Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Lebih dari 2.000 milisi Afghanistan yang dikerahkan Iran telah terbunuh di Suriah saat berperang untuk mendukung rezim Presiden Bashar Al-Assad, AFP melaporkan, dikutip  Middle East Monitor,  Selasa (09/01/2018).

Milisi Syiah Afghanistan, Brigade Fatemiyoun telah berperang selama lima tahun terakhir di Suriah dan Iraq, kata Zohair Mojahed, pejabat brigade tersebut.

Kelompok tersebut dilaporkan merupakan unit militer terbesar yang ditempatkan di wilayah konflik Suriah dan Irak oleh Iran, yang terdiri dari anggota baru Syiah dari Afghanistan dan Pakistan.

“Rekrutmen tersebut dilakukan oleh milisi Basij yang dipimpin oleh Garda Revolusi Islam, yang menarget daerah sekitar Afghanistan, dan mengunjungi masjid-masjid lokal dengan menawarkan beberapa ratus dolar. Cara rekrutmennya bersifat teologis dan penuh dengan propaganda untuk meyakinkan warga Afghanistan untuk bergabung dengan Brigade Fatemiyoun , ” kata Emran Feroz, seorang jurnalis investigasi independen yang membongkar kasus itu tahun lalu kepada MEMO.

“Propaganda agen negara Iran sangat efektif sehingga pada akhirnya, warga Afghanistan sampai pada kesimpulan bahwa hal terbaik yang harus dilakukan adalah pergi ke Suriah. Banyak pejuang dijanjikan kerja dan dokumen visa sebagai imbalan, ” lanjut Feroz.

“Pengungsi Afghanistan di Iran berada dalam keadaan eksploitatif, dan karena itulah mudah merekrut mereka. Kebanyakan dari mereka dipaksa pergi ke Suriah, karena tidak ada alternatif untuk mereka.  Pergi Suriah atau dideportasi kembali ke Afghanistan sama saja bagi mereka.”

Iran sebelumnya merekrut warga Afghanistan untuk berperang dalam perang Iraq di tahun 1980an. Banyak warga Syiah Afghanistan hidup sebagai minoritas dan pindah ke Iran sebagai pengungsi. Iran membantah mengirim pejuang militer profesional ke Suriah dan Iraq, dan mengklaim bahwa pihaknya hanya mengerahkan sukarelawan. Hidayatullah.com

0 komentar: