Breaking News
Loading...



Syiah memandang Wanita tidak sebagaimana Muslim memandangnya, wanita di mata syiah harus lebih enerjik, eksotis, sexsual dan sensual, layaknya wanita boom sex hollywod dan bollywood, erotisme menjadi persyaratan utama para pemuas mut’ah. Syiah lebih mesra di sebut Mucikari Mut’ah, karena memang sudah biasa di kalangan makelar Mut’ah itu menawarkan wanita wanita siap kencan selama dalam kontrakan.

Mau sepuluh atau 20 wanita semalam tak ada larangan, karena memang tak ada aturan dalam Syiah, selagi termasuk beruang, bebas menggait wanita Mut’ah seberapapun banyaknya. Ini pula yang mampu menarik muda mudi sunni tergiur untuk masuk Syiah, karena umpannya adalah wanita. Mau umur 9 tahun atau 17 tahun usia wanitanya, tidaklah menjadi batasan bagi Syiah, yang jelas Syiah memberikan kemudahan kepada siapapun pelaku mut’ah hatta orang luar Syiah yang  syiah yang melakukanna

Para Wanita Mut’ah dapat menampakkan bagian khusus tubuhnya sebagai jaminan bagi pemburu mut’ah, untuk meyakinkan kemampuan dan pelayanan dalam memberikan servis mut’ah, sehingga di dalam kitabnya bisa di dapat tulisan tulisan vulgar menggambarkan sensualitas wanita Mut’ah
Idealnya wanita syiah haruslah boom sex, menggiurkan mata yang  memandang, tentu untuk menghasilkan tawaran yang tidak mengecewakan di mata pencandunya. Mirip mucikari atau germo yang punya legalitas dalam menyalurkan bakat wanita yang gemar di mut’ah, sebagaimana gambaran dari kitab kitab mereka :

Mereka punya standar (tambahan) tersendiri bagi wanita yang dianjurkan dinikahi oleh kaum laki-laki. Anda ingin tahu ? Berikut beberapa riwayatnya :

الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُعَلَّى بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ لِيَ الرِّضَا ( عليه السلام ) إِذَا نَكَحْتَ فَانْكِحْ عَجْزَاءَ

Dan dari Al-Husain bin Muhammad, dari Mu'allaa bin Muhammad, dari Ahmad bin Muhammad bin 'Abdillah, ia berkata : Ar-Ridlaa pernah berkata kepadaku : "Jika engkau hendak menikah, nikahilah wanita yang besar (bagus) pantatnya" [Al-Kaafiy oleh Al-Kulainiy, 5/335 ]

عِدَّةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا عَنْ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِنَا رَفَعَ الْحَدِيثَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ( صلى الله عليه وآله ) إِذَا أَرَادَ تَزْوِيجَ امْرَأَةٍ بَعَثَ مَنْ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَ يَقُولُ لِلْمَبْعُوثَةِ شَمِّي لِيتَهَا فَإِنْ طَابَ لِيتُهَا طَابَ عَرْفُهَا وَ انْظُرِي كَعْبَهَا فَإِنْ دَرِمَ كَعْبُهَا عَظُمَ كَعْثَبُهَا

Beberapa orang shahabat kami, dari Ahmad bin Abi ‘Abdillah, dari sebagian shahabat kami dengan memarfu’kan hadits, ia berkata : Apabila Nabi (shallallaahu ‘alaihi wa aalihi hendak menikahi seorang wanita, maka beliau mengutus seorang wanita untuk melihat wanita tersebut. Beliau bersabda kepada utusannya : “Ciumlah bau di lehernya. Apabila lehernya baik/wangi baunya, maka lihatlah pergelangan kakinya. Apabila pergelangan kakinya halus, itu pertanda kemaluannya (vaginanya) besar”

أَحْمَدُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ أَخِيهِ عَنْ دَاوُدَ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْخَزَّازِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ (عليه السلام) قَالَ إِنِّي جَرَّبْتُ جَوَارِيَ بَيْضَاءَ وَ أَدْمَاءَ فَكَانَ بَيْنَهُنَّ بَوْنٌ

Ahmad, dari ayahnya, dari ‘Aliy bin An-Nu’maan, dari saudara laki-lakinya, dari Daawud bin An-Nu’maan, dari Abu Ayyuub Al-Khazzaaz, dari Abu ‘Abdillah (‘alaihis-salaam), ia berkata : “Sesungguhnya aku berpengalaman ‘mencoba’ dua budak gadis yang berkulit putih dan sawo matang. Maka, antara keduanya terdapat perbedaan yang sangat mencolok (dalam keutamaannya/kenikmatannya)

عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّوْفَلِيِّ عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ (عليه السلام) قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ (صلى الله عليه وآله) تَزَوَّجُوا الزُّرْقَ فَإِنَّ فِيهِنَّ الْيُمْنَ

‘Aliy bin Ibraahiim, dari ayahnya, dari An-Naufaliy, dari As-Sakuuniy, dari Abu ‘Abdillah (‘alaihis-salaam), ia berkata : Telah berkata Rasulullah (shallallaahu ‘alaihi wa aalihi) : “Nikahilah wanita bermata biru, karena padanya terdapat keberuntungan/barakah”

عِدَّةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا عَنْ سَهْلِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ بَكْرِ بْنِ صَالِحٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ ( عليه السلام ) قَالَ مِنْ سَعَادَةِ الرَّجُلِ أَنْ يَكْشِفَ الثَّوْبَ عَنِ امْرَأَةٍ بَيْضَاءَ

Beberapa orang shahabat kami, dari Sahl bin Ziyaad, dari Bakr bin Shaalih, dari sebagian shahabat-shahabatnya, dari Abul-Hasan (‘alaihis-salaam), ia berkata : “Termasuk kebahagiaan seorang laki-laki adalah ia dapat menyingkap pakaian wanita berkulit putih”

Kalau wanita syiah menggambarkan tubuh wanitanya, beda dengan lslam, wanita yang baik menurut Islam , adalah wanita yang memenui kreteria ketaqwaan, meskipun ada alternatif lain bisa menjadi pilihaan pria menyunting mereka. Sebagaimana hadits hadits nabi shallallahu’alaihi wasallam.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah memberikan nasihat:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita (biasanya) dinikahi karena empat hal, yaitu : karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang bagus agamanya. (Jika tidak), maka engkau akan merugi” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 5090, Muslim no. 1466, Abu Daawud no. 2047, dan yang lainnya].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ ؟ قَالَ: " الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا، وَمَالِهَا، بِمَا يَكْرَهُ "

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Pernah dikatakan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Wanita apakah yang paling baik ?”. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Wanita yang paling menyenangkan apabila dilihat, mentati suaminya jika ia memerintahkannya, dan tidak menyalahi suaminya dalam diri dan hartanya dengan sesuatu yang dibenci suaminya” [Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy no. 3231; dishahihkan oleh Al-Albaaniy dalam Silsilah Ash-Shahiihah no. 1838].

Wanita pilihan Islam dibangun diatas empat pilihan, hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihan utama Islam menempatkan agama diatas segala pilihan, tidak sebagaimana Syiah yang lebih pada kekuatan otot, mementaskan adegan adegan tubuh yang identik dengan visualisasi sex lewat tulisan, sebagai gaya tarik menarik pemuda pemuda muslim dalam pelukan syiah. Artinya bagian utama dari perangkap Syiah untuk menjaring muda mudi muslim. 

0 komentar: