Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, RIYADH - Pemerintah Arab Saudi menyalahkan Iran terkait serangan peluru kendali (rudal) balistik kelompok Houthi Yaman terhadap wilayah Riyadh. Saudi anggap kejadian pada hari Sabtu itu sebagai agresi terang-terangan Iran dan tindakan perang melawan Kerajaan.
Raja Salman

Rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman tersebut menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Senjata itu berhasil ditembak jatuh pasukan Angkatan Udara Arab Saudi dan tidak menimbulkan kerusakan besar maupun korban jiwa.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (6/11/2017), Pemerintah Saudi menyalahkan serangan tersebut terhadap “kaki tangan” Iran. Menurut pernyataan itu, serangan tak akan terjadi jika Iran tidak mendukung pemberontak Houthi di Yaman.

”Peran Iran dan komando langsungnya terhadap proxy Houthi dalam hal ini merupakan tindakan agresi yang jelas yang menargetkan negara-negara tetangga, dan mengancam perdamaian dan keamanan di wilayah dan secara global,” bunyi pernyataan pemerintah sebagaimana dikutip oleh AP.

”Oleh karena itu, komando koalisi menganggap ini tindakan terang-terangan atas agresi militer oleh rezim Iran, dan dapat dianggap sebagai tindakan perang melawan Kerajaan Arab Saudi,” lanjut pernyataan pemerintah. “Arab Saudi berhak untuk menanggapi Iran dalam waktu dan cara yang tepat.”

Koalisi militer Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi juga mengumumkan telah menutup semua penyeberangan perbatasan darat, pelabuhan laut dan bandara di Yaman sebagai respons  peluncuran rudal tersebut.

Koalisi telah memerangi pemberontak Houthi yang menguasai Ibu Kota Yaman, Sanaa, pada awal 2015. Riyadh sendiri merupakan mendukung Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi, yang nyaris digulingkan Houthi. Sindonews

0 komentar: