Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Perayaan Asyura yang dilakukan warga Syi'ah di kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/10), diwarnai aksi penolakan dari anggota sejumlah organisasi massa (ormas) Islam. Seperti dilansir Kompas.

Mereka mendesak agar perayaan 10 Muharram versi Syi'ah itu dibatalkan. Perayaan Asyura sendiri digelar di "Masjid" Nurus Tsaqalain di Jalan Boom Lama Semarang Utara.
Ritual Asura Syi'ah dijaga polisi (foto),

Sebelumnya direncanakan akan digelar di Gedung Pusat Kesenian di kompleks Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah di Semarang, namun atas alasan keamanan, akhirnya dipindahkan.

Acara ini mendapatkan pengamanan ketat dari pihak kepolisian bersenjata lengkap, serta dibantu Satpol PP.

Sementara ratusan anggota ormas Islam, yang datang dari berbagai daerah, juga menggelar aksi unjuk di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, di Jalan Pahlawan Semarang.

Mereka meminta Gubernur Ganjar mengeluarkan larangan peringatan Asyura di seluruh wilayah Jawa Tengah. Pasalnya, peringatan Syi'ah di wilayah lain juga sudah tidak diperbolehkan.

Mereka memenuhi jalan Boom Lama Semarang. Serta masih menanti agar peringatan Asyura dibatalkan.

Peringatan kematian Husein bin Ali (radhiyallahu 'anhu), cucu Nabi Muhammad (shalallahu 'alaihi wasallam), terjadi setiap tanggal 10 Muharram oleh penganut Syi'ah yang menganggapnya sebagai imam maksum ke-3.

Berbeda dengan kaum Muslimin (Sunni) yang menyambut Asyura dengan berpuasa Sunnah, Syi'ah melaluinya dengan kesedihan maupun ratapan.

Bahkan di beberapa negara seperti di Irak, Iran, Pakistan dan India, mereka melakukan aksi menyiksa dan melukai diri. Termasuk perempuan dan anak kecil.

Syi'ah dan benih konflik
Wakil Ketua Panitia Peringatan Asyura, Husein Ridho, mengatakan, kegiatannya pindah lokasi karena Dinas Pariwisata mendapat tekanan sehingga izin dicabut.

"Izin sudah masuk ke Polres serta Polda, acara akan tetap jalan", kata Husein.

Kegiatan ini akan diisi dengan ceramah Ustaz Ahmad Baraqbah dari Pekalongan serta pembacaan Al-Qur'an dengan peserta sekitar seribu Syi'ah dari berbagai wilayah.

Panitia menyerahkan masalah pengamanan kegiatan tersebut kepada polisi.

Di lain pihak, juru bicara Forum Umat Islam Semarang, Muhammad Lutfi, menyayangkan pemberian izin untuk kegiatan itu.

"Kami menyayangkan kenapa acara itu dibolehkan. Harusnya dicegah", kata Lutfi, yang ikut menjadi salah seorang peserta aksi.

"Kalau dibiarkan akan memunculkan benih konflik", keluhnya.

Menurutnya, kegiatan serupa penganut Syi'ah di daerah lain, seperti Jawa Timur dan Bogor, juga sudah tidak diperbolehkan. (Kompas)

0 comments: