Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Teheran – Pada Jumat (05/01/2018) aksi demonstrasi besar-besaran di Iran telah memasuki hari kesembilan. Tercatat sebanyak 50 orang pendemo tewas dalam aksi itu.

Seruan untuk melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar muncul pada Jumat (05/01/2018), dengan mengusung slogan “Jumat Kemarahan untuk Para Martir”. Slogan itu mengacu pada pendemo yang tewas di tangan pasukan keamnan Iran. Pihak oposisi mencatat jumlah korban yang tewas mencapai 50 orang.

Aktivis oposisi menyerukan aksi demonstrasi nasional yang digelar beberapan jam setelah shalat Jumat. Tepat di hari itu sebanyak 50 pendemo tewas. Sementara, pihak rezim Iran menyebut korban tewas sepanjang aksi protes hanya berajumlah 22 orang.

Seruan pihak oposisi untuk menggelar demo beberapa jam setelah shalat Jumat bukan tanpa alasan. Hal itu dilakukan untuk menghindari bentrok dengan peserta aksi pro rezim. Perlu diketahui, para pendukung rezim Iran juga turut menggelar aksi demo tandingan, yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa lembaga keagamaan, pendung Garda Revolusi Iran, dan milisi Basij.

Rezim Iran juga melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang terlibat dalam aksi demo. Pihak oposisi mencatat tak kurang dari 3.000 orang telah diciduk pasukan keamanan Iran. Namun, pernyataan resmi rezim menyebut hanya menangkap setengah dari jumlah tersebut.

Saat ketegangan belum berakhir, gelombang dukungan aksi protes terhadap pemerintah terus berdatangan. Dukungan bagi para demonstran di antaranya datang dari para pesohor.

“Kekerasan yang dilakukan oleh Khamenei kepada pemuda yang melakukan demonstrasi melalui penindasan agamanya, dan oleh kaum reformis juga kaum konservatif tampak jelas,” kata sutradara kenamaan Iran, Mohsen Makhmalbaf.

Aksi demontrasi besar-besaran telah terjadi sejak hari-hari terakhir di tahun 2017. Para pendemo menuntut perbaikan ekomoni, dimana ekonomi Iran tengah dilanda krisis dan harga-harga kebutuhan begitu tinggi. Mereka menuntut berakhirnya kekuasaan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan mendesak rezim mengakhiri keterlibatan dalam perang di negara lain, seperti di Suriah dan Yaman. Kiblat.net

0 komentar: