Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Mosul – Milisi Syiah Irak Al-Hasd Al-Syakbi kembali meraih kemajuan di perbatasan Irak-Suriah dalam menghadapi pasukan Daulah Islamiyah (ISIS). Pasukan yang mendapat bantuan Iran itu membebaskan pusat distrik Al-Ba’aj, di Mosul barat, yang bersebelahan dengan provinsi Hasakah, Suriah, pada Ahad (04/06).

Komandan milisi Al-Hasd mengatakan dalam pernyataan yang dilansir harian online Al-Syarq Al-Ausath, kemenangan ini diraih dengan dukungan jet tempur pemerintah Irak. Operasi diluncurkan dari tiga sumbu. Beberapa jam kemudian, pusat distrik Al-Ba’aj dikontrol penuh.

Sumber militan Al-Hasd yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pertempuran di wilayah tersebut telah dimulai sejak 12 hari lalu. Pergerakan dimulai dari desa-desa di sekitar distrik tersebut. Setidaknya sebanyak 12 desa dibebaskan seiring perebutan Al-Ba’aj ini.

Dengan demikian, kota di perbatasan yang saat ini masih dikontrol ISIS di Mosul barat hanya Tal Afar. Kota ini dianggap wilayah basis ISIS paling kuat kedua setelah Mosul kota.

Sebelumnya, Wakil Presiden Irak, Karem An-Nuri, mengatakan bahwa jika Al-Ba’aj berhasil direbut, maka pertempuran dengan ISIS mulai berpindah ke perbatasan dengan Suriah. Di saat yang sama, komandan milisi Al-Hasd mengungkapkan bahwa distrik tersebut merupakan daerah jalur logistik penting bagi ISIS.
Milisi yang diakui bagian dari pasukan bersenjata Irak itu beberapa hari lalu mengatakan telah mencapai perbatasan dengan Suriah seiring kemenangan dalam pertempuran merebut desa Ummu Jaris di distrik Al-Ba’aj. Hal itu pun membuat sejumlah pihak khawatir milisi Syiah tersebut ikut menjajah Suriah.

Apa lagi, seiring dengan kampanye militer milisi Al-Hasd di perbatasan Suriah, milisi Syiah di Suriah juga menggelar operasi militer di gurun Suriah. Wilayah ini dilintasi jalan yang menghubungkan Damaskus dan Baghdad. Para pengamat melihat bahwa milisi Syiah di Irak dan Suriah berupaya mengendalikan jalur penghubung untuk memperkuat posisi. (kiblat)

0 komentar: