Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pejuang Suriah terus menggempur bandara militer strategis di Hama setelah serangan mendadak yang diluncurkan pada Selasa (21/3/2017) yang memungkinkan mereka mengambil wilayah di pedesaan utara provinsi Hama, ujar aktivis Suriah.

Serangan Hama telah disertai dengan serangan besar lain di Damaskus timur, sebuah langkah di mana Mujahidin Suriah telah mengguncang moral tentara dan loyalis rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad.

Pada Rabu (22/3), rezim Asad telah mengirim bala bantuan ke provinsi Hama karena daerah tersebut sangat penting bagi Bashar Asad dan pendukungnya dari sekte Alawiyah, lansir Zaman Alwasl.

Sumber militer rezim Asad mengatakan kelompok “pemberontak” telah memobilisasi sejumlah besar pasukan untuk serangan yang menargetkan kota-kota termasuk kota Soran yang terletak sekitar 20 km dari utara kota Hama, dan kota Khattab yang terletak sekitar 10 km dari barat laut Soran.

Pertempuran sedang berlangsung di kedua tempat, menurut sumber.

“Bala bantuan sekarang sedang dikirim,” ungkap sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Serangan tersebut dipimpin oleh Hayaat Tahrir Syam, aliansi Mujahidin di mana Jabhah Fath Syam termasuk di dalamnya.

Faksi pejuang Suriah lainnya juga ikut ambil bagian dalam serangan itu.

“Pertempuran, telah disiapkan untuk waktu yang lama dan semua kapasitas telah disiapkan untuk itu, sehingga kami dapat mengobarkan pertempuran panjang,” ujar komandan salah satu faksi FSA.

Koresponden ElDorar AlShamia menegaskan bahwa para pejuang yang mengambil bagian dalam pertempuran telah berhasil merebut kota Soran, Khattab, tank-tank milik rezim Asad serta sebuah gudang. Mereka juga berhasil menduduki Al-Shir dan Al-Safouh serta memblokir jalan antara kota Mahradah dan sisa dari Hama utara.

Jasyil Naser mengumumkan pada awal serangan bahwa dua jet tempur di pangkalan udara Hama telah hancur setelah pangkalan tersebut ditargetkan dengan lebih dari 40 roket Grad, sementara Jaisyul Ezza merampas tank T-72 dan sejumlah amunisi. (haninmazaya/arrahmah.com)

0 komentar: