Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Hama – Oposisi dan rezim Suriah, Selasa malam (07/02), akhirnya merampungkan proses pertukaran tahanan di pedesaan Hama. Setidaknya lebih 100 tawanan, yang seluruhnya wanita dan anak-anak, dari kedua pihak dibebaskan.

Seorang aktivis dari pedesaan Hama, Thariq Hamid, mengabarkan bahwa proses pertukaran ini diupayakan oleh Yayasan untuk Urusan Tawanan (oposisi Suriah) dengan berkumikasi dengan ruang operasi militer rezim di Kota Salma. Kedua pihak akhirnya sepakat membebaskan tawanan masing-masing.

Oposisi melepaskan sedikitnya 54 wanita dan anak-anak pendukung Assad dengan imbalan dibebaskannya 55 wanita dan anak-anak yang ditahan rezim Assad sejak empat tahun lalu.

Portal all4syria.info menjelaskan bahwa ke-54 tawanan yang dibebaskan pejuang itu ditangkap saat pejuang merebut sejumlah desa di wilayah Lattakia, basis pengikut sekte Alawi pendukung Assad. Saat itu, pejuang menggulirkan operasi besar-besaran dengan sandi “Pertempuan Aisyah Ummul Mukminin”.

Sementara, wanita dan anak-anak yang dibebaskan militer Suriah berasal dari berbagai kota di Suriah. Di antara tawanan yang dibebaskan seorang tokoh politik pertempuan anti Assad, Rasya Syarbaji dan lima anaknya.

Yayasan untuk Urusan Tawanan, Selasa malam, mengatakan bahwa puluhan tawanan yang dibebaskan rezim itu telah tiba di antara daerah Qal’ah Al-Mudhayyaq-Saqliyah di Sahlul Ghab, pedesaan Hama. Daerah itu menjadi pemisah wilayah kontrol rezim dan pejuang Suriah.

Reporter all4syria.info yang berada di lokasi penjemputan melaporkan sebagian tawanan yang dibebaskan rezim itu dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa di antara mereka dalam kondisi hamil dan baru melahirkan.

Akan tetapi, terlihat rona bahagia di wajah-wajah mereka. Sebentar lagi, mereka akan bertemu dengan keluarga dan sanak saudara yang terpisah selama empat tahun lebih.

Di saat yang sama, 54 tawanan yang dibebaskan pejuang sudah sampai di wilayah kontrol rezim. Preses pertukaran tawanan ini difasilitasi dan diawasi oleh Palang Merah Suriah.

Dalam pernyataannya, Yayasan untuk Urusan Tawanan mengucapkan terima kasih kepada Hai’ah Tahrir Al-Syam, Ruang Operasi Salma, Ahrar Al-Syam dan faksi-faksi yang ikut mensukseskan pertukaran ini. Lembaga itu menegaskan akan terus melakukan upaya serupa.

Perlu diketahui, sebelumnya pejuang sudah melakukan beberapa kali penawaran kepada rezim Assad untuk melakukan penukaran tawanan itu. Namun rezim selalu menolak. (kiblat)

0 komentar: