Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Lebih dari 24.700 wanita telah terbunuh di Suriah sejak pecahnya perang saudara di negara itu pada tahun 2011, menurut sebuah LSM yang berbasis di London.

Dalam sebuah laporan baru, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (the Syrian Network for Human Rights-SNHR) mengatakan bahwa total 24.746 wanita telah kehilangan nyawa mereka di Suriah sejak Maret 2011, lansir Anadolu Agency, Ahad (26/11/2017).

Rezim Assad bertanggung jawab atas kematian 20.919 wanita, yaitu sekitar 84,5 persen dari total korban tewas, kata LSM tersebut.

Laporan itu mengatakan bahwa pasukan Rusia – yang mendukung rezim Syiah Suriah – kelompok teroris PKK/PYD dan kelompok Islamic State (IS) masing-masing bertanggung jawab atas tewasnya 988 oleh Rusia, 573 oleh PYD dan 136 perempuan oleh IS.

Sedikitnya 611 wanita dibunuh oleh koalisi anti-IS pimpinan AS dan 889 wanita oleh oposisi Suriah sejak 2011, kata LSM itu lagi.
Hindari Diperkosa Milisi Syiah, Inilah Pesan Muslimah Aleppo Sebelum Mengakhiri Hidupnya

Menurut laporan tersebut, sekitar 8.289 wanita tetap menjadi korban “penangkapan sewenang-wenang atau hilang secara paksa” oleh pihak-pihak yang berperang di Suriah.

Kelompok hak asasi manusia meminta PBB campur tangan untuk melindungi perempuan Suriah dalam perang global yang menghancurkan, yang pecah ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai demonstrasi pro-demokrasi dengan keganasan militer yang kejam.

Sejak saat itu, ratusan ribu orang terbunuh dalam pertempuran tersebut dan lebih dari 10 juta orang lainnya mengungsi, menurut PBB. Jurnalislam.com

0 komentar: