Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Situs pengamat Amerika Serikat “Geopolitical Futures” menyatakan bahwa peperangan yang berlangsung di kawasan Dunia Arab saat ini bukanlah perang saudara seperti Suriah, Yaman, Libya, atau yang lainnya, melainkan peperangan antara Islam versus Syiah.

“Perang sipil di kawasan Dunia Arab bukanlah hal yang baru di kawasan. Proses seperti ini tidak akan berhenti di wilayah Dunia Arab. Lalu kapan perang ini akan berhenti?,” tulis Geopolitical Futures dalam laporan terbarunya mengenai konflik Dunia Arab.

Menurut Geopolitical Futures, perang yang terjadi saat ini adalah antara Turki dengan Iran yang mewakili 2 jantung kekuatan besar di kawasan Dunia Arab. “Kedua negara ini menghindari keterlibatan langsung satu sama lain, akan tetapi tanda-tanda menunjukkan secara jelas apa yang disebut konflik yang tidak bisa dihindari.”

Geopolitical Futures menjelaskan bahwa pada dasarnya peperangan di kawasan Dunia Arab adalah konflik antara Islam melawan Syiah, dimana Turki dan Iran mewakili masing-masing dari kubu yang berlawanan.

Negara-negara Arab telah menyatakan kepada Turki kebutuhan untuk menghadapi Iran, akan tetapi disisi lain mereka tidak ingin menerima hegemoni Turki di dunia Arab. Arab Saudi adalah negara Arab paling berpengaruh tetapi lemah, dan untuk itulah mereka mencari kemitraan bersama Turki dengan imbalan peran kecil dalam kepemimpinan.

Bukan hari ini atau 5 tahun terakhir, peperangan Islam versus Syiah kontemporer sudah berlangsung selama hampir empat dekade, dan terus berlangsung sekitar 13 abad. Ini bukanlah fenomena yang telah kita lihat di zaman modern saat ini. (Rassd/Ram)

0 comments: