Breaking News
Loading...


 
Kitab yang berisi nama nama 12 Imam versi hadits palsu


Zulkarnain El-Madury


Tulisan ini di ilhami oleh Diskusi kecil di ruangan Group WA , Syiah Vs Sunni. Antara lasykar Syiah yang bertebaran di WA dengan berbagai kilahnya yang mencerminkan watak orang yang keras kepala dan tidak mau mengalah dalam diskusi. Pembenaran demi pembenaran dilakukan mereka, agar supaya tercapai maksud hati mereka perdayakan umat, menjadi bagian dari Syiah.

Soal ngakali umat misalnya, tak perlu ditanya pada Syiah, mereka punya segudang jurus untuk mengelabui sunni. Tak jarang sunni banyak yang terbius syiah, karena senjata yang dipakai Syiah adalah, sedapat dapatnya melemahkan argumen Sunni. Terutama kalangan muda suni di Indonesia, banyak yang terjebak Syiah, terpesona oleh uraian uraian Syiah, dan memang Syiah paling pakar dalam menyesatkan para Pemuda Muslim yang cerdas tetapi tak terbimbing ilmu Islam.

Salah satu kitab yang paling melandasi pemikiran Syiah adalah kitab Al Qunduzi al Hanafi, entah tulisan ini kitab sandaran nama belaka kepada beliau atau memang beliau termasuk ashnaf Rafidhi yang sekelas dengan ulama ualam lainnya, pada jajaran ulama ulama Syiah ghuluw, berlebihan dalam meyakini ahlul bait. Padahal menurut ulama Syi’ah, Agha Bazrak Tahrani, “Kitab tersebut tergolong karya tulis ulama Syi’ah”, lihat al-Dzari’ah ila Tashanif al-Syi’ah (vol.25, hal.290 sumber internet: http://gadir.free.fr/Ar/k/b/b/al_Zaria/marja/al-zariya/index.htm).

Artinya kitab terasebut kitab jiplakan, kitab kloningan supaya laris dan menyedot perhatian umat Islam. Terlebih kalau melihat sosok Syaikh Sulaiman bin Ibrahim al Qundusy, disana ada penjelasan yang makin meyakinkan bahwa kitab Yunabi Al Mawaddah, lebih tepat disebut kitab kloningan, duplikat dari kitab kitab lain, yang menjadi refrensi Sulaiman. Sebetulnya agak aneh bersikeras menilai keyakinan seseorang hanya berdasarkan namanya. Dan kenyataannya, tidak selamanya orang yang bergelar al-Hanafi selalu mempunyai aqidah ahlus sunnah.

ميزان الاعتدال 4|171 برقم 8736
مفضل بن محمد بن مسعر القاضى، أبو المحاسن التنوخى الحنفي.
معتزلي شيعي مبتدع.
حدث عنه الشريف النسيب

Di dalam mizanul I’tidal disebutkan seseorang yang bernama Mufadhdhal bin Muhammad, bergelar al-Hanafi, tetapi disebut sebagai mu’tazili, syi’i dan ahli bid’ah.

Itu pernyataan ulama hadits, menjadi sandaran penafian kita pada kitab Syiah, selain memang merupakan kitab kloningan dari kitab lainnya dari kitab Syiah.

Selanjutnya, bukti-bukti yang disertakan dalam artikel answering-ansar.org tersebut tidak ada yang secara jelas menyebutkan aqidah al-Qunduzi. Oleh karena itu lebih baik langsung meluncur saja ke TKP, yaitu kitab Yanabi’ul Mawaddah, untuk melihat sumber riwayat hadits yang disebut berasal dari Ibnu Abbas (radhiallahu ‘anhu).

Di dalam Yanabi’ul Mawaddah juz 3 disebutkan 2 riwayat terkait dg bahasan ini, yang dimarfu’kan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam :
Aku dan ‘Ali dan al-Husain dan al-Hasan dan sembilan putera al-Husain adalah tersucikan dan ma’shuumuun.

Berikut teks lengkapnya.

1 - وعن ابن عباس (رضي الله عنهما) قال: سمعت رسول الله (ص) يقول: أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون..
http://yasoob.com/books/htm1/m025/29/no2920.html (lihat hal 291)

Riwayat pertama ini terdapat catatan kaki yang menunjukkan sumbernya, yaitu ‘Uyunul akhbar ar-Ridha. Sebagaimana diketahui kitab tersebut adalah buah tangan Syaikh Shaduq (Syaikh Abu Ja’far Muhammad bin ‘ali bin Babawaih al-Qummi).

2 -وفيه: عن الاصبغ بن نباتة، عن ابن عباس رفعه: أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون.

http://yasoob.com/books/htm1/m025/29/no2920.html (lihat hal 384)

Riwayat kedua ini berdasarkan BAB-nya, adalah kumpulan riwayat tentang al-Mahdi yang terdapat dalam Ghayatul maraam (al-Bahraani). Kemudian dengan melihat riwayat yang tersebut diatasnya, terlihat bahwa riwayat tersebut diambil juga dari Fara’id as-Simthin (al-Juwaini). Untuk ghayatul Maraam, jelas itu adalah sumber Syi’ah, penulisnya adalah sayyid Hasyim al-Bahrani, pemilik al-Burhan fi tafsir al-Qur'an. Sedangkan al-Juwaini ini statusnya sama seperti al-Qunduzi, yaitu disebut-sebut sebagai ulama’ sunni. 


Oleh karena itu mari kita lihat dalam Fara’id as-Simthin Juz 2. Dalam bab Fii Ishmah al-A’immah min Aal Muhammad Shallallahu ‘Alaihim Ajma’in, setelah menyebutkan beberapa nama ulama’ :

قالوا كلّهم : أنبأنا الشيخ أبو جعفر محمد بن عليّ بن بابويه القمّي(3) قال : أخبرنا علي بن [ محمد بن ] عبد الله الوراق الرازي ، قال : أخبرنا سعد بن عبد الله
قال : أنبأنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي عن الحسين بن علوان ، عمرو بن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الأصبغ بن نباتة :
عن عبد الله بن عباس ، قال : سمعت رسول الله (صلّى الله عليه وسلّم) يقول : أنا وعليّ والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهّرون معصومون

Kalau melihat riwayat dalam fara’id as-simthin diatas, justru jelas disebutkan bahwa sumber riwayat tersebut adalah Syaikh Abu Ja’far Muhammad bin ‘ali bin Babawaih al-Qummi, atau dikenal juga dengan Syaikh Shaduq.

Untuk klarifikasi, mari kita lihat Kamaluddin-nya syaikh Shaduq :

كمال الدين و تمام النعمة
ابي جعفر محمدبن علي بن الحسين بن بابويه القمي المعروف بالشيخ الصدوق
(305 - 381ه)
حدثنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال : حدثنا سعد بن عبد الله قال : حدثنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي ، عن الحسين بن علوان ، عن عمر ابن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الاصبغ بن نباته ، عن عبد الله بن عباس قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله يقول : أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون

http://www.rafed.net/books/hadith/kamal/15.html (lihat hal 280, hadits no :28)

Sekarang mari kita lihat Ghayatul Maraam :

قالوا كلهم: أنبأنا الشيخ أبو جعفر محمد بن علي بن بابويه القمي رضي الله عنه قال: أخبرنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال: أنبأنا سعد بن عبد الله قال: أنبأنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي، عن الحسن بن علوان، عن عمر بن خالد، عن سعيد بن طريف عن الأصبغ بن نباتة، عن عبد الله بن عباس قال: سمعت رسول الله (صلى الله عليه وآله) يقول: " أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون
http://www.aqaed.com/book/327/gh-mram1-13.html (hal. 142)

Teks dari Ghayatul Maraam sama persis dengan yang ada di Fara’id as-Simthin. Tidak aneh, karena dari catatan kakinya memang disebutkan bahwa sumbernya adalah Fara’id as-Simthin.

Setelah kita melihat sumber- sumber yang digunakan oleh penulis Yanabi’ul mawaddah, jelas sekali bahwa literatur yang ada adalah milik Syi’ah. Jadi intinya, sepanjang-panjangnya mulut, dengan berbagai alasan untuk mengatakan al-Qunduzi sebagai ulama’ Sunni adalah tidak ada gunanya, toh sumber riwayat yang ada ujung-ujungnya adalah Syaikh Shaduq.

Terakhir, sedikit lagi tambahan, sudah kepalang tanggung. Kita lihat lagi riwayat Ibn 'Abbas diatas, kita lihat dari si empunya saja yaitu yang ada di Kamaluddin :

حدثنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال : حدثنا سعد بن عبد الله قال : حدثنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي ، عن الحسين بن علوان ، عن عمر ابن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الاصبغ بن نباته ، عن عبد الله بن عباس قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله يقول : أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون

Perhatikan sanadnya, siapakah ‘Ali bin ‘Abdullah al-Warraq ar-Raaziy ? Di dalam kitab al-mufid min mu’jam ar-rijal al-hadiits Muhammad al-Jawaahiriy ternyata ‘Ali bin ‘Abdullah al-Warraq adalah majhul.

الصحيح ما في الطبعة الحديثة وهو علي بن عبد الله الوراق الرازي " المجهول الآتي 8292 " كما روى في الفقيه بهذا العنوان عن سعد بن عبد الله

Kesimpulannya, riwayat dari Ibnu ‘Abbas tersebut jelas bersumber dari literatur Syi’ah, dan sanadnya sendiri ternyata cacat (menurut kitab al-mufid mu’jam ar-rijal al-hadiits, ringkasan dari mu’jam rijal al hadiits al-Khu’i).


Dan akhirnya, pertanyaan "Dalil apakah yang menjelaskan kema’shuman 12 imam Syi’ah diluar ahlul Kisaa’ ?"

Buku  Yunabi’ Al Mawaddah ditulis tahun 1291 H. Sehingga perlu diangkat sejelas jelasnya, dari mana sumber  hadits yang ada dalam kitab tersebut, karena tenggang waktunya yang cukup jauh

Nama lengkap dari judul kitab ini adalah Yanabi` al-Mawaddah la Dhi al-Qurba min Ahl al-`Iba '. Nama penulis:  Sulaiman bin Ibrahim juga dikenal sebagai Khwajah Kulan ibn Muhammad (Baba Khwajah) bin Ibrahim bin Muhammad Ma`ruf ibn al-Syaikh al-Sayyid Tarsun al-Baqi al-Husayni al-Balkhi al-Qunduzi. Ia umumnya disebut sebagai Syekh Sulaiman al-Qunduzi. Di akhir buku ini ia menulis:

Dengan pujian dari Allah dan rahmat-Nya Penyusunan Yanabi` al-Mawaddah li Dhi al-Qurba min Ahl al-`Iba 'telah selesai, Pagi , Senin, hari  kesembilan Ramadhan 1291 H.

Kitab  ini disusun pada abad kedua belas (tepatnya 1291 H.). Penulis mengumpulkan bahan bahan dari berbagai kitab yang berbeda yang ditulis menulis tentang kebajikan dan manfaatnya. Penulis mengambil refrensi dari kitab kitab Syiah dan sumber Sunni. Beberapa kitab diantaranya adalah produk dari para ekstrimis Syiah Penulisnya mengambil secara acak  dari kitab kitab tersebut. Kita  akan menyebutkan beberapa  kitab kitab ini di sini.

Kitab Sulaim bin Qais al-Hilali

Kitab al-Muwalat dari Ibn `Aqdah

Kitab Maqtal Abu Mikhaf (Luth ibn Yahya)

Kitab al-Ghaybah oleh Muhammad ibn Hasan ibn `Ali al-Tusi

Kitab al-Manaqib oleh Akhtab Khawariz

Kitab al-Bayan fi Akhbar Sahib al-Zaman oleh Muhammad ibn Yusuf al-Kanji Kashf al-Ghummah oleh Syaikh `Ali ibn` Isa al-Ardabili, dll

Kitab kitab  ini semua  adalah karya ekstremis Syiah. Selain itu, ia termasuk riwayat dari banyak buku dari fada'il (keutamaan] yang mengandung bermacam-macam refrensi . Kitab ini berasal dari sumber sumber riwayat (shahi , da`if, maudu`, munkar dll).


Artinya sebuah kitab campur aduk yan tak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah [ Bersambung] 

0 comments: