Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Teheran – Seorang purnawirawan pasukan khusus Iran, Daryoush Bourbour, mengungkapkan bahwa Iran telah menggunakan konflik Suriah untuk menguji alutsista atau peralatan militernya.

“Iran telah menguji banyak peralatan militer baru di Suriah, dan telah mengujinya dalam skala besar,” katanya seperti dikutip dari Voa News, Rabu (22/02).

Pria yang sekarang menjadi analis militer itu juga mengklaim, industri senjata Iran adalah yang terbesar dan paling canggih di antara negara-negara tetangganya.

Untuk diketahui, Teheran telah meningkatkan pengeluaran militer dalam beberapa tahun terakhir. Anggota parlemen Iran bulan lalu menyetujui rencana untuk memperluas pengeluaran militer menggunakan lima persen dari anggaran tahunan negara. Rencana itu termasuk mengembangkan program rudal jarak jauh.

Di sisi lain, Suriah telah menjadi medan pelatihan penting bagi pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC). “Penanganan krisis Suriah menjadi contoh pertama untuk pelatihan kehidupan nyata bagi militer Iran,” kata Hooshang Aryanpour, yang juga seorang purnawirawan militer Iran.

Sementara itu, Pejabat militer Iran mengklaim bahwa militer negara terus mendapatkan keuntungan dari pertempuran di Suriah.

“Kami telah mendapatkan kemajuan teknis dan taktis, militer dan dalam hal pengumpulan intelijen,” kata Brigadir Jenderal Hossein Salami, wakil komandan IRGC.

Konflik Suriah menjadi medan tempur pertama sejak perang Iran-Iraq pada akhir 1980-an. Dalam hal ini, Iran memberikan dukungan penuh kepada Rezim Suriah pimpinan Bashar Assad untuk mempertahankan wilayahnya. Menurut laporan Tasnim News Agency, sekitar 1.000 tentara Iran telah tewas dalam pertempuran di Suriah. (kiblat)

0 komentar: