Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR), pada Kamis (01/06) membeberkan data korban tewas di Suriah selama bulan Mei 2017. Terdata korban tewas mencapai hampir seribu jiwa dalam kurun waktu 31 hari.

Seperti dikutip dari Eldorar, koalisi internasional yang dipimpin AS dan tentara Bashar Al Assad diduga kuat bertanggung jawab atas kasus kematian tersebut. Terhitung, dalam bulan Mei terdapat sekitar 967 warga sipil yang tewas di Suriah.

Dalam laporan tertulis, SNHR di website-nya menyebutkan bahwa para warga sipil yang tewas ditangan rezim Assad mencapai 241 jiwa, termasuk didalamnya 29 anak-anak dan 21 wanita. Sementara itu 13 dari 241 korban sipil tersebut tewas akibat penyiksaan dari rezim Assad.

Sementara itu, dalang dibalik tewasnya 273 warga sipil yang didalamya terdapat 89 anak-anak dan 59 wanita, yaitu pasukan koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Serta tentara Rusia diduga telah menewaskan 13 warga sipil, termasuk seorang anak dan 5 wanita.

SNHR menambahkan bahwa, jumlah korban sipil yang tewas ditangan pasukan milisi Kurdi, yaitu 54 jiwa termasuk didalamnya 10 anak-anak dan 2 wanita. Adapun 2 dari 54 korban sipil, tewas akibat disiksa.

Masih dalam konteks yang sama, laporan dari SNHR mendokumentasikan bahwa 268 warga sipil yang didalamnya 61 anak-anak dan 47 wanita, tewas di tangan kelompok ISIS. Sedangkan 43 warga sipil termasuk 10 anak-anak dan dua wanita, tewas ditangn kelompok yang lain.

Terakhir, 72 warga sipil yang terdiri dari 24 anak-anak dan 9 perempuan tewas dalam keadaan yang berbeda-beda, dua diantaranya karena penyiksaan, tewas karena tenggelam dalam kapal imigrasi, serta dalam pengeboman. Adapun sejauh ini dalang dibalik itu belum ditemukan oleh SNHR. (kiblat)

0 komentar: