Breaking News
Loading...




Oleh Zulkarnain El-Madury

Dalam sebuah artikel Penulis Syiah,  yang berisi pembicaraan penulisnya dengan anak Tokoh Muhammadiyah, Putra dari AR. Fakhruddin, penulisnya membuat sengaja menggiring opini pembaca,  bahwa sikap Muhammadiyah sama dengan sikap Syiah, terlebih Muhammadiyah tidak kontruktif mazhabiyah didalam pembentukan lembaga Muhammadiyah.

Penulisnya menyatakan kalau Muhammadiyah adalah organisasi moderen yang otokritik terhadap persoalan persoalan yang dianggap tidak relevan dengan akal sehat. Sebagaimana kalau Muhammadiyah mau melakukannya dengan teliti, akan mengakui aqidah Syiah yang warisan para ahlul bait. Muhammadiyah akan bisa menerima Syiah  yang hanya mewajibkan sholat tiga waktu,  karena didalam Quran hanya ada tiga waktu yg diwajibkan Allah,  menurut Syiah .

Seolah Putra Akhir Fachrudin tersebut digiring menjadi Syiah, misalnya dengan menyebut hadits Ana Madinatul Ilmi Wa Ali Babuhu,  dan keutamaan keutamaan Ali dan Fatima lainnya,  untuk meyakinkan kalau Syiah sebuah kebenaran.Sikap nakal Syiah menggiring opini Muhammadiyah, agar warga Muhammadiyah bisa menerima Syiah. Padahal lewat Buya Yunahar,  seorang tokoh Muhammadiyah. Muhammadiyah menolak dengan tegas keyakinan Syiah, terkait Imamiyah, juga berbagai penyelewengan penyelewengan yang ada dalam Syiah.

Mengenai Muhammadiyah tidak bermazhab, bukan berarti Muhammadiyah menolak mazhab dalam artian mengeleminer pendapat pendapat mazhab,  artinya Muhammadiyah tidak mau terperosok pada taqlid. Apa bedanya kalau menerima Syiah sebagai pandangannya,  tentu lebih parah lagi.
Syiah penuh doktrin imamiyah,  menempatkan para imam imam mereka sebagai orang orang suci yang tidak pernah melakukan kesalahan,  berdasarkan kitab kitab mereka.

Sebagaimana menjadi rahasia umum Syiah adalah mazhab dalam sebuah agama tersendiri,  yang menjunjung tinggi kedaulatan berdasarkan hukum yg dibuat mereka,  diasaskan pada kitab kitab mereka,  yang bisa menghapus Iman Iman mereka bila tidak beragama tanpa Imam  12 yang wajib menjadi tuntunan keimanan.

Muhammadiyah tidak mempercayai keimanan model Syiah, apalagi soal wilayatul al Hukmah yang mengerucut pada keluarga Nabi,  jelas sangat bertentangan Muhammadiyah
Muhammadiyah tidak bermazhab, bermakna Muhammadiyah tidak menganut mazhab menjadi standar agama,  apalagi Mazhab Syiah yang dibangun diatas mitos dan kultus terhadap para Imam,  jelas sangat bertentangan dengan Ruh Muhammadiyah , Quran dan sunah

0 komentar: