Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Pusat Komando Militer AS di Timur Tengah mengungkapkan bahwa jumlah tentaranya yang berada di Suriah mencapai 1000 pasukan. Para komandan pasukan tersebut memiliki kekuasaan “fleksibel”, yang memungkinkan mendatangkan pasukan tambahan jika diperlukan.

“Jumlah pasukan AS di Suriah saat ini mencapai sekitar 1000,” kata juru bicara Pusat Komando Militer AS di Timteng, Josh Jack, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Al-Syarq Al-Auwsath, Jumat (28/04).

Jack menambahkan bahwa tidak ada strategi cadangan untuk pasukan yang ikut operasi militer memerangi ISIS di Irak dan Suriah.

Pasukan AS di Suriah ditempatkan terfokus di Timur Laut Suriah, sekitar kota Raqqah dan kamp militer khusus di Hasakah. Penempatan itu dalam konteks mendukung milisi Kurdi dalam menghadapi ISIS.

Sebagian mereka ditempatkan di perbatasan Suriah-Yordania. Para tentara AS itu mendukung pasukan FSA untuk memerangi ISIS di wilayah tersebut.

Jack mengungkapkan hal ini beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump memberi wewenang lebih bagi militer AS di Irak dan Suriah. Sehingga mereka bebas mengambil keputusan yang barkaitan dengan perang.

Pada bagiannya, juru bicara koalisi internasional pimpinan AS John Dorian mengatakan bahwa ratusan tentara itu tidak terlibat dalam pertempuran. Tugas mereka memberi instruksi kepada gerilyawan sekutu.

“Peran kami memberi dukungan dan intruksi, bukan bertempur,” kata Dorian.

Ia juga mengritik serangan udara Turki baru-baru ini yang menargetkan pasukan Kurdi, yang menjadi sekutu utama AS. Serangan itu dinilai dapat membahayakan pasukan AS. (kiblat)

0 comments: