Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Tel Aviv – Sebuah pusat penelitian terkemuka Israel telah meminta para pengambil keputusan di Tel Aviv untuk memastikan Bashar Assad tetap menjadi presiden Suriah. Dengan demikian memungkinkan Israel untuk mempertahankan kendali atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Pusat Studi Strategis Begin-Sadat di Universitas Bar-Ilan mendesak para pengambil keputusan untuk melakukan segala upaya guna memastikan hal tersebut. Lebih jauh, lembaga riset itu menekankan agar memperkuat posisi Assad di negara yang dilanda krisis lebih dari enam tahun.

“Memperkuat posisi Bashar Assad di Suriah adalah kepentingan vital dan strategis bagi Israel yang memiliki prioritas tertinggi,” kata lembaga itu sebagai dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (31/05).

Menurut studi lain oleh spesialis Oriental Studies, Edy Cohen, terlepas dari hubungan rezim Assad dengan Iran dan Hizbullah, Assad dipandang menjadi jaminan untuk mencegah transformasi Suriah menjadi sebuah kekacauan yang akan berdampak negatif bagi Israel.

Studi tersebut memperingatkan agar tidak membiarkan seorang presiden terpilih lain untuk memerintah Suriah. Karena dikhawatirkan dapat meningkatkan masalah Dataran Tinggi Golan di masa depan dan menuntut Israel untuk meninggalkan daerah tersebut.

Studi tersebut mengingatkan bahwa perbatasan Suriah-Palestina menyaksikan masa-masa paling damai di bawah kebijakan keluarga Assad. Bahkan keluarga Assad disebut sebagai “seekor singa di Lebanon dan seekor kelinci di Golan”.

Di bawah pemerintahan keluarga Assad, studi tersebut menjelaskan, Suriah tidak pernah memicu masalah keamanan atau insiden militer terhadap Israel sejak akhir perang 1973. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa Hafez Assad dan putranya Bashar, bertindak tegas dan menghukum setiap tentara Suriah yang memprovokasi tentara Israel yang berpatroli di perbatasan.

“Meskipun rezim keluarga Assad mendukung Hizbullah dan dikaitkan dengan Hamas pada satu titik, ia menghindari adanya gesekan langsung dengan Israel,” kata laporan dalam studi itu. “Ketenangan yang diberikan oleh keluarga Assad kepada Israel memungkinkan untuk mengintensifkan kegiatan pemukiman di Golan, menyerap ribuan imigran Yahudi dan membangun fasilitas wisata.”

Israel membutuhkan pemimpin kuat yang berkuasa di negara-negara Arab yang dapat mencegah penindakan atas serangan Israel atau pelanggaran batas-batasnya. (kiblat)

0 komentar: