Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Syiah berbalut kajian ilmiah agar dianggap tidak menyebarkan ajarannya. Syiah masuk ke kampus-kampus terutama UIN (Universitas Islam Negeri) dengan berbagai istilah termasuk berkedok konferensi internasional yang menghadirkan petinggi agama Syiah, lansir situs Dahagacinta.com, (14/11/17).
Foto Illustrasi,
FOTO: Ratusan Mahasiswa UIN STS Jambi Demo Kampus, Asap Mengepul, Perkuliahan Terhenti. Sumber: Tribun

Lewat balutan ilmiah ini, Syiah berhasil mempengaruhi banyak orang terutama kalangan ‘intelektual’ yang ada di kampus-kampus tersebut. Para penggagas dan penyelenggara termasuk juga yang hadir dalam diskusi atau konferensi atau apa pun namanya, membela Syiah tentunya. Mereka mengatakan bahwa apa yang dilakukan Syiah bukan syiar dan bukan penyebaran agama. Wal ‘iyadzu billah ….

Sadarkan mereka ketika berada dalam satu diskusi dan khusuk mendengarkan, maka masuklah paham itu. Akhirnya ajaran Syiah pun diakui sebagai bagian dari Islam. Padahal Syiah bukan Islam. Syahadatnya beda. Sholatnya beda. Kitabnya beda. Syiah itu adalah gerakan politik yang berbungkus agama. Banyak kerusakan yang sudah ditimbulkan oleh Syiah. Tidak ada negara yang dimasuki oleh Syiah yang tidak rusak.
Apakah Indonesia rela dirusak? Jika tidak mau, maka jalan satu-satunya adalah dengan memperdalam kajian tentang Tauhid. Kalau Tauhid kuat, maka Syiah tidak bisa berkembang dan tidak bisa masuk. Tidak ada orang dengan Tauhid yang benar yang mau berdiskusi dengan Syiah. Jangankan Syiah, mendengarkan seseorang yang membawa subhat saja, orang dengan pemahaman Tauhid, tidak mau.

Semoga semakin banyak orang yang diberi hidayah sehingga Syiah dan ajaran sesat lainnya tidak akan tumbuh subur di tanah air. Semoga Allah Ta’ala menjaga kita semua dari kerusakan yang dibawa Syiah. (albert/syiahindonesia.com)

0 komentar: