Breaking News
Loading...

Syaihindonesia.com - Jurnalis televisi Swedia dinyatakan bersalah dan didakwa melakukan penyelundupan manusia karena menolong pengungsi anak Suriah memasuki negara tersebut dan memberinya hukuman percobaan.

Pada musim semi 2014, Fredrik Onneval sedang membuat film dokumenter soal respon partai nasionalis Eropa mengenai krisis pengungsi di Benua Biru. Saat itu, dia bertemu dengan anak 15 tahun dari Suriah di Yunani tanpa pendamping.

Pengacara Onneval meminta hakim membebaskan kliennya karena tindakannya dilakukan atas dasar kasihan dan khawatir akan keselamatan bocah Suriah tersebut. Tapi pengadilan distrik Malmo justru memutuskannya bersalah pada Kamis (09/02) melakukan penyelundupan manusia dan menjatuhkan hukuman percobaan serta layanan masyarakat selama 75 jam.

Meski pengadilan mengakui tindakan jurnalis SVT itu dilakukan atas dasar kemanusiaan semata, “yurisprudensi menyediakan sedikit ruang untuk membebaskan seseorang karena alasan itu.”

Tampak kurus dan kelelahan, Abed, bukan nama sebenarnya, meminta bantuan Onneval untuk dapat melakukan perjalanan ke Swedia agar dapat berkumpul dengan sepupunya. Bersama dua rekannya, Onnevall pun membantu Abed masuk Swedia.

“Butuh waktu 10 sampai 15 menit bagi saya untuk memahami apa yang dikatakannya, dan untuk meyakinkan pikiran saya,” kata jurnalis 43 tahun kepada AFP dalam sebuah wawancara bulan lalu di kota Malmo jelang sidang pertamanya.

“Segalanya menjadi jelas ketika timbul pertanyaan dalam diri saya: ‘Keputusan apa yang akan membuat saya tidak menyesal di masa depan?'” katanya.

Onnevall mengatakan akan mengajukan banding atas putusan hakim ini.

“Hal ini tidak mengherankan karena saya sudah siap menerima segala skenario,” katanya kepada AFP. “Saya harap pengadilan banding akan mengambil kesimpulan yang berbeda.”

Dua rekan Onnevall, kameramen dan interpreter, juga menerima hukuman yang sama. (jk/rn)

0 comments: