan undangan," ujarnya.

Ke depan pihaknya berharap agar UIN Alauddin dan universitas-universitas lainnya di Sulsel khususnya di Makassar membuka ruang selebar-lebarnya bagi seluruh pihak dalam mengikuti kegiatan keagamaan, terlebih lagi jika dalam kegiatan tersebut menghadirkan orang-orang atau petinggi-petinggi Syiah. Tujuannya agar bisa saling terbuka antara ajaran yang dibawah kaum Sunni dan Syiah.

"Kalau kebijakannya seperti ini masyarakat khususnya yang masih kurang ilmu agamanya dan pemahamannya tentang Syiah akan lebih gampang untuk menerima dan ikut dengan ajaran mereka. Makanya kehadiran kami sangat tepat untuk mengcounter ajaran yang orang Syiah sampaikan," tegas Farid. Harianamahan.com

0 komentar: