Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Milisi Syiah sekutu rezim Asad telah menjarah kabel-kabel listrik di lingkungan barat Aleppo, selain menjarah generator listrik di lingkungan timur.

Mahmood Abo Al-Nour dari lingkungan Al-Zahra yang dikuasai oleh rezim Asad mengatakan kepada Eqtsad bahwa preman Shabiha telah menjarah generator di lingkungan tersebut dan mencuri lampu-lampu jalanan. Abo Al-Nour menyebutkan bahwa listrik dari “pemerintah” telah menjadi mimpi.

Media rezim melaporkan pada 17 Februari lalu bahwa kementerian urusan listrik mengumumkan 25 generator listrik tidak bisa digunakan karena tindakan destruktif di berbagai wilayah Suriah.

Penjarahan alat-alat listrik telah mempengaruhi banyak daerah di lingkungan barat Aleppo, Al-Basil, Jamiyet Majlish Al- Shaab, Jamiyet Al-Zahra dan lingkungan lainnya.

Sumber-sumber lokal menjelaskan bahwa peralatan dan kabel listrik yang dijarah oleh milisi Syiah dibawa ke Tartus dan Latakia untuk didaur ulang dan dijual, lansir Zaman Alwasl pada Senin (27/2/2017).

Pejabat rezim Asad menuduh pasukan keamanan dan badan-badan militer yang menguasai kota Aleppo, menutup mata dengan tindakan preman Shabiha ketika mereka menjarah.

Dr. Hassan Hazori, dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Aleppo menulis di halaman facebook miliknya bahwa situasi di Aleppo dari buruk akan menjadi lebih buruk, tingkat keamanan ekonomi, pribadi dan sosial secara dramatis berkurang di tengah meningkatnya penjarahan, perampokan yang menargetkan gedung-gedung resmi termasuk peralatan listrik.

Dia mengutuk sikap pejabat di kota yang menutup mata terhadap semua tindakan dan tidak melakukan apa-apa untuk menghentikannya.

Diperkirakan biaya kerusakan yang mempengaruhi industri listrik di Suriah sejak pertengahan 2011 mencapai 800 miliar Pound Suriah. (haninmazaya/arrahmah.com)

0 komentar: