Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Syiah hari ini dapat dilihat dengan jelas di Iran. Karakter dan keberadaan Syiah di beberapa negara lain, termasuk Indonesia mulai tampak jelas dengan pecahnya revolusi Suriah. Terutama pada pertengahan 2013 saat kekuatan militer rezim Syiah Bashar Asad mulai melemah. Masuknya Hizbullah Lebanon dalam pertempuran Qushair pada pertengahan Mei-Juni 2013 telah mengundang perhatian ulama dunia untuk bersikap. Salah satunya adalah pertemuan ulama dunia di Kairo Mesir pasca peristiwa itu, yang melahirkan fatwa kewajiban umat Islam untuk menolong Ahli Sunnah Suriah yang dizalimi.

Yang terbaru adalah pemberontakan Syiah Hautsi Yaman yang telah merebut Ibukota Shan’a pada September 2014 lalu.

Yaman adalah basis Syiah Zaidiyah, yang dikenal dalam sejarah sebagai kelompok Syiah yang dekat dengan ahli Sunnah. Sebagian kalangan menyebutnya Syiah Moderat. Zaidiyah dinisbatkan kepada imam mereka, Zaid bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib (80-122H). Imam Zaid memimpin revolusi melawan Bani Umayyah pada masa Hisyam bin Abdul Malik (122H).

Sekte Zaidiyah masih mengakui kekhilafahan Abu Bakar dan Umar. Mereka juga enggan untuk melaknat keduanya sebagaimana sekte-sekte Syiah yang lain. Namun, Syiah Zaidiyah hari ini telah berubah. (baca: Pergeseran Zaidiyah). Wilayah Saada, Yaman Utara tempat bermukim mereka telah menjadi basis kekuatan kelompok Hautsi, yang berkiblat kepada Iran, terutama setelah pemimpin mereka, Badrudin Al-Hautsi, pulang dari Iran.
Syaikh Yusuf Qardhawi

Dr. Yusuf Qardhawi

Sebelumnya beberapa ulama ahli sunnah berupaya mendekatkan (taqrib) Suni dan Syiah. Salah satu wujudnya adalah penandatanganan Risalah Amman tahun 2004 oleh para ulama Suni dan Syiah, dengan tiga poin kesepakatan, yang mengarah kepada upaya saling menghormati.

Namun, tokoh besar yang ikut menandatangani Risalah tersebut, Dr Yusuf Al-Qardhawi,  hari ini menyatakan telah tertipu oleh Syiah. Kezaliman Syiah terhadap Ahli Sunah Suriah telah menyadarkannya. Ulama kelahiran Mesir tersebut menceritakan pengalamannya di banyak negara menjelaskan bahwa Syiah bukan hanya satu golongan saja. Namun fakta kekejaman Syiah di Suriah membuat beliau menyatakan:

 الشيعة خدعوني.. وحزب الله كذبة كبيرة

“Syiah telah menipuku.. dan Hizbullah adalah pendusta besar.”[16]

Ketua Persatuan Ulama Sedunia tersebut juga mengatakan, revolusi Suriah menampakkan dan menjelaskan hakikat Hizbullah dan  pendukungnya yang tertipu oleh setan. Mereka, menurutnya, tidak pantas disebut hizbullah (tentara Allah), tetapi hizbusy Syaithan (tentara setan).[17]

(kiblat)

0 comments: