Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Ankara – Dalam sebuah pernyataan terbaru, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggambarkan organisasi paramiliter Iraq “Al-Hashd Al-Shaabi” sebagai teroris.

“Dalam perang melawan ISIS di Iraq ada sesuatu yang mencolok. Ini menarik, Parlemen Iraq mengatakan Al-Hashd Al-Shaabi bukanlah kelompok teror, tapi yang menarik adalah siapa yang berada di balik kelompok teror ini,” katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Al-Jazeera.

Pemerintah Baghdad naik darah mengetahui pernyataan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iraq langsung memanggil duta besar Turki, Fatih Yildiz yang mulai tugas diplomatiknya bulan Januari lalu.

“Kementerian Luar Negeri telah memutuskan untuk memanggil duta besar Turki di Baghdad untuk menyerahkan sebuah protes resmi mengenai ucapan baru-baru ini oleh presiden Turki terkait Al-Hashd Al-Shaabi,” kata Ahmad Jamal, juru bicara kementerian seperti dikutip AFP.

Al-Hashd Al-Shaabi adalah organisasi bersenjata payung militer Iraq yang didominasi milisi Syiah yang setia kepada Iran. Menurut laporan lembaga pengawas Hak Asasi Manusia, HRW (Human Right Watch) organisasi Syiah ini telah melakukan sejumlah kejahatan terkait kemanusiaan, seperti menculik dan membunuh, membakar rumah dan toko, serta masjid-masjid milik warga Sunni. (kiblat)

0 comments: