Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Memasuki 7 tahun konflik, Suriah dikejutkan dengan serangan Amerika Serikat ke sebuah masjid di Aleppo. Masjid diserang oleh pesawat tempur saat solat Isya berlangsung dan menewaskan puluhan jemaahnya.

Puluhan orang luka-luka dan lebih dari 60 jemaah tewas. Dua faksi oposisi terbesar, Ahrar Syam dan Haiah Tahrir Syam (HTS) lantas angkat bicara. Mereka mengecam serangan tersebut dan menyatakan bahwa AS telah melakukan kejahtan perang.

“Kejahatan baru yang Koalisi AS lakukan, dalam serangkaian serangan udara yang menyasar penduduk Syam dan revolusi mereka, merupakan bukti akurat bahwa AS telah melakukan pembantaian terhadap rakyat Suriah,” tegas Haiah Tahrir Syam dalam rilisnya pada Jumat (17/03).

Seirama dengan HTS, Ahrar Syam membenarkan bahwa serangan terjadi ketika masjid dipenuhi jemaah solat. Ahrar menegaskan bahwa kejahatan AS tersebut tidak dapat diterima oleh agama dan hukum negara manapapun.

“Menyerang masjid dan tempat ibadah apapun adalah kejahatan perang di semua keyakinan maupun hukum negara. Serangan terjadi di waktu (masjid) dipenuhi oleh jemaah solat,” tegas Ahrar Syam.

Pada Kamis (16/03) lalu, angkatan udara AS melepaskan roket ke Masjid Umar bin Khattab di Jaynah, Aleppo. Serangan terjadi ketika masjid dipenuhi lebih dari 300 jemaah solat Isya.

Sementara itu, HTS kembali menegaskan bahwa serangan di masjid, membuat penduduk Suriah sadar akan keberpihakan AS. Banyaknya korban dari kalangan Muslim dan penduduk Suriah menegaskan bahwa negara AS adalah penjahat perang.

“Terkait itu, kami kembali menegaskan bahwa sesungguhnya penduduk Syam sudah menyadari, siapa para pejuang dan musuh yang dihadapi. Ingat, senjata maupun alat pemusnah yang digunakan oleh negara super power layaknya Rusia dan Amerika terhadap bangsa ini, tidak akan bisa menjauhkan mereka dari Jihad bahkan menghentikan perkembangnya,” pungkasnya. (kiblat)

0 komentar: