Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas masalah Israel mengenai peran Iran di Suriah.

Diperkirakan Netanyahu akan menggunakan kesempatan tersebut untuk mendapatkan tempat di meja perundingan guna memastikan bahwa sebuah resolusi terhadap konflik Suriah tidak memperkuat kekuatan Iran di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan di Sochi, Rusia, hari ini, Netanyahu -yang mengunjungi Putin untuk yang kedelapan kalinya selama lima tahun terakhir- bermaksud membawa Rusia sesuai arah pemikirannya. Israel, yang telah memainkan peran genting dalam perang Suriah sejak tahun 2011, dikatakan sangat marah karena masa depan konflik tidak akan menguntungkannya.

Kekhawatiran terburuk Netanyahu di Suriah adalah solusi yang memungkinkan kehadiran tetap Iran dan Hizbullah di negara tersebut begitu jauh sehingga awal bulan ini delegasi Israel tampaknya menentang sebuah memorandum de-eskalasi, karena ia gagal memberikan perhatian yang cukup untuk membatasi pengaruh Iran.

Beberapa pejabat seniornya mengancam untuk meningkatkan konflik melalui serangan militer sepihak. Moshe Ya’alon, seorang politisi Israel dan mantan kepala staf tentara Israel berkomentar mengenai prospek Iran yang tersisa di Suriah.

“Kami memiliki harapan bahwa kesepakatan antara Trump dan Putin akan menghadapi ancaman Iran di perbatasan kami,” kata Ya’alon di Tel Aviv. “Sudah jelas bahwa jika tidak ada solusi, pada akhirnya kita mungkin harus mengambil tindakan sendiri.”

Sementara Israel sebagian besar berada di luar konflik Suriah dan menghindari konfrontasi militer terbuka. Meski demikian, secara tidak resmi Israel telah melakukan sejumlah operasi militer. Netanyahu baru-baru ini menyebut bahwa militer Israel menyerang Hizbullah di Suriah beberapa kali ketika bertemu dengan Perdana Menteri Hungaria, Republik Ceko, Polandia dan Slowakia di Budapest.

Ya’alon juga mengisyaratkan bahwa Israel telah menargetkan Iran Ia mencatat bahwa ketika Iran mencoba untuk mengatur serangan di Dataran Tinggi Golan, hal itu dipatahkan.

Iran dan Rusia memiliki hubungan yang erat terkait krisis Suriah, para analis meragukan bahwa Putin akan melakukan suatu tindakan terhadap Iran dalam waktu dekat. Kiblat

0 komentar: