Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pasukan rezim Nushairiyah Assad pada hari Kamis (6/7/2017) menyerang posisi oposisi di distrik Jobar, Damaskus, dengan gas klorin, menurut sumber setempat, Anadolu Agency melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan, pejabat di pusat medis Jobar mengatakan bahwa 10 pejuang oposisi telah terkena serangan tersebut.

Yusuf al-Bustani, anggota komite koordinasi lokal di ibukota wilayah Ghouta Timur, mengatakan pasukan rezim sering menargetkan Jobar dan Ghouta Timur dengan gas klorin.

“Rezim ini juga menyerang zona de-eskalasi. Pasukan Syiah Assad gagal mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” kata al-Bustani.

Awal pekan ini, dia menambahkan, pasukan rezim juga menyerang posisi oposisi di distrik Ain Tarma dan Zamalka di Ghouta Timur.

Pada hari Sabtu, juru bicara oposisi Suriah mengatakan bahwa lebih dari 30 pejuang oposisi telah terpengaruh oleh serangan rezim – yang juga menggunakan gas klorin – di Ghouta Timur.

Akhir bulan lalu, Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia mengklaim bahwa gas sarin telah digunakan dalam serangan 4 April di desa Khan Sheikhun di provinsi Idlib. Tuduhan tersebut ditolak oleh pihak Suriah.

Selama pembicaraan yang diadakan di Astana pada awal Mei, Rusia, Turki dan Iran sepakat untuk membangun jaringan “zona de-eskalasi” di berbagai wilayah di Suriah.

Menurut kesepakatan tersebut, zona – di mana tindakan agresi dilarang secara nominal – akan mencakup kota Idlib dan beberapa bagian provinsi Latakia, Homs, Aleppo dan Hama, serta Damaskus, Ghouta Timur, Daraa dan Quneitra.

Suriah telah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Assad menindak secara brutal aksi unjuk rasa dengan kebiadaban militer yang tak terduga.

Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut, sementara jutaan lainnya telah mengungsi. (jurnalislam)

0 komentar: