Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pendakwah  Haikal Hassan mengatakan, bahwa kemerdekaan Indonesia diraih bersama perjuangan para pejuang, rakyat, ulama, dan santri dengan teriakan takbir, bukan ucapan Labbaik Yaa Husain.

Hal itu ia sampaikan ketika melakukan orasi penolakan dan pembubaran acara perayaan Asyura oleh jemaah aliran Syiah di Balai Sudirman, Jakarta, pada Rabu (12/10/3016) kemarin.

“Negeri ini merdeka dengan teriakan Allahu Akbar, bukan Labbaik yaa Husein,” ucapnya lantang.

Haikal, yang pernah menjadi jemaah Syiah selama 2 tahun ini mengungkapkan, banyak negara yang kacau setelah datangnya Syiah ke wilayah tersebut. Seperti, kata dia, yang terjadi di Yaman, Suriah dan sebagainya.

“Karena memang agenda Syiah adalah penguasaan negara. Saya pernah Syiah 2 tahun, jadi kami tahu persis apa yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Mujahidin, Abu Jibril di kesempatan yang sama menyampaikan, banyak ajaran dan prinsip dalam Syiah yang menyimpang dari aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

“Imam mereka berbeda. Mereka (Syiah) juga tidak mengakui Allah, menghina sahabat rasul, dan mengatakan bahwa Al-Qur’an yang ada ini bukan asli,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, dalam perayaan Asyura tersebut yang  dilakukan kaum Syiah adalah berbela sungkawa atas kematian Husein dan menuduh bahwa yang membunuh Husein adalah sahabat nabi.

“Padahal yang membunuh Husein adalah Syiah,” pungkas Abu Jibril.

Sebelumnya, Lembaga Komunikasi Ahlul Bait (LKAB) mengadakan kegiatan donor darah yang kemudian dilanjutkan dengan perayaan Asyura Nasional 1438 H yang dihadiri sekitar 2500 pengikut Syiah.

Kegiatan yang semula diagendakan selesai pada pukul 17.00 WIB itu terpaksa dipercepat menjadi pukul 16.00 atas desakan umat Islam yang melakukan aksi penolakan saat kegiatan berlangsung. (hidayatullah)

0 comments: