Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Dalam sebuah wawancara terbaru yang menyinggung soal keterlibatan AS dalam perang di Suriah, Rezim Suriah pimpinan Bashar Assad mengatakan akan menyambut baik keterlibatan militer AS dalam perang melawan ISIS, lapor Antiwar.

Namun, ia mensyaratkan intervensi militer Amerika itu harus disertai dengan kemauan untuk berkoordinasi dengan militer Suriah.

Pernyataan sikap rezim Assad ini sudah pernah disampaikan sebelumnya, bahwa mereka menganggap intervensi unilateral yang dilakukan secara sepihak berpotensi akan melanggar kedaulatan negara Suriah.

“Damaskus menginginkan setiap gerakan anti-ISIS agar dikoordinasikan dengan operasi-operasi militer yang tengah mereka lakukan,” ujar Assad, belum lama ini.

Di waktu yang sama, Assad menyatakan menolak isi pidato Presiden Trump terkait rencana untuk membangun “zona aman” di bagian utara Suriah.

Menurutnya, satu-satunya cara menciptakan zona aman adalah dengan mengalahkan “teroris” yang ada di Suriah, sehingga membuat seluruh wilayah Suriah akan menjadi “zona aman”.

Selama ini, pemerintah AS di era Obama berulangkali mengesampingkan kemungkinan untuk berkoordinasi dengan pemerintah Damaskus.

Sementara, pemerintahan Trump saat ini masih belum secara tegas mengambil langkah apapun kecuali bahwa mereka siap bekerja sama dengan Rusia untuk menyerang ISIS. Jika demikian, kerja sama AS dengan rezim Suriah adalah sesuatu yang mungkin. (kiblat)

0 komentar: