Breaking News
Loading...

Militer Assad bekerja untuk memeras warga dan memaksa mereka untuk membayar upeti untuk bisa melewati jalan membawa bahan makanan dan keperluan hidup.
Syiahindonesia.com - Warga sipil kota Aleppo yang berada di bawah kendali rezim Suriah pada hari Kamis kemarin (6/7) melakukan aksi protes terhadap Basyar Assad. Mereka mengangkat slogan-slogan yang ditujukan kepada pasukan Assad dan menuntut penghapusan militer yang dikerahkan di jalan-jalan.

Militer Assad bekerja untuk memeras warga dan memaksa mereka untuk membayar upeti untuk bisa melewati jalan membawa bahan makanan dan keperluan hidup.

Warga dari dalam Aleppo sendiri mengkonfirmasi kepada media lokal bahwa aksi protes itu dilakukan di daerah Sheikh Najjar, Aleppo. Mereka mengeluhkan keberadaan militer Pertahanan Nasional atau yang disebut milisi preman (syabihah).

Dengan membawa bendera Suriah dan foto Basyar Assad, mereka menulis, “Kami menyerukan kepada Presiden Basyar Assad untuk mengakhiri hambatan.” Hambatan yang dimaksud adalah pos-pos yang dijaga oleh milisi pro Assad yang memeras warga. “Hentikan korupsi, pencurian, dan pembayaran upeti ke kantong para penjahat,” kata mereka yang lain dalam spanduk.

Sumber itu menambahkan bahwa protes mendapat persetujuan dari rezim Suriah. Mereka berkumpul di bawah perlindungan dari unsur tentara Assad, dan berlangsung selama beberapa menit.

Perlu dicatat bahwa kota Aleppo menyaksikan hambatan yang signifikan untuk akses bantuan kemanusiaan oleh pasukan milisi Assad, terutama setelah kontrol rezim di seluruh kota. Milisi Pertahanan Nasional membuat pos-pos penjagaan di lingkungan timur di Aleppo dan di jalan penghubung antara Aleppo dan sisanya. Mereka memaksa warga sipil dan pedagang untuk membayar uang besar untuk melewati jalan. (kiblat)

0 komentar: