Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Syiah berkata : "Allah berfirman :

 وما محمدٌ إلا رسول قد خلت من قبله الرسل أفئن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم ومن ينقلب على عقبيه فلن يضر الله شيئاً وسيجزي الله الشاكرين (أل عمران : 144)

Artinya : “Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul. Apakah jika dia wafat atau terbunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik kebelakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”. (QS. Ali Imran : 144)


Ayat ini adalah dalil yang jelas bahwa para sahabat Nabi akan kembali kepada agama mereka yang dahulu (murtad) setalah wafatnya Rasulullah Shallallau Alaihi wa Salam secara langsung. Dan tidak tersisa dari mereka kecuali dalam jumlah yang sangat kecil, dan orang-orang yang tetap berada dalam islam itu adalah para Syakirin (orang-orang yang bersyukur), sebagaimana firman Allah :

 وقليل من عبادي الشكور سبأ : 13

 Artinya : “Dan sedikit sekali dari hamba-hambku yang bersyukur” (QS. Saba’ : 13)
Dan kalimat "berbalik ke belakang (murtad)" pada ayat di atas adalah para sabahat, mereka murtad setelah wafatnya Rasulullah Shallallau Alaihi wa Salam. Merekalah yang hidup bersama Rasulullah Shallallau Alaihi wa Salam di Madinah Munawwarah kemudian murtad setelah ditinggal wafat oleh Nabi Muhammad".


Umat Islam Menjawab : Pertama, Semoga Allah menghilangkan kebodohan yang menempel, karena kebodohan itu sangat berbahaya bagi pemiliknya! Jika mereka (umat Syiah) mau mengkaji dan membaca kitab tafsir apa saja, bahkan mukhtashornya (ringkasan) saja niscaya mereka akan tahu asbabun nuzul (sebab diturunkan ayat) dan apa yang dimaksud oleh ayat ini. Ayat ini turun pada saat perang Uhud. Di mana muslimin mendapatkan kekalahan sampai Rasulullah Shallallau Alaihi wa Salam pun luka dan pecah gigi serinya. Kemudian tersiar kabar bahwa Rasulullah Shallallau Alaihi wa Salam gugur, lantas kaum munafiq pun berkata : "Muhammad telah terbunuh, ayo kembalilah kalian pada agama kalian yang terdahulu". Kemudian turunlah ayat ke 144 pada surat Ali Imran tersebut.

Imam Ath-Thobari dalam tafsirnya dengan sanad yang bersambung kepada Adl-Dlohak berkata mengenai firman Allah : وما محمد إلا رسول قد خلت من قبله الرسل Artinya : “Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul.” Bahwa pada saat manusia kalah dan berhamburan, dan Nabi pun mendapatkan luka di atas alisnya serta pecah gigi serinya. Maka sekelompok orang-orang yang ragu dan berhati sakit dari kalangan Munafiq pun berkata 'Muhammad telah terbunuh, kembalilah kalian pada agama kalian sebelumnya'. Oleh karena itu lanjutan ayat di atas : أفئن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم Artinya : “Apakah jika dia wafat atau terbunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Tafsir Ath-Thobari 3/458)

Diriwayatkan pula dari Ibu Juraij, dia berkata : "Bahwa pada saat manusia kalah dan berhamburan, dan Nabi pun mendapatkan luka di atas alisnya serta pecah gigi serinya. Maka sekelompok orang-orang yang ragu dan berhati sakit dari kalangan Munafiq berkata 'Muhammad telah terbunuh, kembalilah kalian pada agama kalian sebelumnya'. Setelah itu turunlah ayat 144 surat Ali Imran". (Tafsir Ath-Thobari 3/458) Jadi yang dimaksud dengan "berbalik ke belakang (murtad" dalam ayat tersebut adalah bantahan atas apa yang disebar kaum munafiq kepada para sahabat bahwa Nabi telah terbunuh, dan mereka berkata : “kembalilah pada agamamu sebelumnya". Dan ayat ini tidak turun mengenai mereka yang murtad setelah wafatnya Nabi.

Kedua. Sangat jelas bahwa yang dimaksud dengan murtad setalah wafatnya Nabi bukanlah para sahabatnya, mereka jauh sekali dari kata "murtad". Para sahabatlah yang memerangi kaum murtadin, dan Allah memenangkan islam lewat tangan-tangan mereka. Para sahabatlah yang memporak porandakan barisan murtadin, sehingga sebagian ada yang kembali kepangkuan islam dan sebagian ada yang menuai kehancuran karena kemurtadannya. Dan terlihatlah keutamaan Abu Bakar Ash-Shidiq dan para sahabat dengan memerangi para gerombolan murtadin. Oleh karena itu Nabi menafsirkan firman Allah : وسيجزيالله الشاكرين Artinya : “Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” Dengan sabda beliau "orang-orangyang tetap teguh berada diatas agama islam adalah Abu Bakar dan para sahabatnya". (Tafsir Ath-Thobari 3/455) Beliau pun bersabda : "Abu Bakar adalah penghulu orang-orang yang bersyukur, pembesar para kekasih Allah, dan dia adalah orang yang paling bersyukur dan paling di cintai Allah di antara mereka". (Refrensi yang sama)

Oleh karena itu sebagian para Ulama' tafsir berpendapat mengenai firman Allah : يا أيها الذين آمنوا من يرتد منكم عن دينه فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه أذلة على المؤمنين أعزة على الكافرين يجهادون في سبيل الله ولا يخافون لومة لائم (المائدة54) Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agama-Nya, maka kelak Allah akan datangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela….” (QS Al-Maidah : 54) Ayat ini adalah sanjungan bagi Abu Bakar dan para sahabatnya Radliyallahu Anhu , karena Allah tahu bahwa Abu Bakar dan sahabatnya lah yang akan memerangi orang-orang yang murtad. Imam Ath-Thobari pun meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Radliyallahu Anhu bahwasanya beliau menafisrkan ayat : فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه dengan berkata "dengan Abu Bakar dan para sahabatnya" Hasan Bashri menafsirkan : "Demi Allah yang dimaksud ini adalah Abu Bakar dan para sahabatnya" begitu juga Adl-Dlohak berkata : "(kaum yang dicintai Allah dan merekapun mencintai Allah) adalah Abu Bakar dan para sahabatnya, tatkala sebagian orang-orang Arab murtad dari Islam, abu bakar dan para sahabatnya lah yang memerangi mereka sehingga mereka kembali lagi ke pangkuan islam" Perkataan ini adalah perkataan Qotadah, Ibnu Juraij dan ulama’-ulama' ahli Tafsir lainnya. (Tafsir Ath-Thobari 4/623-624)

Patut dikehaui oleh umat islam bagaimana umat Syiah Rafidhoh memutar balikkan dali sekehendak mereka tanpa sedikitpun merasa takut terhadap Allah, lantas bagaimana bisa ada seorang yang mengaku islam namun bermain-main dengan firman Allah?. Syiah berani menuduh para sahabat Nabi murtad setelah wafatnya Rasulullah Shallallau Alaihi wa Salam. Padahal para sahabatlah yang memerangi kalangan murtadin waktu itu. Dan para sahabat pun telah mendapat sanjungan dari Allah atas amal mereka itu, keutamaan diri mereka juga telah dikenal oleh umat ini atas usaha mereka membela mati-matian agama Allah setelah wafatnya Nabi. Mereka telah berperang melawan kaum murtadin dengan jumlah yang banyak. dan hal ini tidak lah tabu dikalangan umat islam, terutama dikalangan ulama'nya.

Diterjemahkan dari ‘Difa’ An Sunnah’ dengan beberapa perubahan dan penyelarasan. (qodisiyah)

0 komentar: