Breaking News
Loading...




 OLeh Zulkarnain El-Madury
 
Masalah “tanduk setan” sangat fenomena sekali ditengah umat Islam, jadi trending topik yang cukup menyita waktu, media media sosial ramai dengan tulisan yang saling menuduh siapa yang layak disebut “tanduk setan”.  Dan kelompok lainnya meyakini tanduk setan itu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, terutama Syiah menjadi paling depan sebagai  garda anti wahabi. Mereka dan pendukungnya diluar Syiah saling mendukung melemparkan tuduhan bahwa “Wahabi” adalah tanduk setan.

Makna Tanduk Setan Dalam Hadits Hadits Nabi 

Berikut hadits hadits Nabi yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud dengan tanduk setan. Dan semua hadits tersebut menjukkan pada definisi yang sama dalam muatan kalimatnya 

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَتَحَرَّ أَحَدُكُمْ فَيُصَلِّيَ عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَلَا عِنْدَ غُرُوبِهَا

Janganlah kalian menepatkan shalat pada saat matahari terbit maupun tenggelam. [HR. Malik No.460].

Pada saat matahari terbit atau ghurub [tenggelam] adalah dua tempat tanduk setan yang terdapat larangan bagi yang menunaikan sholat. Saat itu tanduk setan memposisikan diri mengiri matahari terbit dan tenggelam yang tidak memungkinkan orang atau haram beribadah

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ بَعْدَ الظُّهْرِ فَقَامَ يُصَلِّي الْعَصْرَ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ ذَكَرْنَا تَعْجِيلَ الصَّلَاةِ أَوْ ذَكَرَهَا فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِينَ تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِينَ تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِينَ يَجْلِسُ أَحَدُهُمْ حَتَّى إِذَا اصْفَرَّتْ الشَّمْسُ وَكَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ أَوْ عَلَى قَرْنِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لَا يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا

Itu adl shalatnya orang munafik, itu adl shalatnya orang munafik, itu adl shalatnya orang munafik. Seseorang dari kalian duduk-duduk hingga jika cahaya matahari sudah mulai menguning, yaitu saat berada di antara dua tanduk setan atau di atas tanduk setan, lalu dia mematuk empat kali. Dia tak mengingat Allah kecuali sedikit. [HR. Malik No.459]. 

Matahari menguning adalah waktu waktu yang tepat munculnya tanduk setan, atau saat matahari terbit menampakkan sebagian kepalanya, saat itulah yang disebut setan, Bararti kawasan barat dan Timur semuanya adalah tanduk setan 

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ وَعَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ

Rasulullah melarang melakukan shalat setelah asar hingga matahari tenggelam, & melarang shalat setelah subuh hingga matahari terbit. [HR. Malik No.461].

Terbit dan tenggelam dilarangnya menunaikan sholat hingga benar benar tenggelam selama 20 menit demikian juga waktu sholat dhuha datang, sekitar 20 menit dari syuruq atau waktu paling aman 30 menit kemudian. Maknanya “Tanduk setan itu” termasuk kawasa yang berada disebelah Timur atau timur daya, timur selatan, barat daya dan barat selatan, semuanya termasuk kawasan tanduk setan. Karena dalam Quran kita hanya mengenak kata Barat dan Timur. Atau dunia dalam Islam dibagi arah Barat dan arah Timur termasuk kawasan Utara dan selatan

    وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وٰسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
  [QS. Al-Baqarah: Ayat 115]

Bahasa arab nya timur adalah “syarq” (شرق) dan Barat adalah “gharb” (غرب) , pemaknaan Syarq dan Gharb sebagai timur dan barat merupakan pemaknaan yang kurang tepat (detail), terutama jika dikaitkan dengan pemahaman makna-makna ayat Al-quran. Karena di dalam Al-quran kalimat “masyriq” dan “maghrib” (makna yang umum dipakai adalah : timur dan barat), kadang disebutkan dalam bentuk mufrad (singular), tatsniyah (dual) dan Jama’ (plural) yaitu masyriq (مشرق), masyriqaini (مشرقين), dan masyaariq (مشارق), maghrib (مغرب), maghribaini (مغربين), dan maghaarib (مغارب), seperti dalam ayat-ayat berikut

1. Bentuk singular pada surat Asy-syu’araa 27;
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا
2. Bentuk dual pada surat Ar-rahman ayat 15;

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
3. Bentuk plural pada surat Al-ma’aarij ayat 40;
فَلآ أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ
Ayat-ayat diatas jika diartikan dengan makna timur dan barat maka akan menjadi : “dua timur dan dua barat” dan “beberapa timur dan beberapa barat”.
Ini makin jelas maksud Quran kawasan bumi hanya dibagi dua Barat dan Timur, artinya Iran dan Irak ditinjau dari perspektif Barat dan Timur menurut Quran ada, letaknya keduanya disebut Timur. Sehingga kata Nahwal Masyriq yang di maksud semua yang berada dikawasan Timur dan sekitarnya.

Lebih jelas dalam riwayat berikut

عَنْ يُسَيْرِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ دَخَلْتُ عَلَى سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ فَقُلْتُ حَدِّثْنِي مَا سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْحَرُورِيَّةِ قَالَ أُحَدِّثُكَ مَا سَمِعْتُ لَا أَزِيدُكَ عَلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ قَوْمًا يَخْرُجُونَ مِنْ هَاهُنَا وَأَشَارَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْعِرَاقِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ قُلْتُ هَلْ ذَكَرَ لَهُمْ عَلَامَةً قَالَ هَذَا مَا سَمِعْتُ لَا أَزِيدُكَ عَلَيْهِ

Dari Yusair bin 'Amr  berkata, "Aku menemui Sahl bin Hunaif (radhiallahu 'anhu) lalu aku berkata, "Sampaikanlah kepadaku hadits yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang Haruriyah". Sahl berkata, Aku akan menyampaikan kepada engkau hadits yang aku dengar dan aku tidak akan menambah-nambahi. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut suatu kaum yang keluar dari arah sini -dan Nabi mengisyaratkan tangannya ke arah Iraq- mereka membaca Al-Qur'an akan tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah tembus keluar dari badan hewan buruannya". Aku (yaitu Yusair bin 'Amr) berkata, "Apakah Nabi menyebutkan suatu tanda tentang mereka?", Sahl berkata, "Ini yang aku dengar, aku tidak menambah-nambahinya" (HR Ahmad no 15977). 

Perkara Nubuwat tidak akan bohong, apakah kita akan menuduh Imam Ahmad pendusta karena menyebut IRAQ. Tentu tidaklah demikian, sedangkan hadits itu di dukung banyak Hadits yang menempatkan Timur Madina adalah Irak dan sekitarnya termasuk Iran sesuai dengan maksud Quran yang membagi dunia hanya barat dan Timur.

Dalam hadits Nabi Dajjal disebut akan muncul dari arah Timur 

" يَأْتِي الْمَسِيحُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ هِمَّتُهُ الْمَدِينَةُ حَتَّى يَنْزِلَ دُبُرَ أُحُدٍ، ثُمَّ تَصْرِفُ الْمَلَائِكَةُ وَجْهَهُ قِبَلَ الشَّامِ، وَهُنَالِكَ يَهْلِكُ "

Al-Masiih (Ad-Dajjaal) datang dari arah Timur menuju kota Madinah dan berhenti di belakang bukit Uhud. Kemudian malaikat memalingkan mukanya ke arah Syaam dan ia binasa di sana” (HR Muslim no. 1380).
Apa yang dimaksud arah Timur tempat keluarnya Dajjal itu mari kita lihat
Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa Dajjal muncul dari Asbahan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

وَإِنَّهُ يَخْرُجُ فِي يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَدِينَةَ فَيَنْزِلُ فِي نَاحِيَتِهَا

"Dan sesungguhnya Dajjal akan keluar di Yahudi Asbahan hingga ia mendatangi kota Madinah, lalu iapun berhenti di pinggiran Madinah" (HR Ahmad no 24467, Ibnu Hibban no 1905 dan dishahihkan oleh Al-Haitsami dalam Majma' Az-Zawaid 7/651)

Dan semisal hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan lafadz


يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ، سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ

"Dajjal diikuti oleh 70 ribu Yahudi Asbahan, mereka memakai thoyalisah (semacam pakaian yang diletakan di bahu)" (HR Muslim no 2944)

Nyata Sekali dalam Riwayat Muslim bahwa arah Timur yang dimaksud Nabi adalah Iran dan Irak, dimana kaum Yahudi tinggal di Isfahan Iran. Ada 70 ribu yahudi menjadi pasukan tempur dajjal, yang juga embrio dari tokoh Syiah Abdullah bin Saba yang menjadi Mazhab Syiah. Kelak kemudian muncul juga di kota Khurasan Irak sebagaimana berikut ini ..

عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ، قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ، يُقَالُ لَهَا: خُرَاسَانُ، يَتْبَعُهُ أَقْوَامٌ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ "

dari Abu Bakr Ash-Shiddiiq, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Dajjaal akan keluar dari bumi Timur, yang bernama : Khuraasaan. Ia akan diikuti oleh beberapa kaum, dimana wajah mereka itu seperti perisai yang ditambal” (HR At-Timidzi no. 2237, Ibnu Majah no 4072, Ahmad no 12, dan Al-Hakim no 8608, dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, silahkan lihat takhrij hadits ini secara luas di Silasilah Al-Ahaadiits As-Shahihah 4/165 no 1591).


Berarti tidak ada yang memalingkan makna Timur kalau yang dimaksud adalah  Irak dan Iran sebagaimana tersebut dalam hadits hadits shahi tersebut. Memang Fitnah itu akan silih berganti akan datang dari Iran dan Irak, dimana di wilayah tersebut mayoritas Syiah , mereka akan menjadi ujian terhadap Islam.





0 komentar: