Breaking News
Loading...


KH. Fathurrahman Kamal, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah menyampaikan substansi yg semestinya kita jadikan acuan ialah apa yg sudah secara tegas disampaikan oleh Prof. Dr. Syamsul Anwar, Ketua Majelis Tarjih bahwa ajaran Syi’ah jelas menyimpang dan bertentangan dengan paham keagamaan yang diyakini Muhammadiyah. 

Di antaranya masalah imamah dan ‘ishmah nya para imam, dan lain-lain. Agar warga tidak bingung semestinya fatwa otoritas keagamaan Persyarikataan dijadikan acuan dan diikuti.

Adapun menolak keberadaan Syi’ah, dan aliran2 menyimpang lainnya merupakan domain politik yang menjadi wewenang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan demikian wilayah teologi sudah selesai. Muktamar mengamanahkan dialog berprinsip pada sikap menerima otentisitas Al-Qur’an dan memuliakan semua sahabat radliallahu ‘anhum.

Dialognya tak lebih dari sekedar mencari solusi dan titik temu intra umat Islam dalam mensikapi keberadaan Syi’ah. Dan kita tidak perlu ikut2an tren konflik berdarah di Timteng. Hal ini sudah kami tegaskan pada saat mewakili Muhammadiyah dalam acara Ijtimak Ulama Nusantara di Malaysia. Kita punya tradisi non kekerasan. 

Prof. Dr. Syamsul Anwar, ketua MTT PPM menyampaikan fatwa tersebut di hadapan Ketum, para pimpinan PPM dan perwakilan Majelis/Lembaga pada acara Raker PPM dan UPP tingkat pusat di hotel Jogja Plaza, Sabtu 21 Nopember 2015. (SPC)

0 komentar: