Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Seorang pejabat pemerintahan Suriah menuduh rezim Syiah Bashar al-Assad sengaja melarang warga Suriah untuk menunaikan ibadah haji di tahun 1438 Hijriyah ini.

“Rezim Syiah Bashar Al-Assad melarang warga yang telah memiliki visa haji di paspor mereka untuk berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini,” ujar Direktur Haji di Komite Tinggi Haji Suriah, Samer Bayraktar hari Selasa (1/08) kemarin.

Samer Bayraktar mengatakan bahwa Syiah Assad sengaja mengeluarkan peratuan dan prosedur rumit bagi jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci di wilayah yang dikuasasi kelompok revolusioner dan Mujahidin Islam.

Ditahun ini, Syiah Assad mewajibkan seluruh warga yang sudah mendapat visa haji harus diverifikasi di Cabang Intelijen Militer 235 yang dikenal Cabang Filistin. Warga mengenal cabang intelijen ini sangat buruk dan kejam.

Komite Agung Haji Suriah menyatakan bahwa di tahun ini warga Suriah yang berangkat haji berjumlah sekitar 15 ribu orang, dimana 6.500 diantaranya datang dari  dari Libanon, Yordania, Turki, Mesir dan negara-negara Teluk Arab, serta 4.500 lainnya berasal dari wilayah yang dikuasai oleh kelompok revolusioner dan mujahidin Islam Suriah, dan 4 ribu sisanya berasal dari wilayah yang dikuasai rezim.

Menanggapi hal tersebut, Komite Tinggi Haji Suriah dalam laman resmi Facebooknya menuliskan bahwa Haji adalah sebuah ibadah yang diharamkan untuk dipolitisasi.

Komite Tinggi Haji Suriah menegaskan bahwa pihaknya dalam 4 tahun terakhir telah bersikap netral untuk melayani semua peziarah asal Suriah, apa pun sikap dan pemahaman mereka.

“Visi kami adalah untuk melayani seluruh peziarah haji tanpa syarat apapun,” tulis Komite Tinggi Haji Suriah. (Rassd/Ram)

0 komentar: