Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Moskow – Rusia berencana untuk menguji salah satu helikopter terbarunya, Mi-28UB di Suriah. Demikian dilaporkan kantor berita TASS mengutip pernyataan dari CEO Helicopters Rusia, Andrei Boginsky.

Menurut TASS, delapan helikopter Mi-28UB akan disiapkan untuk Angkatan Udara Rusia akhir tahun ini. “Saat ini helikopter Mi-28N memiliki dua awak (pilot dan operator). Tugas dari proyek baru ini adalah untuk mengubah helikopter menjadi pesawat tempur dan pelatihan gabungan, dengan kontrol penuh di depan kedua kursi,” ujar Boginsky.

“Kami ingin helikopter ini (Mi-28UB) menjalani tes di sini (di Suriah),” imbuh Boginsky dalam wawancara dengan saluran berita TV Zvezda di pangkalan udara Khmeimim, Suriah.

Mi-28UB adalah versi upgrade dari Mi-28N, yang juga dikenal sebagai The Night Hunter (Pemburu Malam). Mi-28N juga diuji di lapangan di Suriah.

Perbedaan utama antara Mi-28UB dan Mi-28N adalah helikopter terbaru merupakan gabungan tempur dan konfigurasi pelatihan helikopter tempur Mi-28N, yang dikembangkan khusus untuk digunakan dalam pencarian dan penghancuran tank, kendaraan lapis baja dan target udara berkecepatan rendah.

Helikopter Rusia, Mi-28UB dapat digunakan dalam pelatihan untuk Angkatan Udara Rusia seperti pendahulunya, The Night Hunter.

Sistem kontrol penerbangan dual hidro-mekanis Mi-28UB, yang mulai dikembangkan pada tahun 2010, memungkinkan kendaraan dioperasikan dari kokpit pilot dan juga dari kokpit operator.

Rusia mengakui telah menggunakan medan Suriah sebagai ladang uji coba senjata baru. Letnan Jenderal Igor Makushev, ketua Komite Penelitian Militer, mengatakan bahwa intervensi militer di negara tersebut memungkinkan Rusia untuk menguji amunisi yang baru dikembangkan.

“Lebih dari 200 senjata telah diuji selama operasi khusus, yang menunjukkan efektivitas tempur yang tinggi dan terbukti mampu menjalankan misi,” ujar Makushev kepada kantor berita TASS di sebuah pameran militer di Moskow. Kiblat

0 komentar: