Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Jakarta – Gas beracun yang dijatuhkan pesawat tempur rezim Suriah di Khan Sheikhoun, menjadi alasan pemerintah Amerika Serikat untuk meluncurkan rudal Tomahawk ke pangkalan udara Suriah. Namun, operasi itu dipandang berpotensi memperburuk situasi di Suriah.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Bahtiar Effendy pada Jumat (07/04). Menurutnya, serangan AS tersebut tidak menyelesaikan konflik Suriah melainkan membuat rakyat Suriah semakin menderita.

“PP Muhammadiyah mengecam tindakan serangan rudal Tomehawk yang diluncurkan AS ke Suriah. Serangan Ini merupakan pelanggaran kedaulatan Suriah dan melanggar hukum internasional,” tegas Bahtiar Effendy.

Serangan AS dianggap telah melanggar kedaulatan Suriah dan pelanggaran Hukum dan norma-norma internasional. Hal ini berpotensi memperburuk situasi di Suriah dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

“Selain itu, serangan ini hanya akan memperburuk situasi keamanan di Suriah dan terutama akan membuat rakyat Suriah semakin menderita,” sambungnya.

Dalam pernyatan sikapnya, Bahtiar Effendy yang mewakili Muhammadiyah mendesak kepada negara-negara adikuasa untuk tidak menjadikan Suriah sebagai arena pertempuran. Pasalnya, hal itu akan mengorbankan banyak nyawa.

“Hal demikian hanya akan mengorbankan rakyat Suriah dan mendorong radikalisme dan terorisme,” pungkasnya. (kiblat)

0 komentar: