Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Makassar -- Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Prof DR H Mohammad Baharun, mengatakan, saat ini MUI pusat mencatat ada belasan yayasan pendidikan Syiah tengah aktif di sejumlah kota-kota besar di Indonesia.

"Umumnya yang mengendalikan proses pembelajaran mereka adalah alumni Qum atau lulusan pesantren Syiah yang ada," ungkapnya saat membawakan materi bertajuk Identitas Pendidikan Syiah di Indonesia, dalam diskusi yang berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran UMI, Jl Urip Sumoharjo, Ahad (21/1/2018)

Prof Baharun menjelaskan, saat ini perjuangan Syiah dalam menyebarkan Syianisasi melalui pendidikan semakin gencar. Setidaknya di Jawa Timur pendidikan Syiah pertama didirikan oleh mantan aktivis Masyumi yang tertarik pada revolusi Iran. Dari sinilah Mazhab Syiah dipopulerkan dengan Mazhab Ahlul Bait.

"Bahkan kuatnya lobbying dan jaringan dengan Iran menyebabkan perkembangan pendidikan ini menjadi cepat, dan dari sinilah lembaga pendidikan Syiah mulai menyebar se antero Indonesia," ungkapnya.

Bahkan untuk menguatkan proses dakwah serta penyebaran doktrin dan ideologi Syiah ini, maka peringatan hari besar Syiah menjadi fokus para aktivisnya.

Parahnya, mereka didukung kedutaan besar Iran di Jakarta dengan dana yang cukup besar untuk menyelenggarakan berbagai perhelatan. Harianamanah.com

0 komentar: