Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Aktivis Suriah melaporkan bahwa milisi-milisi Syiah mulai mengumandangkan adzan ala Syiah di wilayah Aleppo Timur setelah ditinggal penghuninya melalui kesepakatan. Di saat bersamaan, para aktivis saling membagikan foto bendera Syiah bertuliskan “Husainiyah” dikibarkan di masjid Bani Umayyah di kota yang sama.

Direktur kantor berita Syabhan Press, Ma’mun Khatib, mengutip kesaksian warga setempat, mengatakan bahwa anggota milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon mengumandangkan adzan Syiah di masjid Abdul Qadir Al-Jailani di pemukiman Ash-Shalihin. Mereka memasuki pemukiman di Aleppo Timur itu setelah seluruh penghuninya dievakuasi.

Seperti dilansir Arabi21.com, Khatib menunjukkan muadzin di masjid itu menutup adzan dengan lafadz “Labbaik ya Husain, Labbaik ya Hasan, Labbaik ya Basyar”.

Pada bagiannya, aktivis media Obeida Ba’aj menunjukkan adzan serupa juga terdengar dari Masjid Utsman bin Affan di pemukiman Al-Muyassar. Dia menekankan bahwa milisi Syiah berupaya mengubah masjid-masjid di Aleppo menjadi Husainiat (tempat ibadah pengikut Syiah).

“Iran ingin mencoba mengubah Aleppo menjadi kota Syiah. Ini bukanlah hal yang baru,” ujar Ba’aj kepada Arabi21.com, Kamis (22/12)

Sebelumnya, para aktivis Suriah saling membagikan sebuah foto perkumpulan milisi Syiah yang tengah mendengar ceramah dari pemimpi spiritual mereka di sebuah masjid. Para aktivis mengatakan bahwa lokasi pengajian Syiah itu dilakukan di Masjid Urwah Al-Baqiri di pemukiman Hanano, Aleppo Timur.

Direktur Kantor Media Center Aleppo, Yusuf Ash-Shadiq, mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan yang disampaikan para aktivis itu benar adanya. Dia menunjukkan bahwa Iran jauh-jauh hari ingin mengubah Suriah menjadi negara Syiah, termasuk di dalamnya Aleppo.

Hal itu karena wilayah Suriah sangat penti bagi Iran. Selain memiliki hubungan sejarah, Suriah bagi Iran juga sebuah negara simbolis.

Terkait motivasi milisi Syiah melakukan hal itu, Shadiq memandang bahwa milisi Syiah ingin menarik para pengikut Syiah bergabung untuk memerangi pejuang oposisi di Suriah. Mereka ingin memperluas wilayah kontrol di negeri Syam itu. (kiblat)

0 komentar: