Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Rezim Assad kembali meningkatkan serangan udara di wilayah Douma yang sedang terkepung. Militer menggunakan senjata terlarang untuk membombardir wilayah itu.

Dikutip dari Zaman al-Wasl pada Ahad (26/02), sejumlah jet tempur rezim Assad Kembali menyasar warga Douma. Tercatat sebanyak 10 orang dilaporkan tewas dalam sehari.

Terkait penyerangan ini, aktivis setempat membeberkan bahwa rezim Assad menggunakan bom napalm untuk melancarakan serangan di Douma. Bom jenis ini telah masuk daftar senjata terlarang PBB.

Efek serangan bom napalm ini telah menewaskan seorang warga sipil ketika pesawat Damaskus menggempur wilayah tersebut. Untuk mengobati efek bom Napalm ini, warga hanya bisa mengobatinya dengan lumpur. Alasannya, tidak adanya obat-obatan untuk digunakan sebagai penawar.

Sehari sebelumnya, sembilan orang termasuk ibu dilaporkan tewas akibat serangan udara rezim Assad di kota Douma, timur laut Damaskus. Dia terbunuh bersama empat orang anaknya.

Perlu diketahui, bom napalm merupakan kombinasi dari asam naftenat dan asam palmitat. Bom jenis inidapat menimbulkan daya bakar bagi korban.

Mengenai hal ini, Hukum internasional tidak melarang penggunaan napalm atau bom penghancur lainnya terhadap sasaran-sasaran militer. Tetapi penggunaannya terhadap warga sipil dilarang oleh Konvensi Senjata Konvensional Tertentu (CCW) PBB pada tahun 1980. (kiblat)

0 komentar: