Breaking News
Loading...

Musrin mengaku jika semenjak mendapat pengaruh tersebut, istrinya berlaku kurang baik kepada orang tuanya. Mengetahui hal tersebut, Musrin naik pitam dan melakukan kekerasan terhadap orang yang dianggap memepengaruhi istrinya, Sofyan Taha.
Syaihindonesia.com - Aparat Kepolisian Polres Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) mengamankan sedikitnya 17 warga penganut aliran syiah. Tindakan polisi tersebut terkait dengan adanya percekcokan antar warga Goro-goro.

Salah seorang warga, Musrin Jamaludin mengalami luka sobek dipelipis setelah dikeroyok oleh sejumlah warga yang beraliran syiah. Pengeroyokan itu terjadi lantaran Musrin tidak senang istrinya, Sarti MS Manila dipengaruhi oleh salah satu pengikut syiah.

Musrin mengaku jika semenjak mendapat pengaruh tersebut, istrinya berlaku kurang baik kepada orang tuanya. Mengetahui hal tersebut, Musrin naik pitam dan melakukan kekerasan terhadap orang yang dianggap memepengaruhi istrinya, Sofyan Taha.

Akibat pemukulan itu, Musrin lantas dikeroyok oleh beberapa orang teman Sofyan. Pihak kepolisian lantas mengamankan sejumlah warga pengikut syiah terkait pengeroyokan tersebut.

“Selain itu, kami mengimbau agar warga Goro Goro tidak saling mempengaruhi situasi yang berdampak terhadap gangguan Kamtibmas, namun mempercayakan polisi untuk menindaklanjuti perkara ini,” kata Kasat Reskrim Polres Halsel AKP Syahrul Hariady di Ternate, Selasa (5/9/2017), dikutip dari tirto.id.

Pengikut Syiah yang diamankan polisi adalah SMS, RMS, ST, HH, MB, AY, JK, SM, JU, SM, CU, JB, IL, MB, MA, GK dan SM.

“Memang, untuk pengikut Syiah itu sudah diamankan Polres Halsel untuk diproses lebih lanjut,” kata Hendry.

Sementara itu, seperti diwartakan detakmalut.com, kepala desa Goro-goro, La Husen La Mudin membenarkan jika Musrin memang pihak yang memukul pertama kali lantaran kesal istrinya dipengaruhi untuk masuk syiah.

Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut menyatakan jika sedang berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Halsel guna mengidentifikasi apakah aliran Syiah yang di desa tersebut termasuk sesat atau tidak.

“Kalau memang aliran ini dilarang maka kita lakukan penyuluhan terhadap pengikut aliran Syiah untuk kembali bertaubat,” ujarnya, dikutip dari tirto.id.

Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Achmat Juri menghimbau agar warga menahan diri dan tidak terpancing dengan perkara tersebut.

“Penangkapan kelompok Syiah yang beranggotakan 17 orang warga Goro Goro saat ini sedang ditangani pihak Polres Halsel dan dalam penanganan kasus aliran Syiah ini katanya, Polres Halsel akan melibatkan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Halsel beserta stakeholder terkait di Halsel,” katanya melalui Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar di Ternate, Selasa (5/9/2017). Suratkabar.id

0 komentar: