Breaking News
Loading...

Abu Lu'lu' saja di Mulyakan Syiah, Mereka beranggapan Abu Lu'lu Pahlawan Syiah

Oleh : Zulkarnain El-Madury


Ternyata tidak ada yang bisa menerima dari kalangan Syiah terkait ketokohan Abdullah bin Saba, sebagai perintis atau dalang utama berdirinya agama Syiah. Mereka serentak menyoarakan kata Hoax atas data data keberadaan Abdullah bin saba dalam sejarah awal berdirinya kasus wilayatul Ali dan Keturunannya.

Dalam perkembangan sejarah Syiah hingga sampai keindonesia, memang tidak lepas dari otak pelaku berdirinya Syiah, Abdullah bin Saba, yang berkebangsaan Yahudi, bahkan Zionis Yahadi yang oposan teerhadap Islam dan umatnya, macam Vaderflas atau Snock Hogronye yang ganti nama Abdul Gafur, kemudia menggasak Islam dari dalam. Begitulah Abdullah bin Saba menjadi bintang Lapangan Utama Syiah, namanya tidak bisa dilepaskan dari berbagai kiat dan pemikiran dalam merancang,  menebang dan membendung pemikiran Islam yang sebanarnya terus berkembang.
Namun sebagian besar Syiah terpaksa menyita energinya untuk menghilangkan borok cacat Abdullah bin Saba, selama berperan merobah haluan dengan cara membius para pengikut Ali agar hanya menetapkan Ali sebagai pewaris tunggal tahta Ahlul Bait, tidak berlaku pada yang lain yang tidak terstruktur dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

MENGAPA HARUS ABDULLAH BIN SABA TOKOH UTAMA DAN PERINTIS SYIAH ?

Perkembangan sejarah, khusus berkaitan dengan Abdullah bin saba dan perannya dalam strukturisasi Ahlul bait, dilakukan dengan tanpa putus Asa, misalnya Paham Wasiyat, Raj’ah dan kebencian pada sahabat, semuanya bagian dari ide cemerlang si tokoh Zionis Yahudi ini. Kiprahnya terlalu luas dan terukur dalam membangun keyakinan wilayatul Ali, bahkan ketika Ali masih hidup, juga pernah mengangkat Ali pada level Tuhan, hanya saja Ali menolak dengan marah dan mengangasingkan Abdullah bin saba. Tetapi saat Ali meninggal, Abdullah menjadi Mazhab Syiah, diagung agungkan oleh semua Syiah yang merasa tertindas.

Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah ketika membantah orang-orang seperti mereka mengatakan:

“Mengingkari keberadaan Abdullah ibn Saba’ sama artinya sama  dengan mengingkari matahari yang bersinar terang di siang hari. Tidak ada satupun penulis klasik yang mengingkari keberadaannya. Saya tidak habis pikir siapakah yang lebih dalam ilmu dan penguasaannya terhadap realitas-realitas (sejarah)? Orang-orang terdahulu ataukah orang-orang belakangan yang pengecut dan takut dari cucunya sendiri?! Kita meminta dan menantang mereka untuk membuktikan satu orang yang terdahulu, dari mereka sendiri, bukan dari kita, yang mengingkari sosok Ibnu Saba’ dan menganggapnya sebagai khayalan dan khurafat….. Yang perlu diingat, kita tidak menyebut Ibnu Saba’, ketika menyebutnya dalam kitab kami “Asy-Syi’ah wa as–Sunnah”, sebagai nukilan dari Ibnu Hajar al-Asqalani atau adz-Dzahabi atau Ibnu Hibban, Ibnu Makula, al-Bukhari atau Fulan dan Fulan…Tetapi kami menyebutnya berdasarkan nukilan dari al-Kasy-syi imam mereka sendiri dalam bidang rijal, an-Nubakhti, imam mereka dalam hal firaqatau sekte-sekte. Dan seorang sejarawan Syi’ah dalam “ar-Rawdhah ash-Shofa”. Ketiga kitab tersebut adalah kitab mereka, ditulis oleh pemuka mereka kemudian daritahqiq atau editing mereka, supaya tidak ada sangkaan bahwa ada yang sengaja menyisipkan, editor atau komentator. Sesungguhnya an-Nubakhti secara pasti tidak menukil dari ath-Thabari dan tidak satupun orang yang menuduhnya demikian. Dia jika tidak mendahului ath-Thabari, juga tidak setelahnya, karena dia sejaman dengan Tsabit ibn Qurrah yang meninggal 288 H, dan dialah poros dan pusat dari orang Syi’ah yang terkenal dengan kefanatikan dan caciannya terhadap orang-orang yang tidak sejalan, yang dikenal dengan sebutan al-Kasy-syi, yang ahli di bidang rijal (para tokoh danrawi). Yang hidup sejaman dengan Ibnu Fuldaih yang meninggal pada 369 H. Dan kitabnya adalah kitab yang paling utama dan pertama tentang rijal, juga (mengambil) dari “al-Ushul al-Arba’ah” yang menjadi tumpuan mereka dalam bab ini”.

Menelaah pendapat rajih tersebut nyata, bahwa Abdullah bin saba, bukan saja Aktor dan bintang utama dalam peletakan asas Syiah, melainkan juga perancang jitu yang diaminkan oleh Syiah sebagai refrensi yang tepat menyebut musuh musuh Ali. Mereka menyandarkan semua kekesalannya pada Abdullah bin Saba dalam menebar pengarus anti Islam dan anti sahabar. Mengapa, sebab islam tak bisa dilepaskan dari sejarah, semua sahabata adalah saksi dan pendengar yang taat Rasulullah, islam ada pada diri mereka. Kalau kemudian sahabat nabi bisa dilenyapkan dari sejarah, maka islam tidak akan pernah ada lagi. Ini jalan pikiran Syiah yang luar biasa mejalar dari masa ke masa, dengan mengendarai  kendaraan taqiyah.

Begitu pula pembesar mereka Sa’ad ibn Abdillah al-Qummi yang meninggal pada 229 H, yang sejaman dan bertemu dengan Imam Syi’ah kesebelas al-Hasan al-Askari dan mengambil ilmu dari padanya, telah mengakui keberadaan sosok Ibn Saba’. Bahkan ia menyebutkan nama orang-orang pembantu dan sahabatnya yang ikut melakukan makar dan menjuluki mereka dengan “ Firqah Saba’iyah”. Dia berkata tentang Ibn Saba’: “Dia adalah orang pertama yang menampakkan penghinaan terhadap Abu Bakar, Umar, Utsman dan sahabat serta menyatakan “Bara’” (lepas diri) dari mereka. Dia mengklaim bahwa Ali yang memerintahkannya untuk itu”. Sebagaimana ia meriwayatkan bahwa ketika Ali mendengar kabarnya ia memerintahkan untuk membunuhnya, kemudian diurungkan dan merasa cukup dengan mengusirnya ke Madain.

Artinya pengikut Syiah dijaman ini bukanlah mengikuti ajaran Ali bin Abi Thalib yang sopan santun kepada sesama sahabat Nabi, tetapi pengikut Sabaiyah, penebar kebencian dan anti sahabat, ghuluw terhadap Ali dan keturunannya. Demikian iran kiblatnya adalah Sabaiyah, yang tidak selaras dengan dengan ajaran sunah yang dibawa Ali dari rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.
Untuk mengetahui apakah benar Abdullah bi saba itu pemeran utama Syiah dengan segala sepak terjangnya. Dapat dibaca pendapat pendapat tokoh tokoh syiah berikut ini

Berkata 'Ali Khamenei membantah bahwa Ibnu Saba' itu dari bani Tamim :

لا يابني ، ابن سبأ سيدنا ومؤسس ديننا وكتبنا المعتبرة تثبت ذلك

Artinya : bukan wahai anakku, Ibnu Saba' itu adalah sayyid kita sekaligus pendiri agama kita dan kitab-kitab kita yang mu'tabar mengakui itu.

Ini pengakuan jujur Ali Khomaini, tokoh andalan dan spiritual Iran, tidak malu mengakui Abdullah bin Saba, sebagai tokoh penggali sejarah Syiah.Alangkah ironi kalau ada anak anak syiah belakangan malu kepada nabinya yang mendirikan Syiah. lalu khamenei menunurunkan scanan kitab ikhtiyar ma'rifatir rijal karya Imam besar mereka Abu ja'far Muhammad bin hasan atthusi

Dan membatasi kotak berwarna merah pada scanan kitab tersebut sebagai bukti ilmiyyah nukilan.

Dan kitab itu isinya adalah :

وذكر بعض ان عبد الله بن سبأ كان يهودياً فاسلم ووالى عليا (عليه السلام) وكان يقول وهو على يهوديته في يوشع بن نون وصي موسى بالغو ، فقال في إسلامه بعد وفاة رسول الله (صلى الله عليه وآله) في علي (عليه السلام) مثل ذلك وكان أول من شهر بالقول بفرض إمامة علي واظهر البراءة من أعدائه وكاشف مخالفيه وأكفرهم . فمن هيهنا قال من خالف الشيعة اصل التشيع والرفض مأخوذ من اليهودية

Artinya : sebagian ahli ilmu menyebutkan bahwasanya Abdullah bin Saba' adalah seorang Yahudi lalu ia berislam dan berafiliasi kepada 'Ali ('Alaihissalam) dan ia berkata dia diatas keyahudiannya pada Yusya' bin nun seorang pengawal nabi Musa, lalu ia menyatakan keislamannya setelah wafatnya rasulullah shallallahu 'alaihi wa aalihi) dibawah kekuasaan 'Ali ('alaihissalam) seperti itulah keadaan yang menjadi bulan pertama kali ucapan wajibnya keimamahan 'Ali dan ia menampakkan bara' terhadap musuh-musuhnya, ia menyingkap para penyelisihnya dan mengkafirkan mereka. berangkat dari sini berkatalah siapa yang menyelisihi syi'ah bahwasanya Asal tasyayu' dan syi'ah rafidhah diambil dari seorang Yahudi.

INI FAKTA DASAR YANG MENYATAKAN ABDULLAH BIN SABA PELETAK DASAR AGAMA SYIAH YANG BANYAK DIANUT OLEH KAUM SYIONIS DI INDONESIA.

Nyata Atthusi menyebutkan : bahwa Abdullah bin Saba pelatak dasar ajaran Syiah, keimanan luar biasa secara ghuluw pada Ali bin Abi Thalib. Tulisan Atthuis ini tidak dapat di inkari, bahwa Syiah adalah produk pemikiran Abdullah bin saba, yang dikembangkan Iran sebagai senjata pembunuh massal keimanan umat Islam. Iranlah yang mengembangkan karakter Sabaiyah, didukung oleh biar sejara Persia yang bisa hidup dalam gurita dinasti. Sehingga orang orang Iran masih bermimpi hidup dalam dinasti Persia.

Pandangan2 Ttg Abdullah bin Saba' Dalam hadits hadits Shahi Syiah yang disusun oleh ulama ulama Syiah yang Mu’tbarah dikalangan Syiah.

عبدالله بن سبأ
170 - حدثني محمدبن قولويه القمي، قال: حدثني سعدبن عبدالله بن أبي خلف القمي، قال: حدثني بن عثمان العبدي، عن يونس بن عبدالرحمن، عن عبدالله بن سنان، قال: حدثني أبي، عن أبي جعفر عليه السلام ان عبدالله بن سبأ كان يدعى النبوة ويزعم أن أمير المؤمنين عليه السلام هو الله (تعالى عن ذلك).
فبلغ ذلك أمير المؤمنين عليه السلام فدعاه وسأله؟ فأقر بذلك وقال نعم أنت هو، وقد كان ألقي في روعي أنك أنت الله وأني نبي.
فقال له أمير المؤمنين عليه السلام: ويلك قد سخر منك الشيطان فارجع عن هذا ثكلتك أمك وتب، فابى فحبسه واستتابه ثلاثة أيام فلم يتب، فأحرقه بالنار وقال: ان الشيطان استهواه، فكان ياتيه ويلقى في روعه ذلك.

171 - حدثني محمدبن قولويه، قال: حدثنى سعدبن عبدالله، قال: حدثنا يعقوب بن يزيد ومحمدبن عيسى، عن ابن أبي عمير، عن هشام بن سالم، قال: سمعت أبا عبدالله عليه السلام يقول وهو يحدث أصحابه بحديث عبدالله بن سبأ وما ادعى من الربوبية في أمير المؤمنين علي بن أبي طالب، فقال: انه لما ادعى ذلك فيه استتابه أمير المؤمنين عليه السلام فأبي أنى يتوب فأحرقه بالنار.

- الهمزة الاخيرة بعد الطاء للتخفيف، من قولهم أخطأ السهم الرمية اذا عدل عنها ولم يصبها.
واما بفتح الهمزة وضم الطاء من الخطوة، أي لم أتجاوز حرفا على خطوته بعنى أخطيته وتخطيته، أي وتعديته وتجاوزته، استعمالا للافتعال في معنى التفعل

172 - حدثني محمد بن قولويه، قال: حدثني سعد بن عبدالله، قال: حدثنا يقعوب بن يزيد ومحمد بن عيسى، عن علي بن مهزيار، عن فضالة بن أيوب الازدي عن أبان بن عثمان، قال سمعت أبا عبدالله عليه السلام يقول: لعن الله عبدالله بن سبأ أنه ادعى الربوبية في أمير المؤمنين عليه السلام وكان والله أمير المؤمنين عليه السلام عبدا لله طائعا، الويل لمن كذب علينا وأن قوما يقولون فينا ما لا نقوله في أنفسنا، نبرأ إلى الله منهم نبرأ إلى الله منهم.

173 - وبهذا الاسناد، عن يعقوب بن يزيد، عن ابن أبي عمير.
وأحمد بن محمد بن عيسى، عن أبيه والحسين بن سعيد، عن ابن أبي عمير عن هشام بن سالم، عن أبي حمزة الثمالي، قال، قال علي بن الحسين عليهما السلام لعن الله من كذب عيلنا، اني ذكرت عبدالله بن سبا فقامت كل شعرة في جسدي، لقدادعى أمرا عظيما ماله لعنة الله، كان علي عليه السلام والله عبدا لله صالحا، أخو رسول الله، ما نال الكرامة من الله الا بطاعته لله ولرسوله، وما نال رسول الله (ص) الكرامة من الله الا بطاعته لله.

174 - وبهذا الاسناد عن محمد بن خالد الطيالسى، عن ابن أبي نجران عن عبدالله، قال، قال أبوعبدالله عليه السلام انا أهل بيت صديقون لا نخلو من كذاب يكذب علينا ويسقط صدقنا بكذبه علينا عند الناس، كان رسول الله صلى الله عليه وآله أصدق الناس لهجة وأصدق البرية، وكان مسيلمة يكذب عليه.
وكان أمير المؤمنين عليه السلام أصدق من برأ الله بعد رسول الله، وكان الذي يكذب عليه ويعمل في تكذيب صدقه ويفترى على الله الكذب عبدالله بن سبأ.

Dalam riwayat2 di atas Abdullah bin Saba' ini mengatakan bhw imam Ali as itu Tuhan dan dirinya adalah nabi beliau as. Ketika didengar imam Ali as, mk dia ditangkap dan dipenjara selama tiga hari diberi penerangan dan disuruh taubat. Tp karena tdk kunjung taubat, mk imam Ali as membakarnya.

Di penutup hadits ke: 174 di atas, al-Kasyi menulis:

وذكر بعضى أهل العلم أن عبدالله بن سبأ كان يهوديا فأسلم ووالى عليا عليه السلام، وكان يقول وهو على يهوديته في يوشع بن نون وصي موسى بالغلو، فقال في اسلامه بعد وفات رسول الله صلى الله عليه وآله في علي عليه السلام مثل ذلك
وكان أول من شهر بالقول بفرض امامة علي وأظهر البرائة من أعدائه وكاشف مخالفيه وكفرهم، فمن هيهنا قال من خالف الشيعة أصل التشيع والرفض مأخوذ من اليهودية.

"Dikatakan oleh sebagian ulama, bhw Abdullah bin Saba' adalah orang yahudi, kemudian masuk Islam dan berwilayah kepada imam Ali as. Akan tetapi ia berkata seperti dikala waktu masih yahudi ttg Yuusa' bin Nuun yg sebagai washi nabi Musa as, yg dikatakannya sebagai Tuhan (al-ghuluu). Yaitu, setelah masuk Islam dan setelah wafatnya Nabi saww, berkata ttg imam Ali as seperti itu (spt yg dikatakannya ttg Yuusa' bin Nuun itu, yakni sebagai Tuhan). Dia jg merupakan orang pertama yg terkenal dg kepercayaannya bwh imam Ali as itu sebagai imam yg diwajibkan, dan ia jg menterang-terangkan pelepasan dirinya terhadap musuh2 beliau as dan siapa saja yg menyatakan sebagai musuh beliau as dan bahkan mengafirkan mereka. Dari sinilah orang2 yg menentang syi'ah mengatakan bhw syi'ah itu berasal darinya dan dikatakan sebagai raafidhah dan mengambil dari yahudi."

Kesimpulannya, ajaran Syiah itu pendirinya adalah Abdullah bin Saba, Zionis Yahudi. Yang memang punya dendam kusumat terhadap Islam dan umatnya, terutama cepatnya perkembangan Islam yang tidak seperti agama agama sebelumnya yang lamban berkembang di dunia. Memandang Islam di khawatirkan dapat menguasai dunia, sosok bin saba, yang melahirkan sabaiyah inilah yang merancang berbagai program babak penghancuran Islam, dengan mengandalkan Syiah sebagai pintu gerbang mencapai tujuan itu

0 komentar: