Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Anggota senior partai General People’s Congress (Kongres Rakyat Umum/GPC) Yaman pada hari Senin  (05/12/2017) mengkonfirmasi kematian mantan Presiden dan pemimpin GPC Ali Abdullah Saleh, demikian kutip Al Bawaba pada hari yang sama.

Anggota partai tersebut yang bersikeras tidak ingin menyebutkan namanya karena sensitivitas masalah ini, mengatakan bahwa pemberontak Syiah al Houthi telah menembak mati Saleh setelah mobilnya berhenti dekat Sana’a ketika menempuh perjalanan ke kampung halamannya di distrik Sinhan, bagian selatan ibu kota.

Menurut sumber yang sama, milisi Houthi menghentikan iring-iringan  mobil Saleh 40 kilometer selatan Sana’a sebelum membawanya ke lokasi yang tidak diketahui dan menembaknya.

Tak lama setelah itu, kepemimpinan Syiah al Houthi mengeluarkan pernyataan mengkonfirmasi kematian Saleh oleh regu tembak.

Laman  Al-Arabiya mengutip keterangan sejumlah sumber dari Kongres Rakyat Umum, yang dipimpin Saleh mengatakan bahwa Saleh  yang baru saja memutuskan memihak sekutu pimpinan Arab Saudi dalam perang Yaman, ditembak dalam jarak jauh.

Pada Minggu lalu, Saleh secara resmi memutus hubungan dengan Houthi dan berjanji untuk memerangi mantan sekutunya itu.

Saleh, yang menguasai masyarakat suku bersenjata di Yaman selama 33 tahun sebelum mundur dalam gelombang Kebangkitan Arab pada 2011, sebelumnya adalah sekutu Houthi dalam memerangi pengikut presiden Hadi.

Namun, mereka berebut kekuasaan di atas wilayah yang mereka rebut bersama, termasuk Sana’a, yang direbut oleh Houthi pada 2014 lalu. Perebutan kekuasaan itu berkembang menjadi perang terbuka mulai Rabu pekan lalu.

Hingga kini, partai GPC telah menjadi sekutu utama milisi pemberontak Syiah – al Houthi  Yaman, yang menduduki sebagian besar wilayah di negara itu – termasuk Ibu Kota Sana’a – pada tahun 2014. Hidayatullah.com

0 komentar: