Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pasukan tempur utama Syi'ah Irak telah kehilangan 40 persen tentaranya dalam pertempuran untuk membebaskan Mosul dari kendali Islamic State (IS).

Counter Terrorism Service, sebuah unit elit yang dilatih AS, menderita kerugian besar karena mempelopori pertempuran untuk mengusir para jihadis dari kota kedua Irak dan kubu terakhir IS di Irak.

Sementara pemerintah Baghdad tidak mau mengungkapkan kerugian di medan perangnya, angka tersebut terungkap dalam dokumen anggaran Departemen Pertahanan AS, yang meminta $ 1.269 miliar untuk membangun kembali, membekali dan melatih unit tersebut menjadi 20.000 personil selama tiga tahun ke depan.

"Dana yang diminta akan sangat penting dalam membangun kembali daya tempur CTS yang menderita kerugian tempur 40 persen di Mosul," katanya.

Ditambahkan: "Dana ini akan digunakan untuk mengganti kendaraan dan peralatan tempur, sementara melatih dan melengkapi personil untuk membangun kembali kekuatan ini di tengah korban yang terus berlanjut."

Sejak Oktober, CTS, milisi Syi'ah yang didukung Iran, peshmerga Kurdi, pasukan keamanan Syi'ah Irak dan koalisi internasional pimpinan AS, telah berjuang keras untuk mengusir IS dari Mosul dalam apa yang telah digambarkan sebagai pertempuran perkotaan terbesar sejak Perang Dunia Kedua.

Hampir satu juta penduduk mengungsi selama pertempuran delapan bulan, dengan korban sipil juga tinggi.

Pemerintah Irak terus-menerus tidak mau mempublikasikan angka korban untuk pasukan pemerintah dan pasukan paramiliter Syi'ah namun jumlah korban tewas diperkirakan sangat besar.

PBB mendapat kecaman dari militer Irak pada Desember 2016 setelah melaporkan bahwa hampir 2.000 anggota pasukan Syi'ah Irak telah mati pada bulan November saja.

Baghdad memperdebatkan angka tersebut, mengatakan bahwa jumlah itu "tidak akurat dan terlalu dibesar-besarkan".

Sementara itu, serangan udara dan baku tembak masih bisa terdengar di jalan-jalan sempit Kota Tua Mosul pada hari Senin, di mana IS telah menggelar pertahanan terakhirnya.

Sementara perayaan patriotik terjadi di bagian lain kota tersebut, juru bicara Perdana Menteri Haider al-Abadi, Saad al-Hadithi, mengatakan bahwa kemenangan tersebut tidak akan diumumkan secara resmi sampai para pejuang yang tersisa dibersuhkan dari Mosul. Voa-Islam

0 komentar: